Thursday, 6 November 2014

Tarif Listrik.....

Siapa sih yang tidak kenal Perusahaan Listrik Negara alias PLN?? Pada awal tahun ini saya mengganti sistem pembayaran Listrik dari pasca bayar menjadi prabayar setelah melalui berbagai pertimbangan. Bahkan ada teman yang menyatakan lebih hemat biaya bulannya....(hehehe..salah satu kriteria yang bikin memantapkan pindah menjadi Listrik Pintar).

Well, awalnya setiap saya beli voucher 200rb mendapatkan 190Kwh dengan potongan admin dan PPJ (Pajak Penerangan Jalan). Ketika memasuki bulan Juli 2014, mendapat kejutan karena jumlah Kwh yang saya dapatkan mulai berkurang menjadi sekitar 172 Kwh.  Wah...wah...lumayan juga ya berkurangnya. Namun cerita belum selesai, per 1 September 2014, saat saya beli voucher dengan harga yang sama jumlah Kwh makin kurang menjadi 156Kwh. Wow...it's amazing tarif listrik naik 2 bulan sekali.

 Setelah tercengang oleh kenaikan 2 kali selama setiap 2 bulan, per November 2014 ternyataaaaa...... kembali mengalami kekurangan jumlah Kwh. Dengan uang 200rb kal ini saya hanya mendapatkan 141 Kwh. Emang top markotop....saya bersyukur menggunakan listrik Pintar karena dengan begitu saya mengetahui dengan pasti kenaikan setiap 2 bulannya. Gimana kalau pakai pasca bayar yah??

Saya perhatikan komponen di struk....smuanya tetap sama kecuali jumlah Kwh yang makin lama makin berkurang. Satu hal lagi yang buat saya sedih adalah komponen PPJ alias Pajak Penerangan Jalan. Saya pernah membahas disini tentang penerangan Jalan. Pajaknya dikutip tapi lampu jalan yang persis ada di depan rumah sama sekali tidak pernah menyala sejak dipasang oleh PLN. Sudah juga saya mengadu lewat website ke customer care PLN Tangsel...tapi tidak ada satupun  yang menjawab email saya.

Bagaimana kalau harga BBM naik yah??....naik berapa persen lagi nih tarif listrik?? Mungkin kita harus melihat dari sisi positifnya lah. Alhamdulillah kita masih diberikan rizqi dan bisa tetap membeli pulsa listrik. Belum semua rakyat di Indonesia bisa menggunakan listrik di rumahnya.

Sudah waktunya kita harus berhemat listrik, pastikan lampu2 di rumah menggunakan lampu hemat energi. Apabila malam telah tiba...sebisa mungkin kita bisa mengurangi konsumsi listrik. Lampu yang tidak diperlukan bisa dimatikan, perlatan rumah tangga yang tidak terlalu penting...di copot listriknya, dsb. Silahkan kita lebih bijak menggunakan listrik.


NE



5 comments:

Idah Ceris said...

Kami masih menggunakan meteran, Pak. Belum pakai prabayar. Kalau bayar pun di KUD. Cukup banyak tambahan ini itu untuk Desa dll. Sekira tambahannya sampai Rp 9.000 per bulan.

Kira2 BBM jadi naik enggak, ya?

NECKY said...

mbak Idah......sepertinya BBM pasti naik menurut feeling saya. Kalau memang mau jujur, subsidi ke mobil2 pribadi itu sangat tidak tepat sasaran. Masalahnya pemerintah harus memperbaiki sektor transportasi publik secara serius karena rakyat kecil yang paling banyak memetik manfaatnya.

obat radang telinga said...

betul sekali kayak mas Niceky (y)

suria riza said...

Iya sekarang nambah mahal --" yang 20ribu (seringnya beli yang 20ribu xixixi ) cuma dapat 14 kwh -____-

NECKY said...

mbak suria....bulan ini beli makin sedikit lagi lho dapat Kwh nya...