Thursday, 17 March 2016

Haruskah Saya Relakan?

Kejadian ini masih anget banget, tepatnya kemarin hari Kamis 17 Maret 2016 sekitar jam 9an (pagi ya maksudnya).

Kemarin itu saya sengaja izin datang telat ke kantor karena ada 2 hal yang mesti dikerjakan di pagi-pagi sebelum ke kantor. Pertama, membuat surat keterangan ke Leasing kalau BPKB mobil ada di tangan mereka sebelum saya membayar pajak STNK Mobil. Alhamdulillah...pembuatan surat berlangsung lancar ...dan cepat itu nilai positifnya. Tapi ada juga nilai negatifnya yakni kudu mengeluarkan biaya administrasi sebesar Rp.20.000,- Bukan nilainya yg saya permasalahkan namun bukannya ini kewajiban leasing company memberikan surat keterangan kepada nasabah mereka yang mau membayar pajak atau memperpanjang STNK? Sehari sebelumnya sih lewat telpon sudah diberitahukan hal ini, malah diberi opsi lain yakni mereka yang akan memberikan pelayanan perpanjangan dengan biaya Rp.250.000,- hehehehehe.


Nah untuk yang kedua, saya berangkat ke kantor SAMSAT di kawasan sektor 3 Bintaro. Bukan untuk yang pertama kalinya ke sini karena sudah beberapa tahun belakangan perpanjangan pembayaran pajak saya lakukan lewat sini. Pada awal enak banget...cepat banget ...mungkin karena belum banyak yg tahu lokasi ini. Namun sekarang sudah lebih ramai yg melakukan transaksi di tempat tersebut.

Meski relatif masih cepat, tidak sampai 10-15 menit saya dipanggil dan diminta melakukan pembayaran. Saat disebutkan jumlahnya saya sedikit surprise...koq bisa pas pembulatan 50rb. Namun saya masih berpikir positif aja dan menyerahkan sejumlah uang yg butuh kembalian. Sambil menunggu kembalian, saya membereskan berkas dan penasaran dengan jumlahnya. Ternyata ada perbedaan Rp.37.000,- antara jumlah yg saya bayarkan dan jumlah yg seharusnya saya bayar.

Sampai2 saya membaca ulang nilai dan angka-angka yg tertera...siapa tahu saya yg salah. Seperti terhipnotis saya berjalan keluar kantor tersebut dengan sedikit bingung. Tidak ada omongan sedikitpun atas perbedaan atau selisih pembayaran. Saya juga salah tidak meminta tanda bukti pembayaran dari si kasir. Saat di kendaraanpun saya masih tertegun...Saya koq ga rela diperlakukan seperti ini....tapi hati kecil lain berbicara, semoga kelebihan uang tersebut menjadi berkah bagi yang menggunakannya....

*Belajar menjadi orang benar terus yuk.....*

NE

4 comments:

Arman said...

tetep aja korup ya... :)
ya mau gak mau direlakan aja lah....

nh18 said...

Addduuuhhh ...
ini satu orang ...
kalo seratus orang sehari jadi berapa ya ?

Semoga ... untuk masa yang akan datang tidak lagi terjadi
or paling tidak berkurang

salam saya Pak Neck

NECKY said...

bro arman.....jadi relakan aja yah bro...hiks hiks hiks

NECKY said...

om enha...berharap hilang begitu saja sulit ya....setuju kalau gitu ..kita berharap berkurang banyak ya om