Tuesday, 24 December 2013

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Sedih sekali membaca berita tentang seorang anak yang disiksa dan kemudian ditinggalkan begitu saja di tengah hutan Sementara banyak sekali pasangan suami istri yang dengan segala daya upaya ingin punya anak namun belum juga mendapatkan. Sedikit kontradiksi gambaran antara yang menelantarkan anak dan yang sangat ingin memiliki anak. Saya tidak mau menuduh siapa yang salah atas kasus seperti menelantarkan anak.

Sangat sulit membayangkan betapa teganya orang tua yang meninggalkan anaknya karena tidak sanggup mendidiknya. Sang anak dinilai sudah sangat nakal dan sulit diberi pengertian. Kemarahan atas kenakalannya juga agak sulit diterima akal sehat. Memangnya seorang anak tiba2 saja menjadi nakal??? Semuanya mengalami proses dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sekitar tempat tinggal. Apalagi ternyata kedua orang tua si anak masih hidup.
Mungkin saya terlalu naif, tapi apapun alasannya seorang anak itu (apalagi balita) biasanya tidak mau berpisah dengan sang ibu kandung. Sejahat2nya ibu kandung (orang normal yah) ...pasti ga akan pernah mau menyiksa anaknya. Marah dengan memukul aja pasti langsung menyesal tatkala melihat sang anak tertidur pulas. Seorang anak itu ibarat sehelasi kertas putih yang menjadi sangat penting dan bermakna tatkala kita menuliskan dengan kata2 yang indah atau mencatat pengeluaran rutin bulanan rumah tangga. Namun begitu kita tulis dengan tulisan makian dan amarah....sudah pasti kita tahu bahwa makna kertas tersebut menjadi apa donk??

Alhamdulillah, saya dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat menyayangi anak2nya dan istri saya yang juga sangat menyayangi anak2 kami. Saya masih sering teringat saat beliau memperlakukan tamu yang datang bersilahturahmi ke rumah.Semua teman2 kakak, teman2 saya, hingga teman2 cucunya sangat beliau perhatikan dan menganggap mereka semua adalah anak2nya.

 Seorang ibu memiliki naluri yang tajam dan terkesan terlalu 'melindungi' anak2nya, namun banyak dari kita salah mengartikan 'perlindungan' yang diberikan olehnya. Ibu yang melahirkan dan membesarkan anak2nya sendiri, memiliki ikatan batin yang sangat kuat terhadap anaknya. Pandangan beliau menilai baik buruknya teman2 kita seakan menjadi sebuah filter alami yang menempel padanya.

Kepada rekan2 yang orang tua (khususnya ibu) masih ada di dunia...manfaatkan momen-momen kebersamaan sebisa dan sesering mungkin. Meskipun kita sudah menikah bahkan sudah punya anak sekalipun...bukan berarti beliau berhenti memikirkan kita. Sebisa mungkin kita tidak usah bercerita tentang kesulitan kita...tapi berikan cerita2 yang bikin beliau bangga, tertawa dan bahagia.

Ada sebuah kutipan cerita lama yang masih sangat relevan kita pahami maknanya (sumbernya saya ga tahu tp ini udh cerita lama):

Suatu sore seorang Ibu terduduk di kursi rodanya di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
sdikit kesal anaknya menjawab :
" ya bangau mama?..."

Kemudian ibunya kembali bertanya
" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab. : "ya bangau mama. kan sama saja!. .emangnya mama gak liat dia terbang ! !!!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan. ."Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam...dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita?
Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 karena surga berada di telapak kaki Ibu.

Jika suatu saat nanti mama menutup mata , Gak akan lg ada yg cerewet.

Saat kita menangis memanggil2 dia , apa yg dia balas ?

'Dia hanya diam...'

Tapi bayangannya tetap di samping kita dan berkata :
"Anakku jangan menangis, mama masih di sini. Mama masih sayang kamu."

Sayangilah dia sebelum waktunya habis.

NE
*postingan yg seharusnya ditaruh tanggal 22...berhubung lupa..ya apa boleh buat*

7 comments:

Mechta said...

'sayangilah sebelum waktumu habis..' aiih... mbrambang aku baca kalimat ini.. teringat ibu yg sdh sepuh & aku blm juga bisa membahagiakannya... trims tulisannya, Pak Necky..

NECKY said...

Mbak mechta...sama2 mbak

NECKY said...

Mbak mechta...sama2 mbak

catatan kecilku said...

Membaca tulisan ini aku jadi merasa tersanjung sebagai seorang ibu... :)

Lidya - Mama Cal-Vin said...

walaupun postingannya terlambat tapi tetap sayang ibu kan pak necky :) maaf saya juga datang terlambat keisni :)

NECKY said...

mbak reni...seorang ibu itu memang sudah seharusnya menjadi panutan kita semua. Semoga semua ibu di dunia diberikan rahmat dan hidayah NYA

Bursa Printer said...

ibu itu buat aku luar biasa banget, semua yg udah dia lakuin buat seumur hidup q tak akn pernah terganti kn dan terbalas kan , q sayang ibu :*