Tuesday, 12 June 2012

KRL Mania

KRL di Tanah Abang
Seperti janji di postingan dinamika milis dan  sebagai pengguna KRL setiap harinya, saya bersama ratusan ribu pengguna lainnya sudah 'kenyang' dengan segala pernak-pernik kereta. KRL datang terlambat sudah bukan rahasia lagi karena kejadian itu hampir setiap hari terjadi. KRL dengan penumpang super padat dalam ruangan yang ditutup rapat tanpa ada pendingin ruangan memadai membuat peluh dan keringat mengucur deras membasahi baju kerja.

Sebagai pengguna KRL yang merasa senasib, kemudian membuat satu media komunikasi mailing list (milis) diantara sesama pengguna dengan nama KRL Mania sejak tahun 2006. Media milis ini berbasis kebersamaan, adu argumentasi diantara sesama member milis sudah sering terjadi. Dinamika ketidaksesuaianpun tidak bisa dihindari, ada yang langsung mundur dari milis karena merasa tidak sepaham lagi. Namun banyak juga yang masih bertahan dan menjadi silent reader. Ada juga yang merasa ingin mundur dari milis tapi sangat sulit keluarnya.
Puncak kekesalan pengguna KRL di milis sejak diberlakukan sistem Loop Line atau sekarang lebih dikenal oleh masyarakat umum adalah Commuter Line (Comline). Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI)/Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) mendapatkan sebuah penghargaan dari sebuah institusi karena dinilai berhasil membuat inovasi-inovasi namunpada kenyataannya inovasi di lapangan malah lebih banyak membuat pengguna Comline menjadi menderita.

Ide untuk meningkatkan jumlah penumpang dari 400rb perhari (saat ini) menjadi 1.2jt per hari dalam beberapa tahun kedepan dengan memberhentikan semua Comline di setiap pemberhentian/stasiun membuat penambahan pengguna lebih banyak. Sayang sekali tingginya animo masyarakat menggunakan moda transportasi ini tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas gerbong kereta. Pemandangan kereta super padat dan banyak penumpang yang harus menunggu kereta berikutnya karena tidak muat lagi merupakan sebuah hal yang menjadi rutin terjadi.

Dialog secara terbuka untuk meningkatkan pelayanan dengan manajemen pengelola KRL yakni PT KAI/KCJ sudah sering dilakukan namun hingga saat ini realisasinya masih jauh dari Standar Pelayanan Minimum (SPM). Hingga akhirnya milis sepakat mention di twitter dgn #krlsakit untuk setiap update keterlambatan jadwal, AC yang panas, penumpang menjadi terlantar karena ada gangguan sinyal, gangguan listrik atas, dsb.

Kebetulan lagi ada account twitter meneg BUMN yakni Dahlam Iskan yang ikutan di mention oleh moderator @krlmania maupun pengguna KRL lainnya. Puncak ketidakberesan terjadi beberapa minggu yang lalu saat hampir seminggu penuh jadwal KRL jurusan Bogor mengalami gangguan yang hebat. Tidak sedikit pengguna KRL yang jadi terlambat masuk ke kantor karena gangguan tersebut. Akhirnya sang menteri mengundang jajaran manajemen yang terkait dengan kereta untuk membahas KRL agar lebih baik. Sang menteri menyatakan banyak ide mengumpulkan orang2 di kantornya karena membaca twitter tentang KRL yang bertubi-tubi.

Meskipun begitu, tidak sedikit orang-orang mencela bahwa KRL Mania adalah milis sampah karena isinya banyak tentang makian dan kekesalan pengguna kereta. Bahkan masih hangat yang terjadi 2 hari yang lalu ketika ada gangguan KRL di jalur Bogor. Salah seorang pengguna baru sampai di rumahnya jam satu pagi padahal naik kereta dengan jadwal jam setengah sembilan. Ada seorang anggota milis yang memberi komentar harusnya bersyukur masih selamat di rumah. Kontan aja langsung jadi sahut2an dan ramai komentar dari anggota lainnya. Sampai2 ada yang melakukan investigasi siapa sebenarnya orang yang berkomentar tersebut. Hebatnya lagi, dia mendapatkan data2 dan membeberkan jati diri yakni salah seorang pegawai KCJ.

Salah satu anggota milis yang agak berbeda pandang dalam melihat setiap masalah kereta akhirnya emosi dan sampai-sampai ngajakin ketemuan salah seorang anggota lainnya untuk ketemuan langsung untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata. Saya sangat menyayangkan kejadian seperti itu sebab saya yakin orang-orang tersebut berpendidikan tinggi dan memiliki intelektualitas yang mumpuni tapi masih saja mudah tersulut emosinya. Bukan itu saja, keduanya saya yakin punya tujuan yang sama yakni terselenggaranya KRL dengan nyaman dan aman bagi semua pengguna. Lantas jadi berpikir, gimana ngurus negara yah????

NE

16 comments:

Nchie Hanie said...

Iya ya, terkadang orang merasa terlalu pinter kali BAng, jadi gambang tersulut emosi..
padahal hati boleh panas tapi kepala harus adem *kebalik ga sih* hihiih..

Imelda said...

Kurasa perlu banyak belajar dari Jepang deh. Dulu pasti Jepang mengalami masa "trouble" spt itu. Butuh waktu lama utk mengatur jadwal, apalagi line kereta di tokyo begitu banyak.... (Duh kok jadi terpikir meneliti ttg kereta Jepang ya hahaha... kemaruk nih aku)
Sekarang memang kereta Jepang amat nyaman. Keterlambatan yg terjadi biasanya krn ada bunuh diri/gangguan listrik. Tapi seandainya penyelesaiannya lama, maka pihak kereta akan menyediakan bus khusus :)

hmmmm.... aku pernah punya pengalaman tidak bisa pulang naik jalur yg sama krn kereta keluar dari relnya. tapi ya itu satu kali saja sih

Lidya - Mama Cal-Vin said...

agar perkeretaapian dinegara kita bisa bagus harus didukung semua pihak ya

NECKY said...

nchie....tapi saya ga pernah lihat blogger2 di komunitas warung blogger yg aneh2 lho...seperti semuanya bersaudara aja deh.....hehehehe ya khan???

NECKY said...

mbak EM....sebenarnya banyak banget orang2 yang mau belajar. Malah seorang direktur MRT Jakarta, yang mau bangun MRT, malah memberikan pujian karena dia mendapatkan banyak sekali masukkan dari komunitas ini. Menurutnya data dan informasi ini dia dapatkan secara free...ga perlu kajian konsultan segala.
Seandainya banyak orang seperti dia, saya yakin negri ini akan lebih maju dalam waktu yang singkat....ga alergi akan kritik dan saran. Semuanya itu sebenarnya untuk perbaikan kinerja perusahaan mereka sendiri khan...

NECKY said...

mbak Lidya...belum ada NIAT yang sungguh2 dari pemerintah Indomesia untuk menyelenggarakan transportasi publik yang nyaman

ke2nai said...

nah itulah kadang gak enaknya di dumay... Mungkin kalo ada peribahasa "mulutmu harimaumu", di dumay juga hrs ada peribahasa "jarimu harimaumu". Kadang suka ada aja org2 yg gak bisa jaga emosinya.. Seenaknya aja ketak-ketik, msh harus byk belajar berdiskusi yg baik

Btw, sy ngurus anak 2 aja kadang suka ada aja ribet2nya.. Antara waktu masih punya anak 1 sm anak 2 tingkat ribetnya beda.. Jd suka ngebayangin kalo jd pemimpin negara yg hrs ngurusin ratusan juta org dg segala tingkah lakunya.. Ribet bgt kayaknya Haha..

DewiFatma said...

Jadi ribet gitu urusannya, Mas.. Gara-gara kereta api kok malah jadi berantem.

Saya nonton tuh berita ttg ribuan penumpang KA yg terlantar itu. Ribuan orang telat ngantor. Indonesia mesti banyak belajar dari negara lain, ya. Tapi (lagi) kan 'mereka' sering studi banding ke mana-mana, kok masih nggak ada hasilnya ya? :P

Udah Mas, pindah ke Bintan aja, enak, kemana-mana naik motor :D *saran yang bahlul*

Nh18 said...

Euphoria reformasi membuat sementara orang jadi lepas njeplak demikian saja ... Tanpa didukung dengan struktur berfikir yang logis dan terstruktur ...
Pokoknya njeplak ... Ngomong ... Puas ...

Akhirnya ya jadi gitu deh


Salam saya pak neck

NECKY said...

bunda ke2nai....baru ngeh peribahasa di dumay agak berbeda yah?.... hehehehe
Apalagi kalau kita menghadapi orang yang kaku seperti tembok lho, mau kita kasih kritik dan masukkan tetap aja ga ngaruh apa2 untuk ada perbaikan....

NECKY said...

dewi...tahu tuh...udh tuwir bukannya insap...malah nantangin orang... weleh2...waktu mudanya kemana aja sih?? apa telat puber kali yah bu??

Bintan ga krl yah?? ga mau ah...kita khan cinta krl meskipun kita complaint terus....hahahaha

NECKY said...

mungkin juga karena selama puluhan tahun ga bisa mengeluarkan pendapat ya om. Jadinya euphoria deh.... waduh....mudah2an saya ga gitu lha om

@zizydmk said...

Kadang pendidikan tinggi belum jaminan juga bisa berbicara wise..
Tinggi hati berpengaruh dalam hal ini.

@zizydmk said...

Kadang pendidikan tinggi belum jaminan juga bisa berbicara wise..
Tinggi hati berpengaruh dalam hal ini.

NECKY said...

zee...tingginya pendidikan seseorang memang tidak selalu berbanding lurus dengan cara berpikir dan etika berbicara mereka..... gw setuju banget sering kali tinggi hati menjadi faktor utama

niee said...

ternyata comline byk bermasalah yak mas.. yg aku dengar dr pintianak dan irg awam malahan cl itu tepat waktu dan nyaman.. hmmm.. perlu dipertanyakan lagi deh yg memberi berita..