Friday, 10 May 2013

Mendapat Kemudahan

Pernahkah temans sedang berjalan di trotoar sendirian atau sedang menunggu kendaraan umum, tiba-tiba didatangi oleh seseorang yang bercerita kekurangan uang untuk pulang kampung atau habis kecopetan? Seberapa sering mengalaminya?? Apa yang temans lakukan?? memberinya mereka uang?? atau mohon maaf karena tidak bisa membantu atau bahkan tidak peduli akan kehadiran mereka di dekat kita??


Saya pernah berdiskusi dengan seseorang yang telah saya anggap sebagai orang tua sendiri tentang masalah tersebut. Terus terang saya cukup kaget dengan jawaban dan penuturan beliau apabila berada di situasi seperti itu. Menurut beliau, apabila ada orang yang datang ke kita dan mohon bantuan kita, berarti kita itu sedang diberi kemudahan jalan oleh Allah untuk berbuat amal kebaikan. Alangkah aneh apabila kita dikasih kemudahan berbuat kebaikan dan mendapat amal ibadah namun kita justru menolaknya.
Tentu saja saya lantas bertanya, bagaimana kalau mereka itu berbohong karena malas bekerja? Menurut beliau, hal itu adalah urusan mereka dengan Sang Pencipta, bukan urusan kita yang ingin berbuat kebaikan. Kalau kita mau bantu, ngga usah mikirin macam-macam bahwa orang-orang tersebut sudah membohongi kita. Terus kalau ternyata kita dibohongi mereka, apakah keikhlasan kita bisa mengubahnya? Keikhlasaan kita membantu, sama sekali ga ada hubungannya.

Cerita dan berita di koran-koran tentang pengalaman orang-orang yang merasa tertipu karena mereka kadung memberikan bantuan kepada orang-orang yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan, membuat saya pribadi jadi suka serba salah apabila mau kasih bantuan kepada seseorang. Namun hasil pembicaraan dengan beliau membuat saya tidak menjadi ragu-ragu kalau memang mau memberikan bantuan atau menolak memberikan bantuan.

Bukan sekali atau dua kali saja saya didatangi oleh orang yang meminta bantuan saya. Kalau sebelumnya saya suka bingung atau jadi curiga, saat ini saya mengandalkan 'feeling' dan keikhlasan saat kejadian. Ada yang saya beri namun ada juga yang saya tolak dengan halus. Perasaan saya melihat mereka cukup memperhatikan mata mereka...itu saja cukup. Yang pasti....memberikan bantuan atau menolak memberi bantuan kepada mereka...adalah pilihan kita khan??

Seberapa sering anda didatangi dan mengalami kejadian yang sering saya alami? Adakah keraguan dalam memberikan bantuan kepada mereka???

NE

14 comments:

nh18 said...

ini memang dilematis pak Neck ...
Jujur saya juga mengandalkan feeling ...
Saya berusaha untuk tidak berfikiran buruk ...
Jika "click" saya akan kasih seikhlasnya dan tidak memikirkan apa apa lagi ...

jika "tidak click" ya dengan segala kerendahan hati saya menolak ... seraya berusaha berempathi dan mendoakan agar masalahnya segera tuntas

salam saya Pak Neck

Lyliana Thia said...

Saya jg mengandalkan feeling, Pak Necky :-)

Jujur saja hal ini bs dilihat dr dua sisi.. Ada ustadzah yg kasih tau justru kita hrs berusaha bagaimana caranya agar mereka tak lg berbuat seperti itu.. Rasulullah kan marah kpd org yg meminta2..

Krn, kalau kita tau mereka melakukan yg tdk boleh lalu kita menutup mata akan hal itu dan hanya fokus kpd amal kita sendiri, apa ndak menjadikan kita egois..

Huhuhuuu... Jujur saya jg bingung pak Necky... Abis ada ulama yg bilang, memberi kpd peminta2, apakah kita menolong, ataukah menyuburkan kebatilan..? Hiks...

Jd ya skrg mengandalkan feeling aja yah Pak... Pilih2, mgkn memang diantara mereka ada yg bener butuh.. Wallahu'alam.. :-)

yadi baroos said...

sampai saat ini, memang aku belum pernah mengalaminya, namun logika yang dituliskan diatas, membuka mata hati agar suatu saat dapat melakukan seperti yang dituliskan. thanks buat pencerahannya.

NECKY said...

memang ga gampang ya om enha untuk tetap berpikiran positif kalau kita tidak membiasakannya setiap hari. Ada yg bilang jangan naif deh loe, dunia ini banyak penjahatnya...tapi saya masih punya keyakninan kalau semuanya Allah yang berkehendak sepanjang kita selalu berbaik sangka kepada NYA

NECKY said...

mbak lyliana...saya cuma jadi kasihan dengan orang2 yg memang sebenarnya ingin minta pertolongan sebab orang normal yang ga biasa minta2 tolong itu sangat berat melakukannya lho. Saya pernah ga bawa uang dan atm, dan pas saat makan siang saya jadi bingung, ga ada teman dekat...ada juga teman biasa kalau ketemu doank...berattt banget mau pinjam uang....mungkin karena saya ga biasa kali yah??

NECKY said...

sama2 pak yadi....tulisan ini jugauntuk mengingatkan diri sendiri koq

dherdian said...

Yang jelas cukup sering Pak Neck. Jawaban Saya hampir samadengan Om NH, kalau hati mengatakan Kasih saya akan berikan....
Jadi tergantung kata hati :)

Susi Susindra said...

Saya ingat di waktu SMA kelas 2 dulu, saya liburan ke Semarang selama 7 hari bersama teman sekolah. Kami menginap di rumah saudara saya. Suatu pagi saya teman untuk menemui kekasihnya. Uang saya sudah sangat menipis sehingga saya memilih tidak membawa uang sepeser pun. Sialnya, kami berselisih paham dan ia kami terpisah.
Saya berjalan pulang ke rumah saudara saya. Jaraknya kurleb 1 jam kalo naik bis. Lebih sial lagi, saya tidak hafal jalan dan hanya mengingat jalur bis yang saya tumpangi. Setelah berjalan sekian jam, say aberhenti di depan RS Kariadi. Saat itulah ada seorang bapak yang iseng bertanya pada saya yang istirahat di jembatan. Mendengar pengakuan saya, ia memberi saya uang 500 perak untuk naik bis.
Betapa uang 500 perak bisa sangat membantu seseorang (yang tidak berniat meminta tolong). Jika ditanya membantu atau tidak? Saya jawab, membantu seikhlas saya. Karena semua itu berpulang pada imbalan yang akan diterima pemberi dan yang diberi.

Lidya - Mama Cal-Vin said...

pernah pak awalnya tidak curiga ada orang yang meminta uang untuk onglos, setelah beebrapa lama eh ketemu lagi dia meminta hal yang sama, saya masih ingat wajahnya berarti dia bohong ya

niee said...

Aku teep ngandelin feeling mas. kalau udah sering lihat orang itu dan ngaku kehabisan uang terus ya gak aku kasih. tapi kalau lihat kukanya meyakinkan seh dikasih aja..

NECKY said...

dherdian...berarti sampean dapat juga kemudahannya yah...

NECKY said...

mbak susi...terkadang niat kita menolong itu jadi bias karena ada orang2 tertentu dengan niatnya berbohong untuk mendapatkan uang dengan mudah,...

NECKY said...

mbak lidya....kalau saya mah, suka iseng tuh. Saya samperin aja dan nayain langsung kalau kemarin katanya mau pulang kenapa sekarang masih ada? biasanya kalau orang itu masih punya 'muka' pasti malu tuh.....

NECKY said...

niee...kalau sering ngeliat mah itu namanya modus.... hehehehe