Saturday, 21 May 2011

Menghadapi Karakter Unik

Setiap era memiliki karakter dan tantangan sendiri yang pasti berbeda antara era 70an, 80an, 90an hingga masa kini. Tantangan yang dihadapi setiap era makin ke sini makin kompleks permasalahannya. Persaingan mendapatkan sekolahpun makin ketat. Mendaftar SMP negeri di era 80an tidaklah serumit seperti saat sekarang ini, yang orang  tuanya harus ikut terjun langsung melihat perkembangannya di Penerimaan Siswa Baru secara online.



Meskipun begitu ada pendidikan yang dari dulu hingga kini wajib hukumnya ialah pendidikan agama. Terlebih lagi saat ini arus informasi melalui internet sangat deras dan sebagai orang tua tidak mungkin menahannya. Sebisa mungkin sebagai orang tua kita menyaring informasi tersebut dengan sangat bijaksana. Pendidikan agama merupakan saringan yang paling dibutuhkan dan sebaiknya dimulai dari usia dini hingga tingkat sekolah dasar. Tanamkan kepada anak-anak, meskipun orang tua tidak dapat melihat dan memperhatikan selama 24 jam sehari namun ada sang Maha Melihat dan Maha Mengetahui yang terus menerus memperhatikan mereka.

Kejujuran adalah modal yang sangat dibutuhkan orang tua untuk ditanamkan ke jiwa anak-anak. Sebaliknya orang tua harus bersikap bijaksana dalam menerima kejujuran yang diungkapkan sang anak karena terkadang emosi sulit dikendalikan saat menerima sebuah berita yang menurutnya tidak berkenan. Marah itu boleh namun tetap terstruktur dengan untaian kata yang baik dan mendidik.

Setiap anak memiliki karakter dan potensinya masing-masing, kita tidak mungkin mendidik mereka semua dengan menyamaratakan. Si kakak dengan karakter uniknya dalam belajar yang harus mendengarkan suara dari tv atau radio, selalu mempertanyakan aturan-aturan baku yang menjadi norma dalam masyarakat bahkan cenderung melawan aturan2 yang ditetapkan. Metode belajarnya memang sedikit berbeda namun berikan pilihan yang paling nyaman buat dia, mudah2an hasilnya akan lebih baik dibandingkan kita menyuruh belajar seperti anak2 pada umumnya. Sedangkan untuk peraturan, ajak diskusi dan berikan filosofi kenapa aturan dibuat dan apa manfaatnya buat kita semua.....repot??? ...ga juga, yang penting pemahamannya sudah dapat diterima olehnya.

Setiap kekerasan untuk karakter unik seperti ini justru tidak ada gunanya sama sekali karena kita seperti berhadapan dengan tembok kokoh. Yang dibutuhkan adalah ketegasan dan konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan-aturan yang telah disepakati bersama (hanya mengingatkan tipe unik ini tidak mau menerima sebuah peraturan tanpa dirinya dilibatkan sebelumnya). Kelembutan dan pendekatan personal merupakan solusi yang paling ampuh bagi tipe anak seperti ini.

Satu hal lagi, dalam keunikan biasanya tersimpan potensi yang luar biasa. Untuk menggalinya, jangan pernah berhenti memberikan dukungan positif di setiap aktifitas yang paling baru sekalipun karena biasanya sering mengganti kesukaannya (maklumlah sampai disini peran orang tua mengarahkan untuk lebih fokus kepadanya). Tertarik dengan gambar menggambar, berikan fasilitas alat2 menggambar seperti crayon, pensil warna, buku gambar, dari komputer dengan program desain sederhana hingga program yang canggih.

Walaupun saya belum menjadi orang tua panutan namun setidaknya berbagi pengalaman menghadapi keunikan si kakak mungkin dapat berguna bagi Uzlifathul Fitriah dan Arief Bayu Saputra yang saat ini sedang berbahagia menantikan buah hati mereka Semoga anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah serta berbakti kepada orang tuanya. Selamat ulang tahun ke 20 buat Fitriah dan ulang tahun pernikahan pertama. Semoga menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah

Artikel ini disertakan dalam April Mei Bayu Family Berbagi yang diselenggarakan oleh bro Arif, seorang blogger asal Jember yang sedang menanti kehadiran buah hati tercinta
Create your own banner at 
mybannermaker.com!

NE

49 comments:

Imelda said...

Siip deh, apalagi mas Necky kan sudah punya 3 anak dengan karakter yang berlainan, jadi lebih banyak pengalamannya.

EM

NECKY said...

terima kasih mbak EM, 'ngangon' 3 jenis karakter yang berbeda membuat saya berpacu melawan waktu untuk belajar memahami mereka....bahkan yg tadinya saya ga mau nanya sama psikolog, akhirnya saya ngobrol2 juga deh dengannya ya untuk percepatan...

Arief Bayoe Sapoetra said...

Teria kasih kang, saya save dulu dulu filenya......... ditunggu pengumumamnya ya kang....:)

Arman said...

ngebaca si kakak yang kalo belajar harus mendengarkan suara radio atau tv, itu persis banget ama kakak saya.
kalo saya gak bisa lho. kalo belajar harus sepi, di dalam kamar sendirian, gak ada suara. kalo ada lagu/tv malah gak bisa konsen. jadinya malah ikutan nyanyi atau nonton tv. huahahaha...

good luck ama kontesnya ya!

NECKY said...

Bro arief...silahkan kang...

NECKY said...

bro arman...gw pikir tadinya gitu ...kalau ada tv or radio ga mungkin bisa belajar. Tapi setelah baca2 literatur psikologi ttg jenis dan karakter orang ternyata memang ada tipe orang yg seperti itu....Kalau gw sih belajarnya udh mulai ngantuk baru dengerin lagu...untuk lawan kantuk...hehehe

mamah Aline said...

menghadapi karakter anak yang berbeda pastinya berbeda pula cara menangani dan mendidiknya, dan setuju sama mas necky kekerasan tidak akan baik dam tidak efektif, pendekatan secara filosofis atau pendekatan kedewasaan malah bisa diterima :)

niQue said...

ikutan menyimak, perlu juga buat saya pelajari, pasti berguna ketika punya anak nanti :)

Semoga menang kontesnya ya Mas :)

fitrimelinda said...

aku nyimak aja yah mas.. buat bekal nanti :D

NECKY said...

mamah aline....terima kasih dukungannya ....:-)

NECKY said...

nique...boleh koq ikutan nyimak

NECKY said...

fitri...dicatat yah...nanti bakalan ada ujiannya lho...hehehehe

bundadontworry said...

terimakasih sharenya Necky
apalagi Necky harus menghadapi 3 macam karakter dr buah hati tercinta ya, pasti lebih banyak pengalaman bagaimana cara menanganinya.
bunda alhamdulillah, punya 2 karakter unik dirumah.
dan, si bungsunya bunda kok ya hampir mirip dgn si kakak, kalau belajar hrs dengar suara musik yg kuenceeeng...hahahha....
salam hangat utk keluarga Necky
semoga selalu sehat
Semoga Allah swt memudahkan kita dlm mendidik dan membesarkan buah hati tersayang, amin

Semoga sukses di acara ini ya Necky :)
salam

pendarbintang said...

Membaca sambill...

hm...Hm... aja...biar masuk kehati dan kelak bisa diterapkan....menghadapi karakter orang yang berbeda memang harus memakai cara yg berbeda ya....

jd inget nasehat seorang teman :)

NECKY said...

bunda lily....terima kasih atas doa2nya. Mudah2an doanya diijabah sama Allah...aamiin...

NECKY said...

pendarbintang....semata2 ini agar anak2 bisa meningkatkan potensi mereka masing2 lho...

The Ordinary One said...

Semoga Sukses di perhelatannya blog tersebut ...

Salam saya Pak Neck

NECKY said...

hahahaha...om enha...saya udh curiga dari fotonya...ndak tahu dari rumah lama kasih komentarnya

om^man's said...

zaman telah jauh maju, kini serba 'online ...
buka daganganpun bisa online ... :P

archer said...

saya setuju kalo pendidikan agama itu penting, namu sayang sebagian orang tua mengabaikan pendidikan agama

Gaphe said...

mungkin itu sebabnya juga mengapa pemerintah mencanangkan program pendidikan berkarakter di hari kebangkitan nasional kemarin yah?

semoga sukses kontesnya!

NECKY said...

bro archer...mudah2an semua orang tua membekali anak2nya dengan pendidikan agama sedari mereka di usia dini

NECKY said...

om^man...yang penting kita dapat teteup bisa online ya om

NECKY said...

gaphe...thx bro....semoga program pemerintah bisa jalan juga yah....*ngarep.com*

hany nizah said...

nyimak kak..,salam dari hany,,:-)

uli said...

setuju bangat
pendidikan agama harus ditanamkan dari kecil pada anak- anak, agar dia punya bekal dan iman yang kuat

Dewifatma said...

Memang, pendidikan agama untuk anak sangatlah penting. Karena jika agamanya bagus, pribadinya Insya Allah bagus.

Semoga menaaaanng...!

@zizydmk said...

Ikutan kontes ya.
Kalau anak banyak (menurutku 3 itu banyak), ada banyak karakter yang harus diselami. Saya sendiri juga masih berusaha menyelami karakter anak saya.

NECKY said...

hany...waalaikum salam mbak

NECKY said...

uli...terima kasih udah mampir...

NECKY said...

dewi...kalau ada yang bilang udah dikasih pendidikan agama dari kecil aja itu anak masih melenceng dari agama....(gimana kalau kita ga kasih bekal donk....makin tersesat deh....hehehe)

NECKY said...

zee...iya bu, sekedar sharing buat siempunya kontes...cuma pesan aja, kalau kita memahami sifat dan karakter anak... kita butuh stock sabar yang banyak yah....:-)

erywijaya said...

Ya setiap orang/anak adalah unik, seperti sidiki jari :D

Bibi Titi Teliti said...

Whuaaaaa...
Bang Necky turun gunung dan ikutan ngontes jugaaaaa...hihihi...
wahai para banci kontes...waspadalaaah :)

Beda lah yang anaknya udah 3 mah...
penuh penjiwaan :)

semoga sukses ngontesnya ya bang :)

Susindra said...

Setiap anak memang unik dan tak pernah sama.
Moga sukses di kontesnya mas bayu, ya

primeedges said...

ah pas banget in... pengalam asli seorang ayah... :P sukses mas!

NECKY said...

mas erry....kembar identik pun ga bisa sama ya mas?

NECKY said...

erry.....wuahhhh...gimana ga penuh kejiwaan, teman2 kantor punya anak yg unik itu anak kedua atau ketiga. Sedangkan gw diberi tantangan sama anak pertama. Dampaknya kalau anak pertama yang unik itu cukup besar buat adik2nya...makanya bertapa dan bergurunya kemana2.....hahahahahaha. Alhamdulillah...dikasih stock sabar banyak meskipun...kalau lagi capek...suka sedikit ngelayap sabarnya....:-) thx ya bu

NECKY said...

oops...gw baru sadar ada 2 erry....yg satu co satu lagi ce....

NECKY said...

susindra...terima kasih..tp waktu zaman saya kecil dulu...ortu mah sama rata sama rasa....ga ada tuh beda2in...malah saya punya temen yg bapaknya tentara...lebih seragam lagi...semua anak tidak ada bedanya....

NECKY said...

prima...hehehe...tulisannya bukan curhat seorang ayah khan??....:-)

tunsa said...

anak2 memang unik. sehingga susah dihadapi, hgehe

ais ariani said...

suka ... suka... suka sama kata-kata
Marah itu boleh namun tetap terstruktur dengan untaian kata yang baik dan mendidik.
wow! wow bangeeet!
karena selain serba instan, jaman sekarang juga terkenal serba ekpresif
:)
dan untuk 'mengatur struktur' amarah bukanlah sebuah pekerjaan mudah, namun bukan berarti tidak akan bisa dilakukan yah Pak?

sukses buat kontesnya yah Pak
:)

NECKY said...

ais...saya menyebutnya Anger Management....sangat susah dilaksanakan tapi tidak mustahil kita harus mempelajarinya....intinya exercise terus lah... sama stock sabar banyak2 yah...Baru tadi malam, disuruh belajar...mau tahu jawabannya?..."santai aja kali ngomongnya"...begitu mamanya mulai naik intonasi kalimatnya waktu ngomong sama anak itu... :-)

NECKY said...

tunsa...ma kasih bro udah mampir yah...nantikan kunjungan balasan...

Mama Kinan said...

Pengalaman pribadi dengan putra putri yah pak...sip, jadi tambah ilmu nieh saya buat ngasuh kinan..bener sekali pak tentang kejujuran, tentang tidak menyamaratakan karena mereka unik..:)Semoga anak anak kita bahagia dalam hidupnya dan jadi generasi yang penuh potensi * amien

NECKY said...

mama kinan...menurut tulisan yg ngebahas tulisan amin....yang paling benar artinya untuk kata2 di atas...adalah aamiin...
semoga semua anak2 bisa mengembangkan diri mereka sesuai dengan potensi mereka yah...aamiin.....

Nia said...

wahhh anak pertamanya unik ya pak....hmmm sepertinya anak sy juga kayak begitu.....kalo disekolah ngga pernah mau diajarin sama gurunya...dia maunya belajar sekarepe dewe....tapi pinter hehehe.....masih kecil sech pak, baru 3 tahun...mudah2an klo udah gede masih bisa diatur.....

NECKY said...

nia...mulai kumpulan stock sabar ya bu.....hehehehe