Saturday, 24 March 2012

Indahnya Teknologi

Beberapa tahun yang lalu apabila kita ingin pergi ke luar kota secara mendadak dengan menggunakan pesawat terbang agak lumayan repot. Apalagi kalau keputusan untuk ke luar kota setelah jam kerja alias sore menjelang malam. Belum banyak travel agent yang buka hingga larut malam atau 24 jam khususnya untuk di daerah pinggiran Jakarta.

Waktu itu saya pernah mengalami kondisi untuk mencari tiket pesawat terbang secara mendadak. Koneksi internet masih sangat jarang, baru dial-up lewat telpon di rumah. Mau browsing internet mencari travel agent penerbangan ga bisa cepat. Akhirnya sayapun memutuskan untuk mendatangi travel yang buka 24 jam agar bisa cepat-cepat booking tiket pesawat. Perjalanan dari rumah ke kantor travel bisa membutuhkan waktu yg tidak sebentar.
Beberapa hari yang lalu saya mengalami dejavu mencari tiket dadakan ke luar kota untuk istri karena ada saudaranya yang meninggal dunia. Saya mendapat kabar tersebut lewat sms dan saat itu sudah sore dan ndilalah...(bahasa Indonesia: sekonyong-konyong) HP abis batere. Jadi, keputusan untuk ke luar kota saat saya sudah berada di rumah jam 10 malam sedangkan rencana perginya subuh.

Dengan bergegas akhirnya saya langsung online untuk mencari website airline dan bertransaksi lewat web. Hanya dalam hitungan menit saya sudah selesai bertransaksi dan mendapat tiket pesawat secara online. Sampai-sampai istri saya hampir tidak percaya karena beberapa menit sebelumnya dia masih bingung apakah besok bisa berangkat subuh dan sesaat kemudian dia sudah terkonfirmasi untuk berangkat.

Kamipun jadi terlibat dalam pembicaraan bahwa teknologi itu memang sudah seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan hanya sekedar chatting dan browsing sehingga langsung merasakan manfaat dan keuntungan. Memang sih, kami bisa datang pagi-pagi sekali ke bandara dan go show untuk cari tiket di sana. Namun karena ingin mendapat kepastian berangkat, kami tidak mau ambil resiko itu.

Well....esensi teknologi mungkin tidak terlalu terasa bermanfaat tatkala kita hanya menggunakan untuk mengisi waktu akan tapi apabila kita menggunakan dalam keadaan kepepet....rasanya....maknyus....

NE

 

11 comments:

Imelda said...

betul mas...waktu mama meninggal juga kami pakai teknologi internet...sampai bayar online juga. Terasa sekali kegunaannya dalam hal mendadak begini.

Lidya - Mama Pascal said...

di sisi ini teknologi sangat membantu ya =pak

nh18 said...

Hakikatnya ...
Teknologi diciptakan untuk kebutuhan dan keinginan umat manusia ...

dan untuk kebutuhan mendadak yang satu ini ... memang kita harus sangat berterima kasih pada inovatornya ...

ini sungguh sangat membantu

salam saya Pak Neck

Sugeng said...

Setuju mas, tekhnologi untuk memudahkan kita dan saya kira itu sudah sunnatullah. Tidak mungkin jaman sudah maju kita (saat kepepet dan darurat) masih saja menolak untuk menggunakan tekhnologi. Jangan sampai gak mau menggunakan tekhnologi pulang kampung yang jarak jauh namun manggunakan kuda pedati :D

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

marsudiyanto said...

Bagi kita yang punya akses pada layanan berteknologi itu sangat beruntung, tapi sebagian besar masyarakat kita justru belum mampu untuk memanfaatkannya karena memang pemerataan belum jalan.
Ada banyak faktor. Mungkin secara materi mereka punya, tapi ilmunya yang belum ada. Yang menyedihkan adalah bagi mereka2 yg buat makan saja susah, apalagi kebutuhan untuk memanfaatkan teknologi, makin belum terpikirkan.
Salam!

Orin said...

iya ya mas, kalo dalam situasi spt itu terasa bgt betapa bergunanya teknologi..

Bibi Titi Teliti said...

kerasa banget canggihnya teknologi ketika aku udah gak perlu ngantri lagi kalo mau bayar apa apa bang...

semua cicilan dari rumah, kredit card, sampe bayar listrik...tinggal klik dari rumah....

yang parah adalah sesudahnya suka tergoda buat browsing dan akhirnya beli dvd online juga...hihihi...

vizon said...

Hal yang sama saya alami ketika ibu mertua meninggal dunia akhir 2010 yang lalu, Bang Necky.. Berita tentang kematian beliau, kami terima secara mendadap pukul 8 malam. Dan tentunya kami harus segera pulang ke Padang keesokan harinya. Alhamdulillah, berkat teknologi tersebut, kami bisa dapat tiket dengan mudah dan bisa berangkat pagi harinya.

Teknologi bagaikan pisau belati. Ia akan jadi bermanfaat atau tidak, tergantung orang yang memegangnya. Atau istilah kerennya, "man behind the gun". So, kita harus arif dan bijak dalam menggunakannya agar hidup menjadi lebih mudah dan nyaman, bukan?

niee said...

iyaaa.. aku juga ada pernah perlu banget tranfer uang sesegera mungkin.. padahal itu sudab malam dan ATM lumayan jauh.. utg ada sms banking.. jadi bisa langsunv transfer tanpa perlu pergi ataupun koneksi internet yg kebetulan tempatnya susah dapet signal gprs..

mylitleusagi said...

setujuuuuuuuuu
kalau baik buruknya teknologi itu tergantung dari orangnya

kalau dulu aku harus keluar rumah dulu buat belanja

sekrang cukup klikkk
jadi dah..

nicamperenique said...

jadi teringat saya, jaman internet blom marak, ketika ada keluarga yang kemalangan harus pulang segera, panik cari tiket. dan saya tampil (bak) peri penyelamat, karena bisa beli tiket on line hehhehe
klo diingat sekarang jadi lucu, ketara banget internet itu masih sesuatu yang gimana gitu deh masa itu :D