Thursday, 25 April 2013

Jujur Itu Indah

Lagi blogwalking saya menemukan sebuah tulisan curahan hati siswa kelas 12. Isinya antara lain kekesalan akan kualitas LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) terus tawaran jawaban (baca:bocoran) UN yang meskipun akhirnya tidak usah membayar, dia tidak mau menggunakannya dan tetap pada prinsip yakni "Lebih baik aku gagal karena PRINSIP, keteguhan hati, nurani dan akhlak, daripada berhasil karena curang. Bukan idealis, hanya realistis            

Sungguh deh, meskipun usianya masih belia tapi dia sudah memiliki prinsip kejujuran yang luar biasa. Tidak banyak di negeri anak dengan seumur itu memiliki prisnsip yang sedemikian baik. Peran orang tua sungguh sangat dominan dalam menerapkan prinsip dan nilai. Alangkah bangganya orang tua yang dapat memberikan dan mendidik anak2 dengan hasil seperti contoh tersebut.
Terhadap anak-anak, saya selalu menekankan agar jujur dan bertanggung jawab kepada setiap perbuatannya masing-masing. Bahkan si sulung sering cerita kalau ulangan sebal banget karena sering dimintain jawabannya. Lantas dia mencoba membandingkan dengan lingkungan dia sekolah waktu SD dulu. Meskipun bersahabat dan teman dekat, dia dan teman2nya tidak ada kompromi kalau sudah ulangan alias ga ada yang mau memberi tahu. Kalau sudah tidak bisa...ya nasib aja deh.

Barusan saat sedang ngobrol berdua dengan istri, ternyata si sulung curhat kalau dia ga bisa seperti anak-anak yang lain yakni melihat jawaban UN (entah jawaban itu benar atau salah deh namun yg pasti si sulung tidak memiliki keberanian untuk menggunakannya). Sebelumnya, si sulung cerita kalau dia sedang galau karena kesal. Dia bilang teman2nya bisa dapat nilai yg bagus dan mungkin bisa masuk sekolah yang bagus. Sementara dia yang mengerjakan soal2 dengan murni bisa jadi hanya bisa sekolah di swasta karena nilainya tidak setinggi  mereka2 itu.

Saya hibur si sulung, bahwa Allah selalu punya rencana yang baik dan terkadang kita tidak bisa menilainya. 'Kacamata' manusia dengan 'kacamata' Allah sangatlah berbeda. Mungkin dengan masuk swasta Allah punya rencana yang lebih hebat daripada sekedar masuk sekolah 'negeri'. Alhamdulillah dengan hiburan2 yang saya berikan berangsur dia jadi lebih semangat lagi. Gimana mau mikirin hasil..., selesai UN, dia langsung 'tune in' dengan project2nya. Perpisahan kelas 3 dan Buku Tahunan Siswa (yang meskipun tidak jadi berupa buku, saya sarankan buat dalam bentuk online atau di CD/DVD). Belum lagi project Belieber (fans Justin Bieber) yang sudah dia tinggalkan berbulan-bulan...hehehehe.

Memang berat sekali ternyata untuk berbuat jujur di tengah lingkungan yang tidak menginginkan hal itu terjadi. Namun pada akhirnya Jujur itu akan indah deh. Saya teringat akan cerita orang tua sahabat lama saya. Pada waktu itu, ayahandanya pelan2 disingkirkan (padahal awal karirnya sangat cemerlang) karena beliau berprinsip dan jujur dengan aturan2 berlaku. Namun Allah punya cerita indah buat beliau, karena saya lihat sendiri saat ini semua anak2nya yg berjumlah 7 orang dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menjadi anak2 yang sholeh dan sholehah.          

14 comments:

nh18 said...

Pak Neck ...
hal yang seperti ini yang membuat hati gemes ...
kalau begini jadinya... rasa-rasanya UN sudah agak melenceng dari tujuan semula ...

ada hal yang lain ... yang ternyata mereka anggap lebih penting ... Gengsi sekolah.

Mudah-mudahan ada solusi yang baik ya Pak Neck ... yang jujur nanmun tetap bisa melihat kemampuan anak didik secara menyeluruh secara akademis

Salam saya Pak Neck

danirachmat said...

Bener Pak Neck, jujur itu indah. Dulu ngerasa bangga matematika dapet 6 meskipun kerja sendiri daripada sejarah dapet 8 karena nyontek.
Iya pak saya masih nyontek untuk sejarah sama biologi. T.T

applausr said...

ini memang mengharukan... ada anak anak yang mau jujur tapi harus menerima kenyataan kalau nilainya lebih rendah dan tidak bisa masuk sekolah favorit.

Nah ini peran orang tua pada kondisi ini sangat berperan penting agar bisa anak tetap jujur di kemudian hari kelak.

NECKY said...

om enha...syukur alhamdulillah so far sekolah anak2 kita masih menjujung tinggi nilai2 tersebut. Saya pernah diskusi dengan salah satu guru disana dan sangat membantu menenangkan hati saya om.

NECKY said...

oh ada yg tertinggal, meskipun gengsi sekolah tetap harus naik...bukan berarti menghalalkan segala cara. Saya bersyukur sudah menyekolahkan si sulung di sana dan jadi memiliki dasar prinsip yang baik.

NECKY said...

hahaha...mas dani, saya jadi inget waktu duduk di bangku SMP. Bingung banget koq nilai teman2 yg duduk di belakang bagus2, sedangkan saya yg duduk di depan nilainya standar2 aja. Eh sewaktu saya dipindahkan ke belakang...baru tahu kalau sebagian besar pada contek2an....hehehehe

NECKY said...

mas rom, sebenarnya hal itu sudah bukan rahasia lagi deh. Tapi memang sangat sulit kita mengubahnya. Saya pernah dengar bahwa sekolah negeri (waktu era gubernur sebelum jokowi) kalau harus lulus 100%. Masalahnya ga setiap sekolah negeri punya kualitas yg sama khan? akhirnya demi lulus 100% banyak cerita yg sering kita dengar yakni bocoran jawaban deh.

NECKY said...
This comment has been removed by the author.
Nchie Hanie said...

Setujuu Bang..
Jujur tuh Indah banget, di jaman sekarang UN yang di nodai dengan ketidak jujuran ,hmm..
Dilema bagi siswa, ahh tinggal bagaimana kita sebagai orang tua menjelaskan pada anak ya ..
lebih baik dapet nilai apa adanya, tapi jujur

chocoVanilla said...

Menyedihkan ya, BengNeck. Sepertinya kita masuk era di mana menjadi jujur adalah hal yang tidak populer.

Kisah ayah yang disingkirkan itu mirip dengan Papa saya. Kami hidup pas-pasan sementara teman2 seangkatan dan seeselon dengan beliau sudah punya banyak rumah dan mobil :D Tapi lihatlah, kami anak-anaknya semua hidup baik dan tidak macam-macam hehehehe...

Semoga anak-anak kita selalu jujur dan baik ya Bang, meski itu tak lagi populer :D

Gambar Rumah Sederhana said...

kejujuran itu sungguh penting, lagipula kejujuran itu merupakan nilai universal yang dipahami oleh semua orang :)

NECKY said...

nchie...mudah2an kita bisa istiqomah memberikan contoh arti kejujuran kepada anak2 yah. Walaupun lingkungan tidak mendukung kita minta pertolongan Yang Maha Menentukan aja lah

NECKY said...

choco...biarin aja kita ga populer di mata manusia tapi kita punya temmpat yang paling oke di mata Tuhan khan?? ini lebih yahud donk

niee said...

Orang terlalu mendewakan UN ya mas.. Padahal itu cuma satu tahap kehidupan.. masih banyak yg lain.. ntar masuk kerja nyogok lagi.. hmm...