Friday, 3 May 2013

Manusia Bermanfaat

Minggu yang lalu, tepatnya pada Jumat pagi hari jam 4 pagi, saya sedang menonton berita di salah satu stasiun teve dan tiba-tiba memberikan kabar terbaru tentang meninggalnya Ustadz Jefry Al Buchori atau biasa dikenal dengan Uje. Saat itu tidak diketahui meninggalnya karena apa dan dimana. Sejujurnya, saya tidak terlalu mengikuti ceramah-ceramah beliau sebelumnya di media apapun. Pada saat mendengar berita itupun, perasaan saya biasa aja deh. Mungkin karena tidak terlalu 'dekat' di hati kali yah??
Malahan saya pernah su'udzon dengan beliau ketika ada berita-berita yang agak 'miring' yang dialamatkan kepadanya.

Subhanallah....ketika saya melihat di teve, prosesi pemakaman beliau....sungguh membuat saya merinding melihatnya. Saya melihat begitu banyak orang yang mencintainya. Bahkan kalau boleh jujur, Uje belum terlalu lama menjadi pendakwah apalagi usianya masih 40 tahun. Ribuan orang mengantarkan dan mensholatkan jenazahnya. Untuk mubaligh muda yang meninggal di usia tersebut, ternyata buanyakkk sekali orang yang merasa kehilangan beliau. 
Sampai seminggu telah berlalu, hampir semua stasiun teve masih menayangkan cerita ttg ustadz muda ini dengan berbagai sudut pandang. Cerita tentang masa lalu yang kelam dan bahkan bergaul dengan narkoba, namun bisa berbalik 180 derajat menjadi pendakwah yang sangat dicintai oleh hampir semua kalangan orang. Dari berbagai usia anak-anak, remaja, dewasa, hingga kakek dan nenek. Juga dari berbagai jenis kalangan kehisupan sosial seperti kaum preman, pesantren, artis hingga gang motor.

Mata saya menjadi sangat-sangat terbuka saat mengikuti tayangan yang saya tonton dan mengubah semua image terhadap almarhum selama ini. Saya menjadi iri...bahkan sangat iri kepadanya karena beliau sangat-sangat dicintai oleh sahabat-sahabatnya, keluarganya, jemaahnya, bahkan orang-orang yang tidak seagama (non muslim sekalipun). Saya sangat iri...karena beliau menjadi orang yang sangat bermanfaat bagi orang lain. Saya iri dengan suara yang merdu dan memiliki qira'ah al Quran yang sangat mumpuni...

Dari sahabat-sahabat yang diwawancarai dan mengenang beliau, saya belajar beberapa hal antara lain untuk tidak menghakimi seseorang atas perbuatannya. Sebagai contoh diceritakan kalau seorang pemuda yang tubuhnya penuh tato tidak segan mendekati Uje untuk bertanya soal agama. Semua itu terjadi karena beliau menghargai pemuda tersebut sehingga interaksi terjalin dengan baik. Komunikasi terjadi karena almarhum pandai menempati dirinya hingga akhirnya pemuda bertato menyatakan ingin melaksanakan sholat.Beliau tidak menilai pemuda itu dari penampilan fisik namun beliau dapat memberikan kenyaman berinterksi dengannya tanpa menghakimi si pemuda.

Ada lagi yang berpendapat bahwa Uje adalah pemersatu para Ustadz atau Mubaligh yang saat ini sudah terkotak-kotak dengan aliran dan kelompok2nya. Beliau berhasil menjadi pemersatu dan merangkul semua pihak untuk duduk sama-sama dan melupakan perbedaan-perbedaan demi tujuan yang sama yakni mengajak semua orang memberikan kebaikan dan membuat perdamaian. Perbedaan bukanlah alasan membuat perselisihan, namun perbedaan justru menambah khasanah dalam berdiskusi dan berpikir.

Terakhir yang saya ambil hikmah selama seminggu ini adalah ungkapan "..sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia" Beliau bukan hanya sekedar berwacana tapi langsung memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita pernah melihat seorang kakek tua yang berjualan sesuatu (yang mungkin kita tidak membutuhkannya), namun kita tidak tergerak membeli apa yang kakek jual (hanya dalam hati berjata kasihan....ya ga??). Sebaiknya kita membeli apa yang dia jual, karena si kakek menjual barang tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Dia memilih berjualan dibandingkan menjadi peminta-minta. Cobalah...kita mulai dari membeli koran yang dijajakan anak-anak meskipun (mungkin) di rumah sudah langganan koran lain.

Mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikmah dan contoh yang almarhum tunjukkan agar kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain...di dunia maya...tidak sedikit blogger-blogger yang dengan ikhlas memberikan atau sharing ilmu-nya sehingga bisa merubah hidup orang lain.

Notes: Satu hal yang perlu disesali adalah tempat kecelakaan di pondok indah menjadi ladang kemudharatan. Ada yang kasih bunga di pohon tersebut, ada yang foto-foto, ada yang berdoa juga, dan yang pasti bikin macet jalanan dan mengganggu lalu lintas.

NE

16 comments:

Social Bookmarking Indonesia said...

yuuk ahh berlomba menjadi orang yang bermanfaat bagi sesam..

nh18 said...

Ada satu hal yang saya catat dari Uje ... yang mungkin membuat beliau di cintai banyak orang ...

Uje itu menurut saya ... apa adanya ... tidak jaim ...
dia dengan ringan saja berkata bahwa duluuuuuu ... saya ini bekas anak nakal ... begini ... begitu ... dst

tidak di tutup-tutupi ...

Jujur ... Tulus ...
sekaligus santun ...

(mengenai Suara yang luar biasa ... tampilan yang keren ... ini hanya faktor kecil saja ... )

Salam saya Pak Neck ...
Sukses untuk si Tengah yaaa ...

evi said...

gaya Uje berbicara itu menarik. apa lagi dng wajah handsome begitu klop banget sebagai ustad yg gaul...:)

Lidya - Mama Cal-Vin said...

semaga kita juga bisa menjaid manusia yang bermanfaat ya pAk. sampai hari ini masih banyak yang berziarah dan berdatangan kerumah Alm Uje ya

applausr said...

saya melihat di tv pada saat Beliau mau disholatkan ke masjid, luar biasa lautan orang disana... haru melihatnya.. benar benar orang baik.

niee said...

Salah satu ustad favorit aku sekarang uje itu. yg kalau ceramah bisa aku denger. untuk orang yg gak pandai agama banget ceramah uje itu cocok banget rasanya..

Mudah2an ada sosok baru dengan gayanya sendiri yg bs 'menggantikan' uje.

Dan dr cerita yg aku ikuti, sosok istrinya juga kuat banget.

yadi baroos said...

semoga kita juga bisa bermanfaat buat orang disekitar kita. bukan malah menjadi batu sandungan buat orang lain

NECKY said...

social bookmarking Indonesia ..mari kita sama2 berlomba dalam kebaikan yuuukkk

NECKY said...

setuju banget om enha....Jujur Tulus dan Santun....tiga kata itu memang mencerminkan beliau.... saya jadi belajar untuk tidak menghakimi orang lagi nih....dan ternyata...susah banget kalau udh jadi kebiasaan... hehehe

NECKY said...

betul banget mbak evi....beliau memang bisa bergaul ke segala lapisan masyarakat....

NECKY said...

mbak lidya...namanya orang baik..terlihat dengan jelas sangat mereka pulang ke rahmatullah

NECKY said...

mas rom...memang indah sekali kalau kita bisa menjadi orang baik yah?

NECKY said...

niee...bisa belajar menjadi istri yg baik dari istri almarhum tuh....

NECKY said...

yadi baros...mudah2an kita semua bisa menjadi bermanfaat bagi orang2 di sekeliling kita ya bro

Lyliana Thia said...

Naaah... Mgkn "kemudahan beramal" buat qta adalah jika dihampiri orang2 spt ini ya pak? Hehehe..

Mereka mauuu berusaha, subhanallah :-)

Lyliana Thia said...

Sosok Uje memang inspiratif ya Pak... Bisa dicontoh kebaikan2 yg beliau tebarkan :-)

*ah smpe lupa komen maksud utama dr tulisan ini* hehe..