Thursday, 5 June 2014

Memilih Diantara Dua Putra Terbaik Bangsa

Kalau banyak berita2 yang ditampilkan mengenai kekurangan dan kelemahan masing2 capres, saya mau memulai dengan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang yakni dengan menampilkan sisi-sisi kelebihan kedua capres yang salah satunya akan menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang salah satunya akan memenangkan kompetisi ini.

Mari kita lupakan atau ga usah ditampilkan kekurangan atau kelemahan mereka masing2 sebab tidak manusia yang sempurna. Bagi saya pribadi kebiasaan meledek sesama teman sepermainan akan terasa lebih mudah dibandingkan kita mencari kelebihan karakter orang2 terdekat kita...Saya akan mencoba sekuat tenaga mencari kelebihan mereka dari artikel, berita, bahkan pandangan dan analisis pribadi 
Kita mulai dengan calon presiden nomor 1 yakni Prabowo Subianto (PS). Saya mengenal atau mengetahui beliau sejak karir menjulang di kemiliteran. (Sekali lagi saya tidak mau membahas hal yang negatif yang sering melekat dinamanya selama ini.) Sikap nasionalisme beliau banyak saya baca dari artikel-artikel beredar dan saya sangat mengaguminya. Sebagai mantan TNI, sikap ksatria dan menghormati lawan-lawan politiknya membuat beliau sangat disegani. Keinginan beliau agar negara Indonesia menjadi Macan Asia yang disegani kembali bisa menjadi salah satu faktor positif. PS ingin membangkitkan ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan serta mensejahterakan dengan slogan ekonomi kerakyatan bisa menambah nilai lagi.

Banyak cerita PS oleh mantan anak buahnya sewaktu di militer, bahwa PS sangat memperhatikan tingkat kesejahteraan mereka. Beliau tidak segan-segan untuk merangkul semua elemen bangsa demi kemajuan negeri ini tercapai. Di pergaulan internasional khususnya di kawasan Timur Tengah, PS mempunyai jaringan yang cukup mumpuni karena beliau sempat menjadi pebisnis. PS juga memiliki tradisi keluarga yang tingkat nasionalisme tinggi, dari kakek dan ayahnya. Istilah kata, demi negara beliau tidak segan-segan berkorban apapun juga.

Berikutnya calon presiden nomr 2 yaki Joko Widodo (JW). Sebelum digadang menjadi calon Gubernur DKI, saya praktis tidak punya cerita apapun tentang beliau ini. Namun popularitasnya meroket seiring dengan kesederhanaan penampilan serta blusukan selama memimpin 1 1/2 tahun di DKI membuat JW menjadi media darling. Bukan itu saja, media sosial sangat mengangkat popularitas beliau secara signifikan ditengah-tengah gegap gempita banyak kasus kepala daerah menjadi tersangka korupsi. JW mengangkat mobil Esemka agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Partai pemenang Pemilu yakni PDIP tidak salah lagi, mencalonkan salah satu kader terbaik partainya untuk menjadi pemimpin negeri ini. Gebrakan-gebrakan di wilayah pemprov antara lain melelang posisi Camat dan Lurah agar bisa mendapatkan yang terbaik pada awalnya mendapat pertentangan namun JW jalan terus demi meningkatkan pelayanan terhadap penduduk DKI. Bersama wakilnya AHOK, JW menjadi salah satu bahan berita yang diburu wartawan.

Baik PS maupun JW, saya berharap salah seorang dari mereka bisa menjadi seorang pemimpin yang amanah, dan membela kepentingan rakyat banyak diatas kepentingan golongan atau partai pendukungnya. Mari kita renungkan sejenak untuk menetapkan pilihan kita....

NE

6 comments:

Keke Naima said...

siapapun pemenangnya nanti, semoga gak ada ribut. Cape saya lihatnya :)

dherdian said...

Siapapun Presidennya, asal rakyatnya patuh dengan aturan. Pasti semua akan berjalan dg baik :)

NECKY said...

mbak myra....setuju...no more riot dan keributan yah

NECKY said...

bener juga udaded...kalau rakyatnya ga mau diatur siapapun presiden nya pasti bingung tuh...

Agus Supriyono said...

Sependapat dengan arah pembicaraabya pada artikelnya, pendapat saya siapapun presidennya masih ada daulat rakyat, jika pimpinan tidak benar rakyat yang mengawasi. apalagi sekarang ini warga kritis-kritis.
Beri rakyat informasi yang meyakinkan tentang kelebihan prestasi-prestasi 2 calon mana yang masuk kualifikasi mampu memimpin negeri ini, hentikan saling menghujat.

NECKY said...

bener mas agus...berpendidikan tinggi aja ga cukup untuk tidak melakukan hujatan. Padahal sudah selayaknya kaum yg punya pendidikan tinggi memberi contoh yang baik