Wednesday, 16 November 2011

Hati Hati Berbicara

Beberapa waktu yang lalu bangsa Indonesia kehilangan salah seorang negarawan yakni Moerdiono atau biasa di kenal dengan sebutan Pak Moer. Beliau merupakan seorang mantan mentri di era Orde Baru. Hebatnya lagi beliau bertahan sampai beberapa periode pemerintahan. Gaya bicaranya sangat pelan dan hati-hati sewaktu berbicara dengan wartawan. Kalau sempat melihat beliau berbicara mungkin kita sangat geregetan sekali kala itu. Namun anehnya kalau berbicara di depan wartawan gaya bicaranya sangat jauh berbeda menjadi lancar dan lugas.

Suatu ketika setelah beliau tidak lagi menjabat sebagai mensesneg, dia menjelaskan kenapa cara berbicaranya terkesan sangat lambat dan sangat hati-hati. Rupanya beliau berusaha untuk tidak salah berbicara di depan wartawan karena dampaknya sangat kurang baik bagi masyarakat umum. Mungkin juga hal ini karena situasi dan kondisinya zaman orde baru tidak sebebas bicara seperti saat sekarang kali yah??


Saat ini adalah zaman kemerdekaan orang berbicara secara bebas bahkan sangat kebablasan karena mereka yang berbicara tidak pernah memikirkan dampak akibat omongannya. Tidak perduli orang akan marah, benci, kesal dan sebagainya yang penting adalah saya sudah plong  bicara yang menjadi uneg-uneg di dalam hati. Hampir hilang yang namanya toleransi, kalau tidak sama pendapatnya atau tidak sepaham dengan kelompoknya tinggal hantam kromo saja....beres. Kondisi ini makin diperparah oleh para penegak hukum kita juga.

Terkadang saya melihat orang-orang berkendara di jalanan sangat enteng banget mencaci orang lain kalau kendaraannya menghalangi laju kendaraannya malahan beberapa kali saya melihat dengan jelas orang yang salah malah lebih galak daripada yang bener. Istilahnya yang salah jadi bener, yang bener jadi salah deh akhirnya.

Kembali ke pembahasan utama yakni berhati-hati dalam memberikan komentar baik di media cetak, media sosial, maupun media elektronik. Terkadang ada juga wartawan atau reporter 'nakal' yang mengedit sebuah wawancara hingga menjadi potongan2 jawaban yang disambung agar dapat menjadi 'headlines'. Jangan sampai menambah permusuhan karena ingin mendapatkan sebuah berita yang heboh. Untuk nara sumbernya juga mbok ya dipikirkan 2-3 kali sebelum memberikan statement dan jawaban agar tidak menambah musuh baru....Semoga kita selalu berhati-hati berucap.......aamiin...

NE

21 comments:

nh18 said...

"Bad News ... is a Good News ..."
Sudah saatnya ditinjau kembali kesahihannya ...

TARPS/GRP ? Rating Point ? Oplah ? Sirkulasi ? Reach ? dsb ...
memang harus tinggi ...
untuk tetap
bertahan tayang ...
bertahan terbit ...
bertahan mengudara ...

namun saya rasa ada banyak cara lain untuk mencapainya ...

Salam saya Pak Neck

Imelda said...

Kalau di Jepang, menteri salah bicara.... langsung mundur! Ngga akan bisa bertahan lama hehehehe.

NECKY said...

itu dia pak...saya sekarang semakin berhati-hati menanggapi sebuah headlines berita karena bisa jadi untuk sensasi belaka....acara kick andy tidak harus menjual berita murahan namun banyak sekali penggemarnya.....

NECKY said...

mbak Em...jangan salah ngomong kalau saya lihat di Tv...baru terindikasi menerima uang suap yang nilainya tidak seberapa aja...langsung mundur yah??....kalau disini...udh divonispun masih tunggu keputusan hukum tetap....

Lidya - Mama Pascal said...

Pak Moerdiono itu kalau bicara lambat karena mimilah kata dan kalimat yang tepat supaya tidak salah mungkin ya

Bibi Titi Teliti said...

Bang...
tenang aja... sebagai seorang seleb...aku selalu berusaha untuk jaga omongan kok...*apaan sih?*

Orin said...

Pernah nonton Pak Moer jg di acara maja Najwa mas, dan bicaranya lancar2 saja, memang sengaja bicara ekstra hati2 saat menjabat dulu ya...

NECKY said...

mbak lidya...betul banget tuh kayaknya

NECKY said...

erry....huahahahaha....elo tuh baru muncul karena kehabisan film baru yah???....mana rekaman komtung yg kedua??

NECKY said...

orin....tuh khan beda banget deh gaya bicaranya...sebaiknya seorang pejabat tuh jangan ngomong saenake udel kalau kata pakde cholik

bunda Lily said...

setuju Necky ...
berbicara kudu hati2, jgn sampai menyakiti orang lain ...

bila kita menjaga lidah kita, insyaAllah lidah kita akan menjaga kita juga...
salam

ais ariani said...

eh bener juga ya Pak, baru sadar aku soal Pak Moer almarhum. emang yang paling inget dari almarhum adalah cara dia berbicara.

dulu waktu kecil suka gregetan kalau Almarhum muncul di TV. tapi baru sekarang ngeh soal niatan itu.

eh tapi kalau aku liat pak Moer sebelum meninggal kok yang keinget soal Popy Darsono yah?
*healaaaah......

Nchie said...

Paling males kalo nonton berita,ada pejabat yang banyak ngomong,mendingan diam aja,dari pada saling menyalahkan..

SAlut sama Pak Moer Alm,cara bicaranya memang khas ya Bang..

Lyliana Thia said...

jd ingat pesan Nabi, "berbicaralah yg baik atau diam"

alangkah baiknya ya qta berfikir dulu sebelum berbicara.. atau mengetik.. seperti di komen ini.. *mudah2an nggak salah ngomong - eh salah ketik* hehehe...

niee said...

Kok aku jadi ingatnya popy darsono yak mas.. hahaha *gosip mode on*

NECKY said...

ais...ternyata pernah perhatiin juga ya

NECKY said...

nchie...enakan BW yah dari pada baca berita ga jelas??

NECKY said...

thia...kalau salah ketik khan bisa kita ralat langsung lho....hehehe

NECKY said...

niee...ooops...jangan gosip ah... ga bagus...

dmilano said...

Saleum,
Saya sempat mikir bahwa Pak Moer itu memang demikian adanya kalau berbicara, ternyata karena ingin berhati - hati toh. saya bisa mengerti keadaan waktu itu yg tidak seperti jaman sekarang, demokrasi yg siap2 dibuat sakit hati...

saleum dmilano

Asop said...

Wah, benar Om, jaman sekarang terutama bagi public figure atau politisi, keseleo lidah alias salah ucap bisa membawa bencana bagi dirinya sendiri atau kelompoknya. :(