Thursday, 2 August 2012

Inovasi Memberi Manfaat?

Dalam dua minggu ini saya membaca tulisan tentang kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh PT KAI sebagai operator kereta di Indonesia sekaligus induk perusahaan PT KAI COMMUTER JABODETABEK (operator KRL di Jabodetabek). Namun menurut saya sebagai pengguna KRL sejak 2003 justru merasakan terjadi penurunan kualitas yang diberikan kepada pengguna KRL khususnya sejak 2011 atau sejak Single Operation (SO) maupun konsep Loop Line.

Saya tidak ingin menjadi polemik seperti yang sering terjadi di media namun saya hanya mencoba untuk mengungkapkan fakta-fakta di lapangan tentang 'kemajuan' yang diklaim oleh beberapa orang mungkin ratusan orang. Ungkapan fakta ini bukan bermaksud untuk melupakan begitu saja inovasi yang telah dilakukan namun sudah selayaknya sebuah inovasi itu dapat dikatakan berhasil apabila semua pihak dapat merasakan manfaatnya. Catatan pengalaman saya selama menggunakan KRL selama ini:
Apabila ada listrik bermasalah atau gangguan, sebelum 2011, ada kontingensi plan dengan memberhentikan kereta jarak jauh di jalur Serpong untuk berhenti di stasiun-stasiun kecil. Sedangkan setelah 2011, saya hanya mencatat satu kali kereta Rangkas Jaya (Raja) melakukan hal seperti ini. Kejadian gangguan LAA terakhir, saya hanya melihat RAJA melintas tanpa henti di stasiun PDJ padahal saat itu di PDJ berjejer manusia yang menunggu kereta.

Saya merasakan kenyamanan tinggi saat Ekspress AC mulai dijalankan di jalur Serpong. Meskipun dilayani hanya empat gerbong tapi masih bisa dapat tempat duduk dari PDJ ke Sudirman (sebelum Loopline KRL memiliki trayek Manggarai (MRI) - Serpong (SRP), MRI - DPK, MRI-JKK). Saat Loopline atau Commuter Line (CL) diberlakukan.....jangankan dapat duduk, bisa masuk ke dalam kereta di PDJ pada jam sibuk pagi sudah Alhamdulillah. Permintaan akan 8 gerbong yang digunakan saat peak hours seakan ditelan oleh suara speaker di stasiun-stasiun. Bersyukur masih ada celah sedikit untuk berdiri, meskipun dengan kaki satu yang di lantai.

Adanya jadwal KRL terus bertambah khususnya diatas jam 7 antara Tanah Abang (TNA) - SRP sangat membantu pengguna yang biasa pulang malam. Namun sayangnya perubahan jadwal tidak mengikuti statistik pengguna KRL terutama di jam sibuk. Memang ada penambahan satu jadwal sejak CL diberlakukan namun jeda waktunya masih kurang pas. Jadinya permasalahan menumpuknya penumpang di jam sibuk belum teratasi padahal sebelum diubah, jadwal sudah sesuai mengikuti jumlah pengguna di jam sibuk. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pengguna krl saja yang belum menyesuaikan diri tapi hingga saat ini jadwal tersebut memang tidak terlalu 'bersahabat' dengan pengguna krl di jam sibuk.

Terus terang apabila ada CL dan ekonomi yang berangkat berdekatan, saya lebih memiliih naik ekonomi karena meskipun sama2 penuh tapi saya masih bisa bernafas dan terasa angin segar saat kereta bergerak. Sedangkan di CL, sudah padat kita bersaing mendapatkan oksigen karena AC terkadang dingin atau bahkan lebih sering hanya kipas aja yang terasa. Sudah banyak korban pingsan karena tidak dapat bisa bernafas dengan kondisi pengap.Mudah2an ada perbaikan secepatnya.

Sebagai pengguna jalur SRP-TNA, naik dari PDJ setiap harinya selalu berharap yang datang adalah 8 gerbong. Hal ini disebabkan jumlah pengguna  di jam sibuk sudah tidak tertampung oleh 6 gerbong. Pemandangan adu argumentasi antar pengguna yang sudah di dalam KRL dengan pengguna yang ingin tetap memaksakan masuk ke dalam KRL...sudah menjadi 'biasa' terlihat. Bagi pegawai yang tidak punya pilihan karena kantornya tidak mentoleransi telat sudah pasti akan tetap berusaha masuk ke dalam KRL meskipun kondisi sudah padat....merangsek masuk terussss.....

Kalau ada yang bilang...kalau ga mau desak2an ya ga usah naik kereta atau memangnya kereta ini hanya ngurusin orang2 yang suka protes...Saya hanya bisa menilai bahwa betapa orang2 tersebut sedang dibutakan mata hatinya. Salah seorang teman yang tidak biasa naik krl sampai membuat sebuah tulisan pengalamannya naik krl disini, Perbedaan penilaian memang sulit untuk dihindari namun apabila ada usaha pencitraan diluar batas kewajaran sungguh sulit dipahami. Sebagai contoh: PT KAI mendapat penghargaan di bidang IT salah satunya 'inovasi' bisa memesan dimuka hingga 90 hari. Waduh....sungguh saya berharap salah baca karena untuk transportasi udara (baca:airlines) bisa memesan 6 bulan dimuka dengan harga promosi. Belum lagi ada kejadian anaknya pak DI yang memiliki nomor kursi ganda. Dan ketika di-complaint, sang operator bilang sistem di-outsource-kan ke vendor.....:-)

Memang banyak juga yang senang dengan adanya sistem CL kali ini, khususnya penumpang menggunakan krl di stasiun2 yang dulu tidak berhenti.Dengan adanya pengguna2 baru KRL, operator lupa dengan pengguna lama KRL bahkan 'menganggapnya' mereka semua akan terima. Istilah kerennya "Take It or Leave It"....wow...sungguh kondisi yang tidak bagus untuk iklim kompetisi usaha saat ini. Apabila ada operator saingan sebelum KAI/KCJ mampu mengangkut 1,2 juta pengguna krl....bisa dapat dikatakan Mimpi di siang hari bolong.

Meminjam kalimat seorang roker bekasi, Om Kessy, "Kita ada disini bukan untuk bersaing melainkan untuk saling melengkapi". Pengguna krl berusaha menggunakan kewajibannya dengan membeli tiket sesuai dengan jurusan masing-masing, apakah salah kita minta hak kita sedikit saja??

NE
 

6 comments:

Anonymous said...

KRL Expres utk saat ini msh sangat dibutuhkan bagi pekerja bodetabek krn inovasi commuter line baiknya hanya dirasakan oleh pnp jarak dekat.
Bagusnya KRL Expres tetap ada dijam pagi khusus menuju Jakarta dan sore hari menuju bodetabek....
Bisa ga ya,, tetap berharap deh.

Pakde Cholik said...

Ternyata tetap ada plus-minusnya ya mas.
Semoga kedepan pemerintah bisa meningkatkan kualitas pelayanannya kepada rakyat.
Untuk KA jarak jauh Argo Wilis dan Argo Bromo, Turangga sepertinya sudah bagus.
Salam hangat dari Surabaya

Abi Sabila said...

Semoga opini Bang Necky ini terbaca oleh pihak-pihak terkait kemudian menggerakannya untuk membenahi apa yang perlu dibenahi agar kemajuan yang diklaim di-amini para konsumennya.

nicamperenique said...

walahhh ... speechless saya mas
gak tau mo komen gimana lagi ... entah apa yg mesti dilakukan untuk mengetuk pintu hati petinggi2 itu ya :(

dherdian said...

mudah-mudahan pihak KAI membaca postingan pak nick ini. Semoga bermanfaat buat kita semua... :)

kikils said...

setuju dengan komentar pertama KRL ekspress memang harus diadakan lagi