Saturday, 17 March 2012

Beban Hidup

Dalam kurun waktu seminggu ini, saya melihat dua orang (yg kebetulan keduanya perempuan) pingsan didepan mata saya. Yang pertama saat selesai sholat ashar di masjid belakang kantor. Begitu bubaran jamaah masjid, di belakang teman saya ada perempuan tiduran (atau tertidur) di tengah jalan. Teman saya yang terdekat dengan si perempuan juga agak panik dan bingung karena jalanan itu sebenarnya jalanan ramai lalu lintas kendaraan sebagai akses jalan tembus. Hal ini tentunya membuat sebuah mobil yang hendak melintas, terpaksa menghentikan kendaraan dan ingin ikut membantu menggotong ke dalam masjid. Namun oleh para jamaah yang baru bubar, si perempuan diungsikan dengan cepat.

Kejadian kedua terjadi saat di stasiun. Baru saja kereta menurunkan penumpang yang berhamburan ke luar stasiun, saya melihat perempuan tiba-tiba jatuh lunglai seperti kehabisan tenaga. Alhamdulillah para petugas di stasiun dengan sigap dan cepat menggotong perempuan tersebut ke kantor. Saya sempat melirik ke muka perempuan sejenak sebelum dibawa, terlihat dia seperti tidak kuat menanggung beban hidupnya meskipun tidak pingsan.

Kemudian sayapun jadi teringat akan berita-berita yang menyedihkan di media elektronik dan cetak tentang keputusasaan yang banyak membuat orang mengambil jalan pintas untuk melepaskan beban hidupnya dengan mengakhiri hidupnya. Bagi orang-orang secara ekonomi tercukupi mungkin beban hidupnya lebih ringan, begitu mungkin yang ada di benak orang-orang yang mengais rizqi dengan penghasilan mereka seharian cuma setara dengan harga secangkir kopi di starbuck.

Pernah saya berdiskusi dengan seorang teman tentang permasalahan apa yang paling berat menjadi beban hidupnya. Kesimpulannya beragam karena strata sosial masing2 masyarakat memiliki permasalahan berbeda pula. Sebagai contoh: seorang karyawan dengan penghasilan dibawah 3 juta per bulan dengan karyawan yang berpenghasilan di atas 10 juta per bulan.tentu tidak sama jenis masalahanya namun beban hidupnya bisa dikatakan sama2 berat.

Banyak cara pada sebagian orang untuk sekedar melepaskan beban hidupnya. Ada yang positif seperti meningkatkan keimanan, curhat dengan sesama teman, berkreasi meningkatkan pendapatannya, dan lain sebagainya. Namun tidak sedikit yang lari ke tindakan negatif seperti narkoba, minuman keras, hingga mengakhiri hidupnya dengan tragis dengan meloncat dari gedung tinggi dll. Apapun yang dipilih oleh kita, setidaknya kita harus siap menanggung akibat dari pilihan tersebut.

Keep Think Positive.....mungkin salah satu cara yang dapat kita lakukan agar terus dapat mengambil hikmah setiap kejadian yan terjadi

NE


32 comments:

Arman said...

iya setuju.. mesti terus berusaha positive thinking dan banyak2 bersyukur...

nicamperenique said...

beban hidup setiap orang jelas beda2, ah ... semoga kita tidak lekas berputus asa, seperti kata mas Necky, mesti terus berusaha dan berpikir positif.

dherdian said...

Saya sangat setuju dengan sikap yang pertama yaitu positif thinking yang diikuti dengan iman dan ketaqwaan, curhat kepada orang yang tepat sangat bermanfaat, jangan lupa kreatifitas dan pintar memanfaatkan peluang.Tuhan pasti akan memberikan rahmat dan hiayahnya kepada orang yang mau berusaha..... :)

Rubiyanto Sutrisno said...

Iya, setiap orang tentu mempunyai beban hidup, tinggal bagaimana menyikapi dan menghadapinya saja.

marsudiyanto said...

Keterlaluan lelaki penanggung jawab perempuan itu, karena ulahnya menyebabkan si perempuan menanggung beban sendirian.
Dan itu banyak terjadi, ketika lelaki tak bertanggung jawab itu pergi, maka tinggallah si perempuan berjuang sendirian demi kehidupan dirinya dan anak2nya

NECKY said...

bro arman....sorry nih lama ga mampir ke tempat elo....

NECKY said...

nique...jangan lekas berputus asa.... gw setuju banget ...ini salah satu kata kuncinya

NECKY said...

dherdian...mudah2an semua orang akan selalu memiliki pikiran yg selalu positif yah....

NECKY said...

rubiyanto...masalahnya banyak orang yg merasa bahwa dia memiliki beban hidup yang paling berat di dunia ini.

NECKY said...

pak mars...trend yang semakin nyata adalah makin sedikit lelaki yang bertanggung jawab atas keluarganya. Kalau jaman dulu ada istilah cewe matre....sekarang ini malah kebalik menjadi cowo matre ....hehehe

Sukadi said...

Saat hidup dipenuhi dengan beban, terkadang banyak hal yang dilakukan untuk mengurangi atau melepaskannya. Banyak yang dengan cara positif, tapi yang ditakutkan adalah cara-cara yang negatif, karena hal ini tidak mengurangi beban tapi malah menambah beban.

alamendah said...

Ini kadang kala yang sering kali gak dipahami; Menghadapi hidup saja sudah gak kuat apalagi menghadapi mati, situasi yang masih penuh misteri.
Dan untuk kesemua itu yang paling utama memang kita harus senantiasa 'Keep Think Positive'

NECKY said...

mas sukadi...hanya orang2 yg lemah imannya dan lari ke hal2 yg negatif... tapi mudah2an jangan ada diantara lingkaran kita yg mengalamai hal tersebut

Ridha Alsadi said...

saat beban hidup terasa berat dan makin berat, maka satu2nya cara yg bia kita empuh hanyakah bersimpuh kepadaNya agar beban itu terasa sedikit lebih ringan karena kita merasa tak sendirian memikulnya. harus tetap semangat dan yakin bahwa Tuhan tida pernah memberikan beban lebih dari kesabggupan hambaNya

Nia said...

Bisa ngebayangain ngga seandainya BBM jadi naik...pasti beban masyarakat semakin berat...dan akan semakin banyak orang2 yang putus asa menghadapai hidup ini....krna mencari uang semakin suliiit....bahan kebutuhan pokok makin tidak terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah...

nh18 said...

Hidup memang berat ...
Diperlukan "keseimbangan" untuk menghadapinya
Di strata apapun kita berada

Salam saya pak neck

Lidya - Mama Pascal said...

kalau saya lebih memilih mendekatkan diri pada Allah ketimbang curhat :) tapi masing2 orang berhak memilih untukmencari keseimbangan itu asalmasih dijalan yg benar

Bintang said...

Betul Necky, besar dan kecilnya pendapatan tidak bisa dijadikan ukuran berat dan ringannya beban hidup yang bersangkutan.
Kadang yang gajinya pas-pasan, hidupnya malah tenang. Sebaliknya, harta berlimpah justru menjadikan seseorang selalu gelisah karena banyak masalah...

Kuncinya memang bersyukur dan mengambil sisi positif dari sebuah masalah. Setuju kan, Necky?
:)

Abi Sabila said...

qonaah, tetap sabar dan syukur dalam setiap kesempatan adalah salah satu cara untuk menikmati hidup ini dengan indah. Insya Allah.

Salam hangat untuk keluarga tercinta.

Nila Lazuardi said...

setiap ujian pasti akan hasil nya, bersabar dan terus istikharah. Kesabaran akan berbuah manis. Percaya lah o:)

Elsa said...

untungnya masih di Indonesia ya Pak
kalo di Jepang, mungkin jumlah yang bunuh diri akan lebih banyak lagi. karena di jepang kan sepertinya udah budaya tuh....

bener banget
setuju sama simpulannya
tetep berpikir positif
nanti hasilnya insyaAllah positif juga ya

Baby Dija said...

Hidup ini indah ya Om?

Imelda said...

Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Memang kadarnya berbeda. Sepanjang beragama dan berpendidikan, semestinya semua masalah bisa diselesaikan, dengan atau tanpa bantuan orang lain

Goiq said...

masalah itu selalu ada... tinggal gimana kita menyikapinya :). kalo saya biasanya melarikan diri dengan jalan-jalan menyenangkan diri. biasanya sih sukses menenangkan pikiran :)

Bibi Titi Teliti said...

Baaaaaang...
beban akan selalu ada sih...
dan sangat terasa setelah sekarang udah jadi orang tua...

Untunglah drama korea dan novel novel ku itu selalu sanggup menjadi penyeimbang bagi kehidupanku...hihihi...

NECKY said...

erry....mendingan elo ajak anak2 elo nonton drama korea yah...dibanding ngajak minum racun tikus.... *hihihihi...seyemmm*

NECKY said...

abi....semoga kita semua selalu diberikan kelapangan yah...dalam menghadapi semua beban hidup.... aamiin..

NECKY said...

mas alam....tidak semua orang bisa berpikir selalu positif...mudah2an orang2 yg berada di sekitar kita bisa kita tulari semangat berpikir positif...

NECKY said...

mbak Ridha...memang tidak ada yang dapat menerima semua keluhan kita kecuali DIA yang Maha Mengetahui

chocoVanilla said...

Setiap orang hidup pasti punya beban. Namun seberat apapun beban itu, tentu masih ada jalan.

Dibutuhkan iman yang kuat dan pikiran jernih untuk meringankan beban ya, Bang :)

niee said...

sekarang yang penting kita mensyukuri apa yang ada di dalam diri kita ya mas :)

niee said...

sekarang yang penting kita mensyukuri apa yang ada di dalam diri kita ya mas :)