Tuesday, 29 March 2016

Menjaga Brand Image

22 Maret 2016 bisa jadi tanggal dimana brand dua buah taksi dengan kode di bursa efek Indonesia TAXI dan BIRD menjadi titik nadir mereka. Betapa tidak....semua usaha membangun citra merk mereka yang sudah puluhan tahun menjadi sia-sia. Saya tidak tahu pemicunya apa bisa terjadi chaos dan membuat pemberitaan hari itu didominasi oleh demo taksi. Meskipun banyak merk taksi dalam demo itu namun 2 provider taksi disebutkan di atas ..yang menjadi sorotan.

Salah satu yang menarik bagi saya adalah saat salah satu provider membuat keputusan dengan menggratiskan semua taksi yang beroperasi keesokan harinya selama 24 jam penuh. Saya yakin sekali keputusan tersebut diambil dalam rangka menyelamatkan citra merk nya yang hari itu terpuruk sangat dalam apalagi kalau kita lihat komentar di media sosial.

Thursday, 17 March 2016

Haruskah Saya Relakan?

Kejadian ini masih anget banget, tepatnya kemarin hari Kamis 17 Maret 2016 sekitar jam 9an (pagi ya maksudnya).

Kemarin itu saya sengaja izin datang telat ke kantor karena ada 2 hal yang mesti dikerjakan di pagi-pagi sebelum ke kantor. Pertama, membuat surat keterangan ke Leasing kalau BPKB mobil ada di tangan mereka sebelum saya membayar pajak STNK Mobil. Alhamdulillah...pembuatan surat berlangsung lancar ...dan cepat itu nilai positifnya. Tapi ada juga nilai negatifnya yakni kudu mengeluarkan biaya administrasi sebesar Rp.20.000,- Bukan nilainya yg saya permasalahkan namun bukannya ini kewajiban leasing company memberikan surat keterangan kepada nasabah mereka yang mau membayar pajak atau memperpanjang STNK? Sehari sebelumnya sih lewat telpon sudah diberitahukan hal ini, malah diberi opsi lain yakni mereka yang akan memberikan pelayanan perpanjangan dengan biaya Rp.250.000,- hehehehehe.

Sunday, 17 January 2016

Kilas Balik 2015

Basi ga yah soalnya udah 18 hari berlalu di tahun 2016 ini baru mau nulis kilas balik. Lagi pula sebenarnya mau mencoba aktif menulis lagi. Terakhir menulis bulan Oktober 2015, wuihhh... lama banget ga nengok2 kesini yah?? Well....ga ada salahnya mencoba dan memulai dengan yang baik di tahun 2016 ini dengan tulisan kilas balik.

Di Kantor
Saya punya rekor tersendiri di tahun lalu dengan berpindah bagian selama 3 kali. Dari Business Development yang menset-up bisnis baru di bidang kesehatan yakni membuat Third Party Administrators (TPA) dengan brand Owlexa, kemudian dipindahkan ke bagian Corporate Law and Regulation dengan tugas khusus sebagai Government Relation untuk mengurus perpanjangan semua lisensi yang harus diperbahaui ke Kementrian Komunikasi dan Informasi (Keminfo). Selesai proses perpanjangan lisensi berhasil mulus, saya ditransfer ke Human Capital Management (HCM) atau HRi dan menjadi Project Management Office yang akan mengawal proses transformasi bisnis perusahaan yang berubah dari Data Communication Company menjadi Information Commnucation and Technology (ICT) company.

Monday, 19 October 2015

Krisis Air

Semenjak saya menempati rumah di Pondok Ranji dari tahun 2004, baru tahun ini saya merasakan krisis air yang disebabkan persediaan air tanah makin menipis. Awalnya sih, mesin pompa air yg bermasalah dan ga mau menyedot air. Sempat juga berpikir Torn air yang bermasalah. Kesimpulan kurangnya persediaan air tanah didapat baru minggu lalu setelah diteliti lebih mendalam.

Akibat dari krisis air ini ternyata membuat kami sekeluarga menjadi lebih menghargai keberadaan air bersih. Padahal sebelum kejadian ini, penggunaan air terkadang suka tidak pada tempatnya. Mis: mengisi bak atau ember yang sudah penuh dan lupa mematikan kran nya. Atau juga mencuci piring dengan membiarkan air mengalir padahal saat itu sedang menyabuni piring atau gelas.

Sunday, 30 August 2015

Pemimpin Amanah

Beberapa waktu  yang lalu sedang ramai tentang PILKADA serentak yang mungkin akan masuk Guiness Book of World Record karena membuat pemilihan yg menentukan banyak daerah di Indonesia. Hebat ga tuh....

Dari beberapa artikel yg saya baca dibeberapa media mainstream maupun media sosial, banyak tulisan2 yang memberikan pencerahan dalam menentukan pilihannya nanti. Kalau dapat disimpulkan secara bebas kurang lebihnya:
  • Belajar dari pengalaman pilkada sebelumnya.
  • Jangan terkecoh dengan pencitraan yang berlebihan.
  • Kenalilah secara utuh sang calon dari informasi media apapun
  • Kalau tidak mengenal semua calon, minimal lihat sepak terjang mereka selama ini. Apakah memiliki track record...atau kah tidak punya sama sekali??
  • Jika ada petahana (pejabat eksisting mencalonkan diri lagi), lihat semua janji-janjinya. Berapa yang sudah direalisasikan...berapa banyak yang diingkarinya.
  • Kalau masih bingung juga....coba tanya dengan pemuka agama, kira-kira menurut mereka yang mana akhlak yang terbaik diantara para calon.
Banyak sekali dari kita yg kurang peduli akan pentingnya seorang pemimpin. Satu suara saja akan sangat menentukan masa depan daerah yg akan dipimpinnya. Jangan langsung percaya info dari satu sumber pengamat politik atau manapun. Kita kumpulkan semua informasi dan kalau bisa serta ada waktu menganalisisnya...pasti akan ada benang merah terhadap tulisan2 tersebut.

Sebagai warga, sudah pasti kita berharap banyak kepada sang calon pemimpin untuk mengelola daerahnya dengan baik. Seorang pemimpin yang baik biasanya memiliki visi dan misi jelas serta bisa diimplementasikan dengan baik rencana2nya. Jangan terbuai dengan janji manis yang mudah terucap dari sang calon...nanti kita semua yg akan terluka sendiri.

Kalau pilihannya satu paket, pilihlah sekiranya yg paling serasi dan bisa saling mengcover diantara keduanya. Agar program2 berjalan dengan mulus...dan ga ribut sendiri diantara mereka.

Kita punya contoh figur-figur....pemimpin yang sering muncul di media. Kita tinggal pilih saja, apakah tipe seperti Kang Emil (Ridwan Kamil-Wali Kota Bandung) yang sangat visioner namun tetap membumi dan memberi keteladanan, Ibu Risma (Tri Rismaharini -Walikota Surabaya) yang mengayomi namun tetap tegas dalam memberi keteladanan, Ahok (Basuki Tjahaja Purnama - Gubernur DKI) yang tegas melawan korupsi, Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan banyak lagi kepala daerah yang memiliki prestasi yang baik.

Siapapun pilihan kita di pemilu kada nanti...mudah2an menjadi pemimpin Amanah. Pemimpin yang selalu membuat kebijakan pro terhadap kepentingan rakyat, pemimpin yang memiliki hati nurani dan perbuatannya satu arah. Pemimpin yang selalu menepati janji-janji yang diucapkan saat mereka kampanye. Pemimpin yang mampu membuat rakyat yang dipimpinnya menjadi bahagia dan sejahtera serta dapat meningkatkan martabat masyarakatnya.....Semoga....

NYE