Monday, 23 November 2009

Film 2012


Meskipun saya belum sempat nonton film 2012 ini (karena kehabisan tiket waktu mau nonton, jadi ingat waktu mau nonton laskar pelangi), namun kontroversi yang muncul sungguh fenomenal. Entah karena kecanggihan efek film ataupun isi cerita.
Beberapa hari lalu ada ulama yang menyarankan untuk memboikot film tersebut karena tidak sesuai dengan nilai-nilai kaidah Islam.Bahkan meminta untuk menghentikan dan menarik penayangannya dari bioskop-bioskop yang saat ini memutar film 2012.
Beberapa tayangan infotainment mewawancarai beberapa artis yang telah nonton film tersebut dan pendapatnyapun beragam, tergantung dari sudut apa yang ingin dikomentari. Pasangan selebriti Hanung Bramantyo (sutradara) dan Zaskia Mecca (pemain sinetron/film) berpendapat bahwa dengan nonton film 2012, kita jadi ingat bahwa kekuasaan Allah tiada bandingan. Kita jadi diingatkan untuk selalu mengingat kepada Sang Pencipta.
Kontroversi pelarangan akhirnya menghiasi berita-berita di media cetak dan elektronik dalam mengimbangi berita Rekomendasi Tim 8 yang sudah disampaikan kepada SBY, terkait dengan status dua pimpinan KPK yakni Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah.
Marilah kita melihat segala sesuatunya dari helicopter view bukannya dari salah satu aspek saja.

Jakarta, 23 November 2009
http://www.sentilan.blogspot.com

Wednesday, 4 November 2009

Hari Ini Mereka, Mungkin Saja Kita Yang Akan Jadi Mereka Selanjutnya

Sebut nama Prita....orang langsung ingat seseorang ibu yang berkeluh kesah di email dan (hingga kini) berujung di kursi pesakitan (baca:terdakwa) pengadilan. Setelah itu Aguswandi seseorang yang berjuang dan menuntut HAK nya saat ini sedang mendekam di tahanan dengan tuduhan pencurian listrik, sedangkan menurut Aguswandi, dia hanya charging battery HP-nya.

Apabila ada yang belum mengetahui siapa Aguswandi, beliau adalah pembeli rumah susun (apartment) di kawasan Jakarta dan menginginkan hak-nya yakni sertifikat atas rumah susun yang dibeli olehnya sejak beberapa tahun belakangan ini. Berhadapan dengan perusahaan pengembang rumah susun, hingga kini belum mendapat kepastian hukum.

Terakhir, kita mendengar dan menyaksikan pimpinan salah satu lembaga tinggi negara kita dimasukkan ke penjara akibat penyalahgunaan wewenang (atau percobaan penyuapan atau pecobaan pemerasan...silahkan pilih salah satu....hehehe). Tadi malam di salah satu acara TV swasta, staf ahli Hukum Polisi menyatakan alasan penjeblosan ke tahanan karena dua piminan non aktif tersebut di duga masih dapat mengakses untuk menghilangkan barang bukti yang dapat memberatkan mereka di pengadilan. (besok...ada alasan lain..??...wallahualam)

Marilah kita semua mulai berhati-hati dalam berkirim email dan charging HP apabila tidak menginginkan masalah di kemudian hari. Kecuali anda memiliki Uang banyak untuk membayar denda tidak usah mempermasalahkan hal-hal sepele di atas. Waspadalah...waspadalah....

Jakarta, 5 November 2009
http://sentilan.blogspot.com

Thursday, 22 October 2009

Selamat Bertugas Para Pemimpin Rakyat

Sejak minggu lalu tayangan televisi khususnya Metro TV dan TV One ramai membicarakan calon-calon menteri yang dipanggil ke Cikeas untuk menjalani Fit and Proper Test. Bahkan ketika menteri-menteri diumumkan oleh Presiden beberapa hari yang lalu, kru-kru televisi stand-by di rumah-rumah para calon tersebut untuk menyaksikan secara langsung reaksi dari calon menteri dan keluarganya. Reaksinyapun beragam, ada yang bertepuk tangan, ada yang bersyukur, ada yang mendapatkan peluk cium dari segenap keluarga, dan sebagainya. Inti dari reaksinya adalah senang.

Saya lalu teringat pada zamannya Rasulullah. Ketika para sahabat diberi tugas atau jabatan, merekapun menangis karena takut tidak amanah dan adanya pertanggungjawaban di hari akhir nanti. Sayapun jadi teringat akan kisah Khalifah Umar bin Abdul Azis. Beliau sempat menolak jabatan tersebut hingga akhirnya beliau berkata Wahai sekalian umat manusia! Sesiapa yang taat kepada Allah, dia wajib ditaati dan sesiapa yang tidak taat kepada Allah, dia tidak wajib ditaati oleh sesiapapun. Wahai sekalian umat manusia! Taatlah kamu kepada aku selagi aku taat kepada Allah di dalam memimpin kamu dan sekiranya aku tidak taat kepada Allah, janganlah sesiapa mentaati aku

Meskipun Khalifah Umar bin Abdul Azis memerintah dalam waktu yang singkat yakni 2 tahun, namun beliau dapa. Tapi, seluruh negeri mendapatkan keadilan. Bahkan, ketika menjelang usainya ramadhan, tak lagi ditemukan di seluruh negeri, rakyatnya yang berhak mendapatkan zakat. Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang alim, adil, dan ahli zuhud.

Semoga saja para pemimpin baru kita mencontoh beliau dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam masa jabatan mereka dengan mengedepankan kepentingan rakyat semata. Insya Allah

Ciputat, 22 Oktober 2009

www.sentilan.blogspot.com

Sunday, 11 October 2009

Apakah Kanker Penyakit Langka ?

Assalamualaikum,

Dalam beberapa bulan belakangan, mendengar kata penyakit kanker seperti halnya mendengar penyakit umum lainnya. Betapa tidak, dari tante, saudara sepupu, istri teman SMA, tetangga teman SMA hingga anak dari teman kantor, semuanya mengidap penyakit tersebut.

Fenomena apakah gerangan ini? Apakah ilmu kedokteran yang semakin canggih hingga dapat mengetahui penyakit secara detil? ataukah pola hidup manusia yang makin tidak sehat dan menyebabkan mudah berkembang biak sel-sel kanker? Belum ada penelitian tentang itu kecuali testimoni dari penderita-penderita kanker itu sendiri.

Hingga saat ini dari sudut pandang medis, kemoterapi merupakan "obat" yang paling mujarab. Namun pengobatan alternatif lainnya tetap menjadi pilihan seperti pengobatan dengan herbal (terapi buah sirsak, terapi buah mengkudu (tahitian noni), akupuntur dan akupresur, dan lain-lain.

Beberapa literatur atatu artikel yang pernah ada menyebutkan bahwa penyebab seseorang terkena penyakit kanker disebabkan oleh pola makan, pola hidup, lingkungan dan faktor genetik (keturunan). Lima tahun yang lalu, jarang sekali kita menemukan penderita penyakit kanker.

Semoga saja semua penderita penyakit ini dapat sembuh total, khususnya orang-orang "disekelilingku."

Wassalam

Ciputat, 11 Oktober 2009

http://www.sentilan.blogspot.com

Monday, 14 September 2009

Antara Cicak, Buaya dan Godzilla

Eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanyalah tinggal hitungan waktu saja. Mengingatkan kembali pada beberapa tahun yang lalu, dimana Komisi atau badan yang memiliki tugas serupa yang akhirnya hilang ditelan waktu seperti Tim Pemberantasan Koperasi (TPK), Komisi Pengawas Kekayaan Pejabat negara (KPKPN), dan Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK).
Kinerja KPK apabila dibandingkan yang lainnya, sangat baik. Indikatornya adalah banyaknya pejabat-pejabat publik yang disidangkan dan akhirnya diputuskan bersalah di pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi). Gebrakan dari KPK makin hari makin terlihat hasilnya. Meskipun begitu ternyata Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Banyak yang merasa sepak terjang KPK yang menjadi Lembaga Super Body khawatir karena tingginya wewenang yang diberikan kepada lembaga ini.
Kebingunganpun melanda di kalangan anggota DPR (yang notabene-nya yang merancang lembaga ini) karena banyaknya dari rekan sejawat mereka yang sudah masuk penjara tersandung kasus tindak pidana korupsi. Masalah wewenangpun sudah mulai terjadi irisan antara KPK dengan pihak Polisi dan Kejaksaan.
Sampai akhirnya di berbagai media massa muncul istilah Cicak untuk KPK, Buaya untuk Kepolisian serta Godzilla untuk Kejaksaan Agung. Media massapun ramai menggiring opini publik sesuai dengan tujuan mereka masing-masing.
Apapun istilahnya yang beredar di masyarakat, hanya satu keinginan masyarakat yakni menjunjung tinggi hukum yang di republik ini dan berlangsungnya pengadilan yang jujur dan adil. Ingatlah, pengadilan yang abadi dan PASTI adil hanya ada di akhirat.

Jakarta 14 September 2009
http://www.sentilan.blogspot.com

Sunday, 23 August 2009

Kecemasan Berlebihan....

Beberapa hari belakangan ini saya merasa prihatin dengan berita-berita kecemasan yang berlebihan dari polisi dan masyarakat tentang terorisme. Bagaimana tidak, mereka curiga dengan orang-orang yang menggunakan baju tertentu seperti celana panjang yang agak cingkrang (di atas mata kaki), berbaju gamis, menggunakan jilbab (apalagi sampai bercadar). Setiap warga negara bebas dan merdeka dalam menjalankan kehidupan beragama mereka dan cara mereka berbusana pun sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing.
Paling prihatin yang saya simak adalah tentang 17 WN Philipina yang diamankan oleh Polisi karena karena pakaian mereka dan setelah diamankan mereka didakwa menyalahgunakan visa mereka karena mereka berdakwah sedangkan visa mereka untuk kunjungan turis biasa. Sepanjang pengetahuan saya, mereka adalah muslim yang sedang melakukan syiar islam dan bersilahturahmi dengan sesama muslim yang ada di Indonesia.
Apabila mereka mau datang ke Indonesia dan akan menebar teror kenapa mereka harus berpakaian yang berbeda dan gampang dicurigai oleh semua orang yang melihatnya? Kemudian kenapa mereka harus bergerombol dan rombongan? Sepengetahuan saya, yang namanya teroris itu mereka sangat tidak terlihat oleh kasat mata dan membaur dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Terakhir berita di Kompas Minggu hari ini, sebuah keluarga yang berdomisili di Balaraja hampir dihakimi massa dan diinterogasi oleh polisi setempat di kawasan Serang hanya karena mereka menggunakan busana celana cingkrang, berpeci, berjanggut, yang wanita bercadar. Mereka diturunkan oleh Bis yanfg ditumpanginya tidak sesuai dengan tujuan awal. Mereka beribadah di masjid dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Alhamdulillah, tidak sampai terjadi sesuatu apapun. Namun hendaknya kita memberikan informasi kepada masyarakat dapat dipilah-pilah sesuai dengan tingkat pendidikan dan intelektualitasnya. Komunikasi yang baik adalah keberhasilan memberikan informasi ke target audience. Semoga kita dapat memberantas teror dengan baik dan tidak berlebihan melakukan reaksi.
Selamat Berpuasa.

Ciputat, 23 Agustus 2009
www.sentilan.blogspot.com

Monday, 17 August 2009

Apakah UASBN Memang Cara Yang Paling Tepat Dilakukan?


Hari Sabtu yang lalu (15-8-09), saya diundang ke pertemuan wali murid yang khusus untuk murid kelas 6 SD. Sebenarnya berat hati ini untuk pergi jam 1/2 delapan pagi dengan mengorbankan waktu santai. Namun niat untuk mendapatkan informasi tentang tips menghadapi UASBN tahun depan mengalahkan segalanya.

Awal pertemuan berlangsung terasa lama karena hanya berisi seremonial belaka. Setelah dibuka sesi presentasi dan diskusi yang dipandu oleh seorang Psikolog, keadaan menjadi lebih 'hidup' dan bersemangat. Inti dari presentasi (mudah-mudahan ga terlalu beda dengan yang sesungguhnya) adalah:
  • Orang tua hendaknya belajar menjadi pendengar aktif
  • Harapan orang tua harus melihat kemampuan dan potensi anak
  • Memberikan waktu rekreasi dalam rangka menghindari potensi stress akibat kurikulum sekolah yang membebaninya
  • Mengenali lebih dalam perilaku anak khususnya di rumah dan di sekolah
  • Kita wajib memberikan peraturan dan jadwal harian (kalau perlu dalam bentuk tertulis) kepada anak agar dapat mengurangi miskomunikasi antara anak dan orang tua.
  • Hendaknya tetap tegas dan disiplin atas pelanggaran setiap aturan yang disepakati bersama.
  • Penerapan Punishment dan Reward diharapkan dijalankan konsisten oleh orang tua. Berikan penghargaan atas setiap pencapaian prestasi sekecil apapun dan juga sebaliknya untuk memberikan punishment atas setiap pelanggaran.
  • Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, kenali potensi mereka dengan baik. Anak yang underachiever (potensi tinggi namun tidak dapat mengembangkan prestasinya) hendaknya diberikan perhatian lebih agar tidak menjadi inferior (minder) dan bisa berprestasi dengan baik
Akhirnya saya bersyukur sudah dapat hadir di acara tersebut, bahkan sempat mengajukan pertanyaan berkaitan dengan kemampuan anak yang menurut pendapat saya underachiever. Sayangnya jawaban beliau belum tuntas karena waktu yang sangat terbatas.

Adapun pertanyaan kepada beliau adalah: Kenapa hanya IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia saja yang diujikan di UASBN? padahal tidak setiap anak menggemari 3 mata pelajaran tersebut? Menurut saya hal ini tidak FAIR sebab anak saya memiliki potensi di luar 3 mata pelajaran tersebut. Bagaimana cara mengatasinya? Tanyakanlah kepada "Rumput Yang Bergoyang" kata Ebbiet G Ade

10.17 PM, Ciputat, Pondok Ranji.

http://sentilan.blogspot.com