Thursday, 20 October 2016

Nasi Uduk .........

Ini bukan mau bahas Nasi uduk, tapi seorang lelaki yang saya yakin lebih tua dari saya umurnya. Saya hampir setiap hari melihat si bapak penjual nasi uduk (tergantung rute sih) setelah mengantar anak saya yang bersekolah di kawasan tanah kusir. Sewaktu pertama kali melewati si bapak dengan jualannya, saya belum yakin dia jualan apa. Namun setelah bebrapa kali lewat akhirnya saya apat kesimpulan kalau beliau jualan nasi uduk.

Kalau mau jujur, perjalanan dari rumah ke kantor pasti saya melewati belasan penjual nasi uduk. Tapi sosok lelaki itu yang membuat jadi perhatian saya. Kegigihan dan keuletan meskipun sudah terlihat banyak umurnya tidak menghalangi beliau. Setelah beberapa kali gagal mampir akhirnya hari ini saya berkesempatan mampir.
Turun dari sepeda motor, beliau dengan cekatan menyapa dengan hangat. Setiap tutur kata beliau, sungguh sangat menyejukan hati. Saya ga tahu apakah karena saya merupakan pembeli pertama hari ini makanya beliau begitu hangat menyapa pembeli ataukah ini merupakan prosedur umum yang digunakan si bapak dalam bertransaksi? Yang pasti saya jadi sangat senang beli nasi uduk di tempat itu.

Ketika meninggalkan tempat itu, tidak lupa si bapak mendoakan saya agar selamat di jalan, mendapatkan keberkahan atas rizqinya, dan lain-lain yang intinya sangat positif. Saya yakin beliau tidak terpengaruh riuh rendah sosial media ataupun keriuhan di TV tentang pemilihan kepala daerah. Saya sungguh beruntung bisa mampir dan mendapatkan doa yg tulus dari si bapak meskipun hanya membeli sebungkus nasi uduk plus gorengan.

Ada hikmah yang saya ambil dari sikap si bapak meskipun hanya beberapa menit dalam berkomunikasi dengan beliau.
  • Tetap semangat dalam usia yang tidak dapat dhitung muda lagi. Saya jadi malu karena semangat ini suka menurun drastis apabila menemui kendala dalam berniaga (meskipun saat ini masih jadi pegawai)
  • Menghargai dan mendoakan pelanggan dengan tulus, meskipun saya baru pertama kali berjumpa. 
  • Selalu bersyukur dengan rizqi yang diterima dengan mudah terlihat dari raut muka si bapak dalam melayani pembeli.
Semoga si bapak selalu dalam kesehatan yg baik sehingga dapat berniaga terus dan mendapatkan keberkahan dari setiap rizqi yang diterima dari profesinya. Selamat menunaikan ibadah sholat Jumat kepada yang menjalankan ......

Jakarta 21 Oktober 2016

Note: ternyata karena bertemu dengan si bapak penjual nasi uduk yang membuat saya menulis kembali.....

No comments: