Thursday, 17 January 2019

Kisi-Kisi Versus Bocoran

Akhirnya saya buka puasa dengan memulai menulis lagi.Semangat ini timbul antara lain karena om enha juga mulai menulis lagi. Beliau salah satu rekan blogger sedari awal mulai menulis yang kebetulan tinggalnya masih berdekatan dan sekolah anaknya (dulu) satu sekolah dengan anak2 saya. Beberapa kali kita kopdar ga sengaja di sekolah anak2 pas ambil raport..

Back to tulisan yang ingin dibahas yakni tentang Kisi-Kisi versus Bocoran. Awalnya sih dari kejadian salah satu anak sekolah namun berhubung adanya pilpres yang ramai tentang kisi-kisi pertanyaan, akhrnya memantapkan kembali menulis.

Berawal dari kegiatan belajar bersama (grup belajar) yang digawangi anak tersebut. Sudah lebih dari setahun anak tersebut punya grup belajar yang secara berkala selalu berkumpul baik saat menghadapi UTS atau UAS dan UH. Setiap pamit pergi belajar selalu lapor kepada orangtuanya mau belajar di rumah si anu. Beberapa kali koq tempat belajarnya bukan tempat biasa dia belajar. Orangtuanya iseng tanya koq belajarnya pindah? Jawabnyapun diplomatis...ingin cari suasana baru aja.



Usut punya usut akhirnya si anak mengakui karena terjadi situasi yang kurang mengenakan gegara ada salah seorang rekan belajar membawa soal-soal untuk dibahas bersama. Si anak mulai curiga saat mendapati kalau soal2 yang dibahas sehari sebelumnya koq 'sama' dengan soal ujian. Dia lantas menanyakan hal tersebut dari mana dia mendapatkan soal2 itu....karena tidak ada ketidakjelasan asal usul soal2 lantas si anak mohon maaf kepada rekan2 yang lain kalau untuk ujian itu dia belum bisa ikut belajar bersama.

Melihat dari situasi seperti itu, kita bisa saja bilang kalau soal-soal tersebut merupakan Kisi-Kisi soal ujian. Apakah memang begitu cara mainnya Kisi-Kisi? Di sisi lain, ada juga yang berpendapat itu merupakan bocoran. Sudah tidak Fair lagi saat kita menggunakan bahan 'bocoran' untuk belajar bersama.

Kembali ke kisi-kisi,apakah secara etis itu masih dalam rangka mendidik? Apakah kisi-kisi itu sama dengan bocoran yang membuat anak-anak jadi malas? Kita kembalikan kepada individu masing2 untuk menjawabnya. Namun begitu ada juga yang menganggap bahwa Kisi-kisi itu identik dengan bocoran.... well silahkan beri komentar sendiri.

Beberapa hari menjelang Debat Prsiden tadi malam, sudah ramai tentang masalah Kisi-Kisi karena panelis disuruh menulis daftar pertanyaan yang kemudian disatukan atau dikumpulkan kepada KPU. Di ILC (Indonesia Lawyers Club) sempat mengangkat tema yang berkaitan dengan Kisi-Kisi, dimana masing2 Tim Sukses Paslon 01 dan 02 saling menunjuk hidung pihak lawan yg meminta Kisi-Kisi pertanyaan. Kubu 01 menjelaskan bahwa yang meminta adalah kubu 02. Sedangkan netizen di dunia maya menunjuk kubu 01 yang minta. Hingga habisnya acara ILC masih banyak pertanyaan2 di benak pemirsa.

Melihat debat capres tadi malam,saya ga mau ambil kesimpulan. Menurut anda, kubu mana yang minta kisi-kisi? Silahkan anda untuk menyimpulkan dan memberi penilaian masing2 setelah melihat penampilan kedua paslon tadi malam.

Ciputat 18 Januari 2018

No comments: