Tuesday, 23 April 2013

Namanya ABG

SMA 2 Toli-Toli yang berada di pelosok dan jauh dari ibukota Jakarta sontak menjadi bahan pembicaraan. Hal ini terkait dengan diunggahnya sebuah video di Youtube yang dianggap melecehkan agama. Bahkan sampai polisi turun tangan menangani kasusnya. Para siswa yang terlibatpun disinyalir sudah dikeluarkan dari sekolah tersebut (menurut keterangan Kepala Sekolah).

Menurut pendapat saya pribadi, siswa2 tersebut memang telah melakukan sebuah kesalahan yang dilandaskan oleh keisengan mereka. Lantas kesalahan mereka diganjar dengan dipecat dari sekolah bahkan polisi mau menyelidikinya atas dasar penistaan agama.....weleh-weleh, koq rasa2nya berlebihan banget reaksinya yah? Tapi itu memang hak orang-orang yang terkait seperti kepala sekolah dan polisi.
Rasulullah pernah dihina dan dilempar oleh orang kafir namun Beliau memaafkannya. Bahkan seorang Yahudi buta yang setiap hari memaki-maki namanya, malah Beliau beri makan setiap harinya. Intinya, Rasul memgajarkan kepada umatnya untuk selalu saling menghargai dan memaafkan kepada non muslim apalagi terhadap sesama muslim.

Sungguh berat memang beban siswa-siswa yang iseng tersebut, tapi namanya ABG atau remaja adalah masa-masa eksplorasi yang tinggi. Apabila mereka ternyata melanggar norma-norma masyarakat dan agama, sudah Sepatutnya dinasehati dan diberitahu oleh orang-orang yang lebih tua dari mereka seperti guru, kepala sekolah, kepala polisi, tokoh masyarakat dan orang tua. Namun menurut berita2 yang beredar kalau mereka justru langsung menjadi sasaran empuk hujatan masyarakat. Sedihnya lagi kalau mereka tidak diperbolehkan ikut UN...semoga saja mereka bisa UN deh....

Bangsa ini memang sedang 'sakit', keadilan ditentukan oleh 'uang' atau 'kekuasaan' bukan oleh hati nurani dan keimanan. Dalih hukum acara pidana dengan mudah dibelok-belokan pengertiannya dan membuat orang awam makin bingung. Daripada polisi ngurusin siswa2 abg, mendingan beresin preman-preman di pasar, pinggir jalan dan dimana saja yang jelas-jelas meresahkan masyarakat.

Masa ABG itu adalah masa2 mencari jati diri menuju kedewasaan seseorang secara utuh. Kesalahan sudah menjadi makanan sehari-hari mereka apabila tidak mendapat bimbingan yang baik dari lingkungan terdekatnya. Ibarat anak kita yang sedang melakukan kesalahan dalam proses belajarnya, kita sebagai orang tua malah bisanya menyalahkan mereka tanpa memberikan keteladanan dan contoh bagi mereka. Jadi, selama seorang ABG belum bisa membedakan yang benar dan salah....peran kesalahan menjadi tanggung jawab orang tua, guru dan lingkungannya. Well...ini murni opini  dan keprihatinan saya pribadi lho

NE

14 comments:

Susi Susindra said...

kasihan banget kalo sampai dikeluarkan. mereka sudah dapat sangsi moral dari kesalahan mereka.
kalo hal2 kecil gini dibesar2kan, mengapa hal2 besar dikecil2kan?
Tanpa bermaksud mengecilkan penghinaan mereka loh ya... tapi ... sangsi moral adalah sangsi terberat. Mereka juga pasti sudah dapat pembinaan dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Pasti kapok banget.

nh18 said...

Ya Saya setuju banget ...
mereka mungkin keterlaluan ...
mereka salah

namun ...
saya setuju dengan statement pak Neck "... koq rasa2nya berlebihan banget reaksinya ..."

Kalau betul mereka dikeluarkan dari sekolah ... kalau betul polisi sampai mengusut berdasarkan pasal penistaan agama ...

mmmm ... rasanya terlalu berat hukuman untuk mereka

salam saya Pak Neck

danirachmat said...

Prihatin Pak Necky sama kondisi negara ini. Banyak hal tidak ditempatkan sesuai porsinya.

NECKY said...

bener bangert mbak susi, sangsi moral dari masyarakat aja untuk seumuran mereka itu sudah berat menurut saya....tapi kadang2 masyarakat kita ini lebay banget sih :-)

NECKY said...

iya om...saya juga kesal melihat orang yg mempermainkan agama tapi lihat konteksnya lah. Memberi hukuman itu juga ada trik dan kepatutan khan?? semoga aja mereka bisa lulus UN dan menjalankan hidup mereka kembali dengan baik

NECKY said...

bro dani....negara ini butuh pemimpin yang memberi contoh ketauladanan agar lebih maju lagi.

Lidya - Mama Cal-Vin said...

mungkin waktu dia membuat vidoe itu tidak berfikir panjang ya pak, namanya juga ABG. Salah sudah pasti harusnya sih ada peringatan gitu ya

NECKY said...

mbak lidya...kalau orang kerja di kantoran...mereka itu dapat SP yg ke-3 langsung....ga pale SP1 atau SP2

Sukadi said...

Sanksi yang diberikan pada anak-anak terebut sudah terbilang berat, kalau dikaitkan dengan penistaan agama, itu sudah urusan lain.
Tapi semua sudah terlanjur terjadi, semoga saja bisa menjadi pelajaran bagi kita (saya). :)

NECKY said...

namanya anak2, semua orang tua yg terkait dengan mereka secara langsung dan tidak langsung ikut bertanggung jawab khan??

niee said...

Berita apa seh mas? kok aku gak pernah denger yak? *gakupdate*

NECKY said...

abis niee asik dengan 'mainan' baru sih...sampai websitenya lupa diperpanjang tuh....tadi mau mampir katanya belum diperpanjang tuh.. hehehehe

chocoVanilla said...

Mereka memang sangat salah dan memprihatinkan jika melihat aksi mereka itu. Tapi betul jika hukuman yang mereka terima sangat berat.

Mestinya beri kesempatan untuk UN dulu baru pecat yak :D

Mereka sudah menerima sanksi sosial masa iya harus pula tertutup masa depannya.

NECKY said...

mbak choco...yg saya sesalkan jangan sampai hukuman justru menutup masa depan mereka.....