Tuesday, 25 February 2014

Jokowi, Risma dan Ridwan

Kalau rekan2 membaca berita2 di sosial media atau situs berita online tentang ketiga orang yg saya kasih judul di atas pasti isi komentar2 dikolomnya ramai sekali. Saya pribadi bukan fans mereka bertiga namun saya sangat menghargai setiap proses yang mereka kerjakan karena saya menilainya dengan tujuan untuk kebaikan dan kemajuan masyarakat yang dipimpinnya.

Saya hanya bisa mengelus dada apabila celaan dan hujatan kepada yang mencoba mengkritik mereka bertiga. Saya juga bingung apabila ada yang nyinyir kepada mereka bertiga kalau ada berita positif mengenai kegiatannya. Pencitraanlah...membodohi masyarakatlah....pake topenglah...pokoknya semua sumpah serapah bisa muncul di kolom komentar tersebut.

Kalau mau kita jujur ...itulah gambaran yang ada di masyarakat kita sekarang ini. Penuh dengan kebencian, makin tipis perasaan berbaik sangka, dan memiliki tingkat stress yang tinggi. Malah saya sangat menyesal saat membaca sebuah artikel yang membahas tentang 'sentilan' seorang kepala negara kepada bawahannya yakni seorang gubernur karena dinilai kurang bisa mengatasi kemacetan.

Saya yakin kalau negeri ini masih banyak pimpinan yang memiliki leadership seperti mereka bertiga. Namun mungkin saat ini belum tercium kerja mereka oleh nyamuk pers. Kalau ada yang bilang Jokowi itu tidak istimewa dan tidak punya visi yang cemerlang...ya bisa aja memang demikian...bahkan beliau juga bilang kalau DKI ini sudah memiliki Blue Print perencanaan dan beliau juga menyatakan tinggal mengeksekusi semua perencanaan yang sudah bagus tersebut.

Saat ini orang normal dapat dibilang menjadi langka....bekerja keras bisa dibilang pencitraan, orang mau mundur karena tekanan politik yang hebat dibilang lebay, mencoba menerapkan pola hidup sehat dibilang cari popularitas. Negeri ini memang sedang 'kurang sehat'...namun sebenarnya yang kurang sehat itu sebenarnya bukan pemimpinnya tapi masyarakat itu sendiri sebenarnya kurang sehat.

Orang tidak bersalah masuk penjara sebaliknya orang yang bersalah malah bebas menghirup udara kebebasan. Masyarakat yang mendorong dan memilih pemimpinnya yang tidak memiliki kompetensi sehingga keadaannya justru semakin terpuruk. Biarkan ketiga orang tersebut menjalankan dan berproses menjadi pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya. Selama prosesnya bagus...inysa Allah hasilnyapun akan kita petik yang bagus.

Kawal kebijakan mereka yang mungkin melenceng dan merugikan masyarakat umum...Saya lihat mere itu memiliki kesamaan yakni....Transparansi dalam menjalankan roda pemerintahan. Ayo ...mari kita tentukan masa depan kita untuk lebih baik dengan memilih wakil rakyat yang amanah dan presiden yang mau bekerja keras...dan bukannya curhat doank. Jangan kita kosongkan kertas pemilihan nanti.... pilih yang punya integritas dan loyalitas kepada rakyat dan bukannya partai...Let's Go Vote Guys....

NE

6 comments:

tian said...

yuk..
mudah2an calonnya adalah figur yg kita kenal :) ..

sebenarnya saya pengen komen, hari ini saya sdh posting 2 artikel.. sama kita pak :)

Clara Croft said...

Setuju Pak Necky, maksud saya, kalo memang ada yang mau berbuat baik, mau itu pencitraan, mau itu pura-pura, kalo hasilnya terasa sama masyarakat kenapa ga? Heran ya orang2 jaman sekarang

danirachmat.com said...

Yoih Pak Necky.
Selama kita merasakan manfaat positif yagapapa lah mereka pencitraan. Mari berbaik sangka dan dkung orang-orang yang memang mau berbuat baik.

NECKY said...

Tian...ayo milih jangan sampai golput hehehehehe nanti surat suaranya dipakai orang lho

Idah Ceris said...

Masyarakat emang bebas berpendapat, tpi ada baiknya berpendapat dg akal dan hati ya, Pak.

Ayook, milih yg transparasi!.

NECKY said...

mbak idah....sangat setuju mbak kita memilih dengan akal dan hati mudah2an barokah....aamiin