Wednesday, 12 November 2014

Titip Rindu Buat Ayah

Tanggal 12 November merupakan hari Ayah Nasional, saya belum sempat cari tahu mulai kapan ada hari Ayah di Indonesia. Baru aja siap2 buat tulisan tentang Ayah, eh si  Uda Vizon mencolek saya di FB kalau ada giveaway tentang Ayah. Setelah saya lihat-lihat persyaratannya ternyata saya tidak bisa memenuhi semua yang diminta. Kalaupun saya bisa mengikuti give away tersebut pasti dengan menggunakan teknologi atau aplikasi foto seperti Photoshop.

Lho...memangnya tidak pernah ada foto dengan ayah?? Well, akhirnya saya harus mengakui bahwa sejak usia satu bulan saya menjadi yatim. Saat dilahirkanpun, saya berada di kota yang berlainan (Ayah sedang sakit dan dirawat di Jakarta, sedangkan saya dilahirkan di sebuah pulau kecil di Kep Riau yakni Pulau Singkep). Semua cerita tentang ayah merupakan katanya dan katanya karena saya memang tidak pernah berinteraksi (katanya menjelang ayah berpulang, beliau sempat menggendong di rumah sakit ketika kondisinya mulai membaik...namun ternyata setelah itu justru memburuk dan akhirnya berpulang di usia  yang masih sangat muda...39 tahun).

Hingga saat ini, saya hanya pernah sekali merasa 'kehilangan' sosok ayah sewaktu duduk di bangku SD. Saya masih ingat, beberapa teman2 suka bercerita tentang liburan, jalan-jalan, bermain dengan ayahnya. Ketika itu saya langsung merasa, apa sih rasanya menghabiskan waktu dengan ayah? Namun saya hanya memendam perasaan itu saja.


Ketika Ebiet G Ade membuat lagu dengan judul yang sama dengan artikel ini, saya masih belum bisa memahami isi lirik lagu ini. Padahal lagu ini penuh dengan makna tentang figur seorang ayah. Namun saat Gita Gutawa bersama Ada Band membawakan lagu Yang Terbaik Bagimu, justru saya sangat menyentuh perasaan. Saya tidak tahu apakah lirik atau melodinya, ataukah karena kebetulan saya punya anak perempuan yang usianya tidak jauh banget dengan Gita Gutawa dan seneng nyanyi juga. Bahkan sesekali kami bernyanyi berdua dengannya.

Alhamdulillah, meskipun secara fisik ayah tidak mendampingi saya secara langsung namun cerita orang-orang (baik bekas rekan sejawat di kantornya, saudara-saudara sekandung beliau, saudara jauh sekalipun) yang bercerita tentang sosok beliau membuat saya sangat bangga terhadapnya. Meskipun sudah meninggal, tapi sosoknya tetap dekat siapapun.

Saya justru berusaha menjadi seorang ayah yang berada di sisi anak2 dan mengantarkan mereka menggapai cita2nya, bertanggung jawab dan memiliki akhlak mulia serta  bermanfaat bagi lingkungan dimanapun mereka berada.

Jadi, saya mohon maaf jadi tidak bisa ikutan ya....buat Om enha dan pakde Cholik yang jadi juri ga usah cape2 mereview dan menilai .....hehehehehe. Sekalian saya kasih lirik lagu yang terbaik karena setiap mendengarkan lagu ini seakan-akan nyata adanya.


Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) - Ada Band

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Kembali ke: Reff

NE

12 comments:

vizon said...

Ya Allah, Bang... Maafkan saya yang telah membuat kenangan tentang ayah menjadi kembali membuncah. Saya sangat bisa merasakan betapa besar rasa ingin tahu Abang terhadap sosok beliau yang mulia itu.

Kemenakan saya (anak adik perempuan saya) mengalami hal yg juga sama persis seperti Abang, ayahnya berpulang ketika ia masih lagi berumur 1 bulan. Ah... tak terperi rasanya Bang, apalagi setiap melihat tatapan irinya kepada sepupu-sepupunya melihat mereka bercengkerama dengan sang ayah. Sungguh langsung mengontak ke batin setiap kali melhatnya..

Tidak apa-apa Bang tidak ikut. Saya sangat memahaminya. Maafkan jika colekan saya membuahkan kekecewaan ya Bang..

Pakde Cholik said...

Ayah saya juga sudah tiada
Semoga almarhum diterima di sisiNya
Salam hangat dari Surabaya

danirachmat.com said...

Ya Allah Pak Necky.. terharu saya baca ini. Doa saya untuk almarhum ya Pak dan semoga Pak Necky dan keluarga selalu diberikan kesehatan.

Tanti Amelia said...

Subhanallah.... semoga selalu semangat dan bisa menjadi Bapak yang baik untuk anak anak ya

NECKY said...

Uda Vizon...ga apa2 bang khan memang saya udah niat mau buat tulisan ini koq. Apalagi saya suka teringat keponakan saya yg ditinggal meninggal kakak saya. Dia agak terpukul dan sempat terganggu sekolahnya...alhamdulillah sekarang sudah selesai sekolah minimal D3 malah sudah bekerja. Sosok ayah memang sangat penting....

NECKY said...

aamiin pakde....

NECKY said...

semoga keluarga mas dani selalu diberikan kesehatan juga yahhh

NECKY said...

insya Allah saya tetap semangat mbak Tanti dan terima kasih atas doanya

Abi Sabila said...

Semoga almarhum ayah bang necky diterima iman islamnya, amal ibadahnya, diamouni dosa khilafnya dan dijadikan ahli syurgaNya. Aamiin....

Lidya - Mama Cal-Vin said...

walaupun tidak ada fotonya berdua tapi tetap diingat kan ya pak melalui foto2nya.

Uje-uji said...

Sangat bermanfaat gan info dan artikelnya...

joni said...

klo lg kangen ayah suka dengerin dance with my father :(