Like fanspagenya SENTILAN

Showing posts with label Regulation. Show all posts
Showing posts with label Regulation. Show all posts

Tuesday, 27 January 2015

Joki Three in One

Saya bukannya mau melawan undang-undang, namun setelah melihat tayangan TV, dimana joki -joki 3 in 1 dirazia dan ditangkap seperti menangkap preman ataupun pengemis, hati ini jadi bertanya-tanya, apakah salah mereka?? Mereka itu khan menjual jasa, dibandingkan dengan pengemis atau preman yang suka mintain duit di angkutan umum...jelas sekali perbedaannya.

Mereka itu cukup bermodal lho, pakai baju yang cukup layak bepergian setidaknya mereka bersaing diantara sesama dengan penampilan mereka. Kalau boleh dibandingkan dengan sebuah situs nebeng.com yang notabenenya berbagi tempat dalam kendaraan....malah mirip banget.

Tuesday, 20 January 2015

Form Biru vs Form Merah

Beberapa waktu yang lalu di sosial media kita pernah dapat sharing article tentang surat tilang yang menggunakan form biru atau form merah sebagai tanda bukti surat tilang ketika kita melanggar ketentuan berlalu lintas. Di media sosial kita disarankan untuk meminta form biru (tanda bukti surat tilang berwarna biru) dan bisa langsung membayar di ATM bank yang telah ditunjuk.

Nah tadi malam, saya menonton sedikit acara '86' di Net TV. Acara tersebut merupakan realita show tentang kegiatan polisi dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari. Saat saya menonton ada motor sedang diberhentikan oleh polantas karena kedapatan penumpangnya tidak menggunakan helm. Ketika ditilang, sang penumpang minta form biru saja biar langsung bayar di tempat. Polantas bilang dengan santun ibu, mendingan ke pengadilan saja. Namun dia ngotot untuk minta form biru. 

Thursday, 6 November 2014

Tarif Listrik.....

Siapa sih yang tidak kenal Perusahaan Listrik Negara alias PLN?? Pada awal tahun ini saya mengganti sistem pembayaran Listrik dari pasca bayar menjadi prabayar setelah melalui berbagai pertimbangan. Bahkan ada teman yang menyatakan lebih hemat biaya bulannya....(hehehe..salah satu kriteria yang bikin memantapkan pindah menjadi Listrik Pintar).

Well, awalnya setiap saya beli voucher 200rb mendapatkan 190Kwh dengan potongan admin dan PPJ (Pajak Penerangan Jalan). Ketika memasuki bulan Juli 2014, mendapat kejutan karena jumlah Kwh yang saya dapatkan mulai berkurang menjadi sekitar 172 Kwh.  Wah...wah...lumayan juga ya berkurangnya. Namun cerita belum selesai, per 1 September 2014, saat saya beli voucher dengan harga yang sama jumlah Kwh makin kurang menjadi 156Kwh. Wow...it's amazing tarif listrik naik 2 bulan sekali.

Friday, 12 September 2014

Langsung Atau Tidak Langsung



Isu yang lagi berkembang akhir-akhir ini adalah pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung atau lewat mekanisme DPRD (tidak langsung). Sebenarnya opsi penyelenggaraan pilkada secara langsung sudah lama disorot bahkan oleh orang-orang yang merancang pilkada langsung. Tujuan awalnya adalah ingin aspirasi rakyat dapat lebih langsung dan terakomodasi dalam memilih pemimpinnya. Hal ini disebabkan oleh kinerja anggota dewan (DPRD) yang tidak bisa mewakili keinginan rakyat yang diwakilinya. RUU Pilkada bukan baru sebulan atau dua bulan digodok, malah sudah tahunan namun begitu mau diketok palu, media mengangkat masalah ini dan jadi ramai akhirnya.

Sunday, 10 August 2014

Penerangan Jalan

Apabila kita suka memperhatikan jalanan yang suka kita lewati malam hari, apakah ada penerangan jalannya? atau gelap gulita tidak ada penerangan sama sekali? Saya jadi penasaran dengan penerangan jalan ini karena setiap kita membeli voucher listrik untuk listrik prabayar maupun pembayaran tagihan listrik pasca bayar selalu ada yang namanya Pajak Penerangan Jalan.

Terus terang saya mau tahu apa dasarnya PLN dengan 'jumawa'nya memungut pajak dari pelanggannya. Setelah browsing sana sini ternyata sudah ada Peraturan Pemerintah yang mengatur hal ini. Namun besaran prosentasenya diserahkan kepada pemerintah lokal setempat. Nah...pertanyaannya apabila kita sudah membayar, kita menagih penerangan jalan itu kepada siapakah? Apakah ke pemenrintah lokal ataukah ke PLN?...ini yang mesti saya cari tahu lagi...sebab.....

Thursday, 5 June 2014

Memilih Diantara Dua Putra Terbaik Bangsa

Kalau banyak berita2 yang ditampilkan mengenai kekurangan dan kelemahan masing2 capres, saya mau memulai dengan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang yakni dengan menampilkan sisi-sisi kelebihan kedua capres yang salah satunya akan menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang salah satunya akan memenangkan kompetisi ini.

Mari kita lupakan atau ga usah ditampilkan kekurangan atau kelemahan mereka masing2 sebab tidak manusia yang sempurna. Bagi saya pribadi kebiasaan meledek sesama teman sepermainan akan terasa lebih mudah dibandingkan kita mencari kelebihan karakter orang2 terdekat kita...Saya akan mencoba sekuat tenaga mencari kelebihan mereka dari artikel, berita, bahkan pandangan dan analisis pribadi 

Monday, 7 April 2014

Ketahanan Telekomunikasi

Saya tiba-tiba ingat skandal Snowden (seorang mantan anggota CIA) yang menulis tentang penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat dan Australia terhadap negeri ini. Beberapa operator seluler terkemuka menjadi sorotan oleh media karena 'dianggap' bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Data-data percakapan yang dilakukan lewat telpon seluler disinyalir menjadi biang keladi 'kebocoran'' informasi tersebut.


Bukannya saya mau membela diri karena saya bekerja di sektor telekomunikasi. Namanya penyadapan itu khan beragam caranya, tapi kalau berasal dari perusahaan telekomunikasi apalagi sampai disengaja memberikan  data percakapannya  kepada orang lain, ini namanya 'bunuh diri' secara bisnis. Semua data percakapan itu adalah rahasia seperti halnya data nasabah bank.

Tuesday, 23 July 2013

Tarif Angkot

Hari Senin yang lalu saya pulang naik angkot setelah turun dari mobil temen. Sebut saja angkot yang biasa saya naik itu angkot D-18. Trayek angkot ini adalah Ciputat-Cileduk. Ongkos terjauhnya sebelum BBM naik adalah Rp.5000,- Nah setelah lama ga naik angkot ini sejak berlakunya BBM baru saya terkaget-kaget melihat pamflet yang ditempel di pintu seperti di bawah ini:

Monday, 8 July 2013

Sekali Lagi ......Prihatin

saat melakukan demo untuk mendukung beliau di bundaran HI
Saya sangat awam dengan hukum apalagi hukum di Indonesia. Saat membaca berita beberapa waktu yang lalu tentang penetapan mantan direktur utama IM2, pak Indar Atmanto oleh pihak kejaksaan, saya sangat kaget. Apalagi dalam proses sidang pengadilan di tipikor banyak sekali dukungan moral dari Menkominfo-Tifatul Sembiring, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Sentosa, Dirut Indosat Alexander Rusli dll kepada beliau.

Berawal dari laporan pimpinan sebuah LSM di kejaksaan tinggi Jawa Barat hingga akhirnya diambil alih oleh pihak kejaksaan agung. Sebagai catatan, sang pelapor sudah dijatuhi hukuman penjara akibat tertangkap tangan melakukan perbuatan 'memeras' PT Indosat namun kasus ini tetap bergulir di pengadilan tipikor hingga hari ini jatuh vonis 4 tahun penjara serta denda sebesar Rp.1,3 triliun....Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Sebuah musibah yang sangat berat....bagi seorang individu pak Indar.

Tuesday, 18 June 2013

2000 Triliun

Pernyataan apa yang anda berikan saat dibilang utang negeri ini 2000 triliun. Kalau saya mah...cuma bisa bilang....apa negara ini sanggup bayar utang ga yah?? Koq makin tahun ga kurang-kurang hutangnya? Salah siapa yah?? Salah kelola negara? salah rakyat yang minta subsidi? atau salah rumput yang bergoyang?? Tanyakan kenapa???

2000 triliun?? koq jalanan masih banyak yang bolong2 yah? sekolah makin mahal?? ke rumah sakit luar biasa mahal juga khan?? Transportasi publik masih jauuuuuhhh sekali dari kata layak khan?? Jadi kemana larinya utang itu yah?? Orang miskin katanya ga turun-turun angkanya (kata sebagian orang) tapi kata pemerintah jumlahnya turun...
Tanyakan kenapa???

Tanah seluas ini tapi...beras kita impor, kedelai kita impor, sebagian besar buah2an kita impor dari apel, jeruk hingga pisang???
Trus kereta api juga impor (padahal kita bisa buat sendiri), garam aja impor padahal luas pantai di seluruh indonesia sangat luasssssss....
Tanyakan kenapa???

NE
edisi galau ah

Tuesday, 4 June 2013

Pintu Rizqi Ada Dimana Saja

Terakhir sebelum saya hijrah menjadi biker, KRL Ekonomi menjadi pilihan saya. Bukan karena murahnya aja tapi menghindari 'sakit hati' membayar lebih mahal tapi tetap kepanasan bahkan kalau AC ngadat dan kipasnya ga kencang...dapat ekstra sesak nafas....hehehehe.

Memang sih yang namanya PT (perseroan terbatas) itu adalah mencetak laba. Kalau tidak mencetak laba, kudu ditutup tuh perusahaan. Hebatnya manajemen yg saat ini mengelola KAI bisa mencetak laba yang cukup signifikan. Bahkan bisa membuat terobosan-terobosan terkait dengan peningkatan laba setiap tahunnya.

Wednesday, 27 March 2013

Sekali Lagi Tentang KRL (Ekonomi)

Seorang anak kecil mengadu kepada ibunya kalau gigi-nya sakit, lantas sang ibupun membawa si anak untuk mengobatinya ke dokter gigi. Ini adalah ilustrasi umum, apabila kita memiliki permasalahan kemudian kita berusaha memecahkannya. Lalu apakah sang dokter menyuruh si anak ganti gigi baru? atau yang paling ekstrim ganti kepala saja agar sang anak tidak sakit gigi??


Bahkan seorang Dahlan Iskan sudah mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi pada KRL Ekonomi. Saya kutip dari acct twitter beliau @."Tentu bbrp kali. Itu bukan milik KAI. Setahun lalu mogok 1.200x, akibatnya ganggu KRL 4.200x." Masalah di KRL Ekonomi adalah gerbong yang sudah tua dan kurang layak digunakan lagi. Kalau kita meng-analogikan dengan ilustrasi anak di atas, seharusnya gerbong KRL Ekonomi diperbaiki kualitasnya entah diperbaiki atau diganti dengan gerbong baru dan bukannya lantas KRL Ekonomi dihilangkan. Sama saja sang dokter bukannya mengobati sakit gigi tapi giginya dihapusin aja :-). Kita tidak usah mengajari pak menteri khan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sayangnya statement beliau di detikcom tidak secara nyata bahwa KRL Ekonomi HARUS dihapus.(belakangan katanya beliau yg mengusulkan KRL Ekonomi untuk dihapus)

Thursday, 20 December 2012

Naik APA yah???

Sebagai orang Non Jakarta yang mencari nafkah di Jakarta, saya akhir-akhir ini sangat bingung dengan pemberitaan yang muncul khususnya untuk memecahkan persoalan kemacetan. Bang Jokowi akan mencoba di bulan Januari 2013 dengan sistem genap ganjil nomor polisi kendaraan bermotor khususnya mobil di ruas2 jalanan yang bersinggungan dengan bus Trans Jakarta. Belum lagi ada rencana di Jakarta ga ada Premium.

Lantas saya baca berita DIRUT KAI akan menghapus KRL ekonomi karena dinilai tidak laik dan tidak manusia. Akan digantikan olehnya semua KRL Ekonomi dengan Commuter Line (CL). Saat ini saja CL sudah kurang manusia dengan tarif yg cukup tinggi. Terus katanya penumpang CL akan dibatasi agar lebih manusiawi. Kalau nanti akan dibatasi sedangkan headway (jarak antar kereta yang lewat) saja masih terlalu lama koq jadi makin ribet yah mau naik kereta aja

Friday, 12 October 2012

Apakah Harus Dipaksa?


salah satu potret transportasi publik di jakarta
Beberapa tahun belakangan, pro kontra tentang penyelenggaraan Ujian Akhir Nasional (UAN) sudah sering diperdebatkan. Bahkan seorang JK justru sangat mendukung penuh UAN. Biasanya saya sependapat dengan beliau karena terobosan yang dilakukannya sering 'menabrak' kebiasaan orang Indonesia. Alasan beliau adalah ingin melakukan standarisasi terhadap semua lulusan sekolah di Indonesia. Beliau berpendapat orang Indonesia itu 'harus' dipaksa untuk berubah.

Ketika subsidi BBM dipergunjingkan karena harga minyak dunia naik dan nilai tukar dollar Amerika Serikat makin menguat membuat APBN harus menambah subsisdi. (Meskipun hingga saat ini, Kwik Kian Gie tidak sependapat dengan istilah subsidi). JK memaksa orang-orang di Jabodetabek (terlebih dahulu) untuk mengkonversi penggunaan minyak tanah dan beralih ke gas (LPG). Awalnya banyak pertentangan tentang kesiapannya namun pada akhirnya proses konversi berhasil (karena dipaksa) meskipun pawa awalnya banyak kejadian bahkan korban jiwa akibat tabung gas warna hijau mudah meledak.

Sunday, 30 September 2012

Satu Oktober

Zaman orde Baru dulu di tanggal satu okteober, malamnya pasti disuguhin film G 30 S Penghianatan. Hebatnya lagi, tidak banyak orang yang berani mengkritik atas kebenaran alur cerita dan sejarah yang ada di dalam film tersebut. Lebih banyak orang-orang yang ngedumel di warung-warung kopi. Mungkin juga banyak yang 'takut' diangkut sama intel ....hahahaha.

Hari ini di tahun 2012, mulai diterapkan kenaikan tarif KRL Commuter Line sebesar Rp.2000,-. Bagi sebagian orang naiknya tarif sebesar itu ga masalah berat. Sebagian lagi pasrah aja, mau naik atau ngga bukan urusannya. Ada juga yang berharap 'kata2 sakti manajemen' untuk memperbaiki segala fasilitas setelah tarif naik itu benar adanya dan segera diimplementasikan. Namun ada juga sebagian pengguna yang prihatin hingga rela mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk 'melawan' kenaikan tarif tersebut.

Tuesday, 25 September 2012

Cepat Kaya

Baru aja berlalu Pilkada DKI yang seru banget dan menyita perhatian orang2 di luar kota Jakarta sekalipun. Padahal ada daerah lain yg bersamaan melaksanakan Pilkada namun luput dari perhatian orang2 di luar daerah pemilihan. Sebagai mantan penduduk DKI, saya mengenal dengan baik masalah-masalah pungli yang menjadi rahasia umum dan menjadi hal yang 'lumrah' bagi masyarakat.

Ada lahan yang baru saja menjadi convenience store, tiba2 entah datang dari mana...tahu2 ada aja yang menjadi tukang parkir dadakan. Apalagi kalau tempat 'basah' di pasar2 seperti tanah abang misalnya. Dulu, saat Blok F belum jadi, kalau kita parkir kendaraan (mobil) uang Rp.5000,- sudah menjadi standar pembayaran. Entah berapa yang harus dibayar saat ini kalau parkir disana yah???

Wednesday, 19 September 2012

Press Release KRL Mania

*Penolakan Kenaikan Tarif  KRL Commuter Line per 1 Oktober 2012*

Suasana stasiun PDJ di pagi hari
Berdasarkan rilis resmi dari PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), akan ada
kenaikan tarif KRL yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 Oktober 2012.
Dengan
ini kami, Komunitas Pengguna KRL Jabodetabek (KRL-Mania) menyatakan:

MENOLAK rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek.

Dasar penolakan kami adalah sebagai berikut:
1. Apa jaminan pelayanan yang diberikan?
Kualitas pelayanan yg diinginkan penumpang itu sebenarnya sederhana. Kami
sering menyampaikan kepada KAI/KCJ poin-poin yang bisa ditingkatkan dengan
mudah tanpa perlu biaya besar:
a. Informasi gangguan perjalanan
b. Informasi stasiun yang akan disinggahi
c. Nama dan Nomor Urut Kereta
d. Pelayanan loket
e. Lampu penerangan
f. Toilet
g. Fasilitas kesehatan
h. Fasilitas kemudahan bagi penyandang cacat, wanita hamil, balita,
orang sakit; lansia dan orang lanjut usia di kereta,

Friday, 24 August 2012

Telor Sama Ayam

Di salah satu milis yang saya ikuti sedang terjadi diskusi hangat mengenai peraturan dan petugas. Diantara kedua belah pihak masing2 memegang pendirian bahwa pendapatnyalah yang paling betul sedangkan pendapat yang lain kurang tepat. Salah satu kubu mengungkapkan bahwa peraturan, sistem hingga Undang-Undang sudah dibuat sedemikian rupa jadi masyarakat sendiri yang seharusnya mentaati semua peraturan2 tersebut. Apabila harus ada petugas yang harus mengawasi penerapannya harus membutuhkan lebih banyak personal petugas. Sedangkan kalau ditambah personal bisa biaya operasional bisa melonjak dan ujung2nya harga tiket bisa naik.

Di lain pihak, dalam upaya menerapkan peraturan sangat perlu yang namanya law enforcement dan keteladanan. Sebagai petugas, sangatlah dibutuhkan ketegasan dan contoh dalam implementasi peraturan. Kondisi masyarakat kita saat ini sangat beragam dan masih membutuhkan pengawasan agar semua pihak dapat mengikuti peraturan dengan sebaik-baiknya. Sebagai contoh adalah larangan merokok di tempat umum. Baik di terminal, airport, perkantoran dan mall sudah diatur oleh Perda namun pada kenyataannya masih banyak orang2 yang melanggar. Apakah butuh petugas untuk mengawasi atau minta kesadaran masyarakat yang duluan??

Thursday, 2 August 2012

Inovasi Memberi Manfaat?

Dalam dua minggu ini saya membaca tulisan tentang kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh PT KAI sebagai operator kereta di Indonesia sekaligus induk perusahaan PT KAI COMMUTER JABODETABEK (operator KRL di Jabodetabek). Namun menurut saya sebagai pengguna KRL sejak 2003 justru merasakan terjadi penurunan kualitas yang diberikan kepada pengguna KRL khususnya sejak 2011 atau sejak Single Operation (SO) maupun konsep Loop Line.

Saya tidak ingin menjadi polemik seperti yang sering terjadi di media namun saya hanya mencoba untuk mengungkapkan fakta-fakta di lapangan tentang 'kemajuan' yang diklaim oleh beberapa orang mungkin ratusan orang. Ungkapan fakta ini bukan bermaksud untuk melupakan begitu saja inovasi yang telah dilakukan namun sudah selayaknya sebuah inovasi itu dapat dikatakan berhasil apabila semua pihak dapat merasakan manfaatnya. Catatan pengalaman saya selama menggunakan KRL selama ini:

Thursday, 5 July 2012

Mulutmu Harimaumu

Bulan lalu, saya sudah pernah menulis tentang komunitas pengguna kereta api yang tergabung dalam KRL Mania. Baru tadi siang ada ungkapan yang sama sekali tidak layak dilontarkan terkait dengan rencana kenaikan tiket sebesar Rp2000,- pada bulan Oktober nanti berikut kutipan yang saya ambil dari detikcom,

Direktur Pemasaran PT KAI Sulistyo Limbo menyarankan penumpang commuter line yang menolak kenaikan tarif agar tidak naik kereta. Sebab ada harga ada rupa.
"Kita akan perbaiki terus (AC dan jadwal kereta). Boleh kalau dia bayarnya lebih, ini KRL Mania-nya minta fasilitas. Nah dia bayarnya berapa, ada uang ada harga. Kalau nggak setuju jangan naik kereta. Karena kita masih butuh perbaikan," ujar Sulistyo.


Meskipun beliau membuat pernyataan dalam suasana non formal di sela2 acara seminar yang diadakan LIPI, namun saya sangat-sangat menyesal membaca pernyataannya yang dikutip oleh media. Ucapan itu benar2 menyakitkan para pengguna KRL yang menurut kicauan2 di twitter adalah mereka2 yang membantu pemerintah untuk mengurangi beban APBN dengan menggunakan transportasi umum tapi malahan diperlakukan sebaliknya. Malah ada tambahan komentar bahwa komunitas KRL Mania meminta fasilitas....!?!?!


Sebagai pembeli jasa apakah layak meminta jasa yang wajar kepada penjual jasa????