Tuesday, 27 September 2011

Tetap Ceria

Kemarin malam saya pulang menggunakan kereta ekonomi jadual yang paling akhir (jam 20.20) dengan sedikit buru-buru dan naik tangga. Dengan cepat karena saat menaiki tangga stasiun Tanah Abang sudah menunjukkan jam 20.18. Setelah berlari menuruni tangga, akhirnya saya selamat mendarat dan terdampar di gerbong paling depan.

Di gerbong ini ternyata menjadi tempat berkumpulnya para pedagang asongan, dari yang jual plester band aid 5 pcs seharga Rp.1000,- penjual poster, loper koran sore hari hingga penjual buah-buahan. Saya memperhatikan seorang pengamen cilik dengan gitar yang lebih besar dari badannya. Kalau tidak salah dia pernah diwawancara oleh Bung Andi F Noya di acara talk show "Kick Andy". Meskipun bernyanyinya kurang oke, tapi gayanya ngamen sangat meyakinkan orang yang melihatnya.


Suasana di gerbong saat itu lumayan ramai oleh tingkah polah beberapa pedagang yang sedang bercerita saat kereta ekonomi terbakar baru baru ini. Raut muka mereka jauh dari tingkat stress yang kita jumpai di kantor-kantor. Padahal jelas sekali bahwa penghasilan mereka ada kalau mereka berjualan. Keceriaan yang dipancarkan pada malam itu membuat saya jadi malu *untuk kesekian kalinya* untuk bermuka masam meskipun beban pikiran masih bertumpuk.

Sayapun jadi ikut tersenyum mendengar cerita mereka yang memang menghibur orang-orang di sekitanya. Rasa lelah mereka yang berjuang mendapatkan rezeki dari pagi tidak terlihat sama sekali. Saya tidak mengerti resep apa yang mereka jalankan hingga bisa membuat saya iri. Kejadian tersebut membuat rasa lelah saya jadi sangat berkurang tatkala memasuki pintu rumah. Terima kasih ya Allah yang telah memberi saya akal dan pikiran, sehingga saya bisa lebih bersyukur

NE

25 comments:

niee said...

Huwaa iya ya mas.. nikmat mana lagi yg kita dustakan? allah udab memberi kita nikmat yg tiada tara tapi kadang kita lupa.bersyukur..

NECKY said...

betul...betul....betul...niee...

vizon said...

Ada banyak pelajaran yang kita dapat dari setiap perjalanan ya Bang... Makanya, Allah memerintahkan kita untuk "membaca" alam ini, untuk pembelajaran buat kita agar bisa lebih bersyukur dan terpekur.. :)

Arman said...

harus lebih banyak bersyukur ya... :)

Bintang said...

Yup Necky, bener banget...terkadang saya juga suka malu hati, dikasih susah sedikit aja sudah mengeluh tidak putus-putus :(

Thanks sudah diingatkan lagi lewat posting ini, bahwa bersyukur itu, wajib hukumnya :)

NECKY said...

Alhamdulillah ...uda bahwa Allah masih memberi nikmat saya untuk tetap bersyukur dan bersyukur. Salam buat keluarga.

NECKY said...

bro arman...kalau kita sampai tidak bisa bersyukur maka kecenderungannya bisa sombong atau tinggi hati padahal ada istilah di atas langit ada langit

NECKY said...

bintang...mungkin saya sering menulis tentang bersyukur, mudah2an kita tetap bersyukur terus.... piss

Kakaakin said...

Mereka tau kapan harus berhenti dan beristirahat ya, Pak :D
Semoga kita bisa menjadi orang yang selalu bersyukur :)

Imelda said...

orang-orang yang sederhana itu mengajarkan untuk tetap bersyukur. Kita yang mungkin selalu bercita-cita menjadi orang sederhana, lebih memikirkan diri sendiri sehingga menjadi rumit ya....

Ceria harimu pagi ini Mas

sigulajawa said...

Kita memang harus belajar rasa syukur dari mereka ya Pak.

NECKY said...

kaka akin...merka mengajarkan kita kapan untuk bekerja keras dan menikmatinya....

NECKY said...

mbak EM...dengan ceria, mudah2an energi positif terus memayungi. Kalau udah energi positif yang ada di sekitar kita pikiran kita akan tenang dan ide2 yang baik akan bermunculan.....weleh koq jadi kayak motivator yah?? :-)

NECKY said...

sya...cara berpikir mereka yang sederhana membuat hidup ini tidak rumit seperti kebanyakan orang

Asop said...

Wah kalo ada penjual buah, saya mau buahnya! :D

Lidya - Mama Pascal said...

pelajaran bisa didapat dimanapun ya pak

Moko said...

Alhamdulillah... idem dengan bu Lidya. dmanapun kita berada ada pelajaran yg bisa kita dapat. buka hati, bersyukur dan berbagi

bundadontworry said...

Allah swt selalu punya cara sendiri utk membuat kita , hambaNYA selalui mensyukuri apapun yg diberikan NYA ya Necky

dgn kebetulan menyaksikan keceriaan orang lain, Necky pulang sampai rumah juga jd ceria ........alhamdulillah .
salam

NECKY said...

asop...harganya murah2 lho...kalo beli di atas kereta....

NECKY said...

lidya...dan moko....kita bisa memetik pelajaran kapanpun tapi terkadang kita yg tidak bisa melihatnya dengan mata hati kita...

NECKY said...

bunda...makanya saya lebih suka sebenarnya kalau pulang ke rumah tuh suasana hati sudah tidak terinfeksi kerumitan di kantor. Namun terkadang karena harus kejar tayang dengan jadual kereta, akhirnya mau tidak mau belum sempat cooling down harus sudah ada di stasiun....hehehehe

Orin said...

Tapi terkadang susah ya mas, memindahkan 'tombol' urusan kantor ke urusan rumah, tetep aja sering kebawa2 betenya :(

NECKY said...

orin...bener banget kalau bisa pake topeng, yang kita pakai di kantor bawaannya mau dilepas langsung begitu keluar pintu kantor khan?

Bibi Titi Teliti said...

Baaaang....
Gimana kabarnya niiiih...
Kalo mau bilang minal aidin udah basi belum yaaaaa...hihihi...
*bloger sesat yang mulai insyaf*

Bibi Titi Teliti said...

KAdang2 ketika kita mulai peka dan melihat sekeliling...banyak hal yang bisa mengingatkan kita untuk bersyukur ya bang...

*langsung matiin dvd drama korea dan mulai melihat sekeliling*