Tuesday, 20 January 2015

Form Biru vs Form Merah

Beberapa waktu yang lalu di sosial media kita pernah dapat sharing article tentang surat tilang yang menggunakan form biru atau form merah sebagai tanda bukti surat tilang ketika kita melanggar ketentuan berlalu lintas. Di media sosial kita disarankan untuk meminta form biru (tanda bukti surat tilang berwarna biru) dan bisa langsung membayar di ATM bank yang telah ditunjuk.

Nah tadi malam, saya menonton sedikit acara '86' di Net TV. Acara tersebut merupakan realita show tentang kegiatan polisi dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari. Saat saya menonton ada motor sedang diberhentikan oleh polantas karena kedapatan penumpangnya tidak menggunakan helm. Ketika ditilang, sang penumpang minta form biru saja biar langsung bayar di tempat. Polantas bilang dengan santun ibu, mendingan ke pengadilan saja. Namun dia ngotot untuk minta form biru. 
Tiba2 datang polwan cantik (saya lupa nama polwan ...karena nontonnya ga dari awal sih) dan  dengan sabar, menjelaskan bahwa kalau ibu menggunakan form biru, si ibu akan dikenakan denda maksimal, sedangkan kalau ke pengadilan besaran denda tergantung dari hakim. Kontan saja si ibu jadi kaget....dan menjadi lebih lembut suaranya. Kemudian sang polantas menjawab pertanyaan si ibu tentang besaran denda maksimal apabila tidak menggunakan helm....hmmm....Rp.250.000,-

Setelah mendapati besaran yang harus dibayar, si ibu langsung terdiam dan pasrah menerima ditilang dengan form merah. Scene selanjutnya, si polwan menjelaskan bahwa selama ini telah terjadi kesimpangsiuran tentang tilang dikasih form merah dan form biru. Dia berharap kejadian tersebut menjadi informasi yang berharga bagi masyarakat dan menghilangkan kebingungan.

Saya yang ga pernah datang ke pengadilan negeri sebenarnya ga tahu juga berapa besaran denda yang akan diberikan oleh hakim. Namun dugaan saya kalau si ibu ga jadi minta form biru berarti bisa jadi lebih murah kali ya?? Mungkin kalau saya ga nonton acara tersebut, ga bakalan ada tulisan ini ya.

NE


9 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

saya juga baru tahu dari tulisan pak necky ini. Saya pernah sekali nonton acara tersebut tapi tidak full

nh18 said...

Kalau saya ...
saya hanya berharap ...
mudah-mudahan saya tidak bertemu dengan form-form ini ...
baik yang biru maupun yang merah ...

Selalu siap surat-surat dan selalu patuhi rambu lalu lintas ...
tetap hati-hati

terima kasih infonya Pak Neck

Salam saya
(27/1 : 11)

NECKY said...

om enha...kalau saya juga ogah ah dapatin itu form.... hehehehe

NECKY said...

mbak lidya...kebetulan banget tuh saya nonton acara tersebut

dey said...

Saya pernah bikin postingan tentang ini, Bang.
Karena kejadian suami di tilang dan minta di sidang aja. Trus dapet penjelasan dari 2 orang teman yang profesinya polisi.
Kalau di sidang, biaya denda2 beda2. Tergantung kebijakan daerah & kepolisian setempat.
Kalau kota Bandung, untuk melanggar lampu merah sebesar 50 rb, kabupaten bandung = 30 ribu.

dey said...

Ini link postingan saya :
http://www.deyfikri.com/2014/03/ketika-melanggar-aturan.html

*Promosi .. hehehe

NECKY said...

ok mbak dey.....menuju lokasi eh tekape dulu ah....capcuss

Polwan Lagi Tidur said...

Kalau ketemu polisi rasanya deg2an ya . tapi ada juga polisi yang baik hehe

Game Petualangan Rayman said...


Awesome information..
Keep writing and giving us an amazing information like this..