Thursday, 20 December 2012

Naik APA yah???

Sebagai orang Non Jakarta yang mencari nafkah di Jakarta, saya akhir-akhir ini sangat bingung dengan pemberitaan yang muncul khususnya untuk memecahkan persoalan kemacetan. Bang Jokowi akan mencoba di bulan Januari 2013 dengan sistem genap ganjil nomor polisi kendaraan bermotor khususnya mobil di ruas2 jalanan yang bersinggungan dengan bus Trans Jakarta. Belum lagi ada rencana di Jakarta ga ada Premium.

Lantas saya baca berita DIRUT KAI akan menghapus KRL ekonomi karena dinilai tidak laik dan tidak manusia. Akan digantikan olehnya semua KRL Ekonomi dengan Commuter Line (CL). Saat ini saja CL sudah kurang manusia dengan tarif yg cukup tinggi. Terus katanya penumpang CL akan dibatasi agar lebih manusiawi. Kalau nanti akan dibatasi sedangkan headway (jarak antar kereta yang lewat) saja masih terlalu lama koq jadi makin ribet yah mau naik kereta aja
Saya yakin seyakin2nya semuanya itu bermuara karena TIDAK ADANYA transportasi massal yang laik dan manusia. Bis Trans Jakarta bukannya malah tambah meningkat kualitasnya, sekarang ini seperti Metro Mini atau Kopaja bentuknya. Ada yang berpendapat mau kerja aja koq susah banget naik transportasinya. Lantas naik motor gitu??? ya sudah tinggal kita tunggu tanggal mainnya kalau Jakarta menjadi The Motor City.

Jadi terlintas di benak saya tadi dalam perjalanan pulang. Apa hijrah ke kota kecil aja kali yah ?? Hidup jauh dari kemacetan dan kebisingan ibu kota......

NE
 

10 comments:

monda said...

aku mikir kalau ganjil genap gitu, mobil omprengan kita bakalan kurang deh ...., pasti numpuk dan rebutan penumpang banyak mobil dikit yg jurusan ke Thamrin

Susi Susindra said...

Dilema bekerja di Jakarta ya pak. Ikut bingung juga sih. Gimanaaa....

nh18 said...

Pak Neck ...
saya juga bingung nih ...
nantik kalau ganjil genap diterapkan gimana ya ?

Salam saya

marsudiyanto said...

Sistem Genap Ganjil itu sama sekali tak berpihak pada rakyat kecil...
Orang besar mobilnya punya yang genap dan punya yang ganjil. Malah punya yang pecahan juga

NECKY said...

bu monda benar...utk ke thamrin makin sulit aja tuh... susah banget ya ngatur macet??

NECKY said...

mbak susi...di jepara ga ada macet yah??

NECKY said...

om enha....ada 2 pilihan:
1. Beli mobil lagi dan pesan no polisi
2. Pergi ke tempat pembuatan plat mobil untuk buat no polisi...

hehehehe

NECKY said...

pak mars malah mereka yg punya duit udh siap sekalipun pake bilangan prima yg boleh jalan... hehehehe

vizon said...

Pindah ke Jogja aja Bang, hehe.. (provokator mode: ON)

Kebijakan baru, pasti menuai pro kontra. Tapi, gak ada salahnya dijalankan dulu, bukan? Nanti setelah dicoba, baru ketahuan di mana plus-minusnya..

Etapi, pindah ke Pekanbaru atau Bukittinggi juga gak kalah asyiknya lho Bang.. (provokasi again) :D

edratna said...

Bersyukur sudah pensiun....hahaha....tapi anak dan menantuku pernah pulang jam 1 malam gara-gara nggak ada kendaraan, sopir taksi cuma tidur berjejer dipinggir jalan karena kelelahan.

Saya masih ngantor 3 kali seminggu, jadi pernah juga mengalami perjalanan dari belakang istana Merdeka ke Cilandak 6 (enam) jam.....waduhh.....dari jam 2 siang sampai jam delapan malam.