Saturday, 13 April 2013

Preman Kecil

Tadi siang lagi panas2nya, saya menyusuri jalan Sabang, Jakarta Pusat dengan niat hati beli nomor baru untuk nomor bisnis karena sudah waktunya punya nomor khusus yg mudah diingat orang agar ga lupa sama produknya....hehehehe. Saat kembali ke kantor saya disuguhi oleh dua anak kecil cewek (umur mereka saya taksir ga lebih dari 7 tahun deh) yang berantem di depan pertokoan. Anehnya lagi orang2 cuma menonton doank tanpa ada yg melerai perkelahian (yg menurut saya sih buat perkelahian anak-anak biasa) tersebut. Apalagi perkelahian tersebut terlihat tidak seimbang sama sekali.

Teman saya lalu bergegas memisahkan mereka namun si beringas tidak mau melepas begitu saja lawan yg sudah berada genggamannya. Si Beringas bahkan dengan muka tanpa ekspresi dan dingin, lalu terus memukul lawannya yg mulai menangis. Melihat si beringas berusaha melepaskan diri, teman saya terus menarik si beringas hingga menjauhi lawannya yang makin menangis. Raut muka si beringas berubah makin dingin. Setelah teman saya bergerak memisahkan mereka, satu persatu pejalan kaki yang lewat disitu mulai ada yang membantu menenangkan suasana.
Sambil berjalan teman saya bertanya apa saya tahu kenapa mereka bisa bertengkar hebat?? Tentunya saya menjawab tidak tahu karena saya berjalan di belakang dia waktu kejadian itu. Ternyata mereka memperebutkan lapak untuk 'mengemis'. Si beringas tidak terima kalau lapaknya direbut darinya, maka dari itu dia ingin mempertahankan mati2an. Lantas saya jadi berpikir, mungkin juga dia marah karena takut di'marahi' oleh 'ibu'nya kali yah??

Anak sekecil itu sudah dididik untuk jadi 'preman' oleh 'orang tua'nya. Kalau besar nanti mereka mau jadi apaan yah? Wong banyak sekali anak2 yang mendapatkan pendidikan cukup bahkan lebih dari cukup aja bisa 'meleset' dari perkiraan. Ibarat sebuah produk, apabila mendapatkan proses yang baik dan benarnya aja bisa ga mulus jadi produknya. Gimana kalau proses produksinya berantakan yah??

Kerasnya kehidupan di Jakarta menuntut seseorang menjadi beringas. Kalau boleh jujur, saya sangat sedih melihat raut muka si beringas tadi. Pikiran jadi terbang ke rumah, dan berdoa agar Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada hamba-NYA ini untuk dapat menjaga dan mendidik tiga anak titipan-NYA. Kalau kecil aja jadi preman....mudah2an Allah memberikan hidayah kepada mereka semua untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama manusia.

NE

8 comments:

Arman said...

sedih banget ya...
kasian anak2 itu sebenernya mereka cuma korban ya....

puji hamzah said...

Prihatin... jadi inget cerita si Tasripin 12 tahun yang mesti putus sekolah lalu bekerja menghidupi adik-adiknya...:(
di Indonesia gak ada front pembela anak-anak ya? bikin dong :(

jasa review produk said...

Kasian banget yach anak2 hanya korban aja..
prtihatin dech..

NECKY said...

bro arman, iya banget...dan tega banget ortu nya yah??

NECKY said...

puji...seharusnya tuh KOmnas ham anak2 ngurusin yg kayak gini khan hebat

NECKY said...

jasa review produk...kalau udh kayak gini ortu nya kudu dipenjara yah

Elsa said...

ya ampuuuun... astaghfirullaaah...
ngeri, tapi kasihan sekali mereka yaa...

gak bisa membayangkan, kalo begitu terus, gedhenya nanti kayak apa...

NECKY said...

elsa...mudah2an mereka mendapat hidayah dan ada orang 'waras' yang mendidik menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain