Monday, 18 July 2011

Kenapa Aku Malas Belajar ?



Assalamualaikum,
Bunda, izinkan aku bertutur...:Aku malas belajar, bisa karena beberapa hal:

1. Karena aku tidak bisa atau tidak faham pelajarannya, jadi memilih menghindar.

2. Sudah pernah gagal, karena ada penelitian, seseorang yang sudah sekali gagal dan tidak diberikan semangat, akan cenderung memiliki semangat menurun, jika dibanding orang yang sudah pernah berhasil, sehingga ada kecenderungan sekali berhasil akan punya momentum untuk selalu berhasil. "Aku belajarpun, tak ada gunanya"

Seseorang yang pernah berhasil, akan cenderung tetap berhasil, berhasil, dan terus bersemangat untuk tetap berhasil. Tidak seperti yang sering gagal, mentalnya akan jatuh, dan mensugesti dirinya 'aku akan gagal, gagal, dan terus gagal'

3. Guru sekolah yang nyebelin atau gak enak ngajarnya, sedangkan aku tahu aku harus mengerti, sehingga justru tertekan dan memilih untuk menghindar "I know that is very important to understand, but even my teacher can't make me understand. I need help. "

4. Aku merasa sudah bisa dan tak perlu belajar lagi. Yang bisa mengalahkanku, hanya faktor luck, aku sudah mengerti semuanya. (Untuk anak yang punya kapabilitas lebih, namun tak terdeteksi oleh orangtua, banyak anak yang mengerti melalui metode balajar mendengarkan, contohnya saat dijelaskan guru di sekolah, bukan metode belajar konvensional yang dikenal, dengan memegang buku dan mengerjakan soal)

5. Aku justru tidak tahu dimana aku tidak bisa, jadi aku berkesimpulan aku sudah bisa semua, dan tak perlu lagi belajar. (Kadang anak merasa siap, tetapi sebenarnya belum 100%, sehingga saat melihat soal yang di luar 'kesiapan' menurut ukuran si anak, membuat anak jadi bingung)

6. Aku takut jika sudah belajar dan nilaiku tidak memuaskan akan dicemooh, jadi lebih baik aku tidak belajar agar ada alasan bila nilaiku jelek

7. Untuk pelajaran berhitung, (Matematika dan Fisika), aku tahu rumusnya, tapi aku bingung kapan digunakan. Aku semakin bingung dengan hanya terus menghafal rumus rumus, sehingga aku bosan untuk belajar.

8. Ada aktifitasku yang menarik dibanding belajar yang membosankan. Bisa saja aku belajar, jika menyenangkan dan mudah.

9. Aku tidak punya motivasi, untuk apa aku belajar? Toh aku masih bisa bersenang senang dengan sekolah manapun yang menerimaku. Aku sebenarnya tak terlalu peduli akan bersekolah dimana.

10. Tuntutan terlalu tinggi, aku takut gagal bahkan jika sudah belajar keras.

11. Aku memang tidak bisa, untuk apa aku belajar jika akhirnya akan tetap kalah dari anak anak yang pintar menurutku? (Pesimistis di awal)

12. Aku pernah baca, pintar belum tentu sukses, jadi aku belajarpun aku belum tentu sukses di kehidupan nanti bukan?

13. Aku berfikir, kenapa harus pusing di dalam nilai akademik? aku tahu siapa aku, aku bukan seorang matematikawan, tetapi seorang atlet, seorang seniman, atau seorang sastrawan yang juga bisa berhasil. Mereka tidak bisa memaksaku untuk bidang yang bukan keahlianku. (Si anak mungkin mengagumi tokoh tokoh seperti Pele, Cristiano Ronaldo, Thomas Alva Edison, Beethoven, Einstein, Abraham Lincoln, Louise Braille, Hellen Keller)

*Berikan pemahaman, pintar memang bukan berarti sukses, tetapi merupakan salah satu penopang kesuksesan. Ilmuan berhasil pun, menemukan teori baru setelah memahami kesalahan teori lama, pebisnis sukses faham dasar ilmu yang berguna, atlet bodoh bisa ditipu kontraknya, maka tak ada salahnya belajar pengetahuan yang ada sekarang, mengingat itu pengetahuan dasar. tetapi perlu diingat, jangan terlalu memaksa anak di bidang yang ia tidak sukai, tapi support di bidang yang ia terlihat memiliki kemampuan lebih dibanding anak seusianya, baik seni atau apapun.*

14. Aku malas belajar jika terus dibandingkan dengan kehebatan anak lain. Kadang, orang-orang selalu mencari-cari kesalahanku dan kelebihan orang lain agar aku bisa terus dibandingkan (sehingga akhirnya aku merasa dipojokkan). Aku merasa sekeras apapun aku belajar, dan sebaik apapun nilai yang aku dapat, aku pasti tetap dibandingkan dengan anak yang jauh lebih pintar (Di atas langit masih ada langit, jadi pasti akan selalu ada anak yang lebih baik)

15. I'm not a robot. Aku bukan orang yang dapat belajar terus-menerus. Ada sebuah penelitian yang membuktikan bahwa 'orang yang lebih cerdas adalah orang yang lebih bahagia'. Bagaimana aku bisa bahagia, jika setiap orang memintaku untuk menghafal, menghitung, belajar, dan terus belajar (Dan juga selalu menuntutku lebih).

*Berikan sedikit ruang.... Bermain dan belajar adalah hal yang harus dilakukan secara seimbang. Bahkan banyak orang bijak mengatakan "Tugas anak adalah bermain".*

16. I've never wanted to be born as a stupid. That's why i need something called 'support', from family, specially, parents. Don't blame it on me. I'll do my best. Do the best is different from get the best. Sometime, even i try hard and even harder, i still get a bad score. Everybody want me to understand, but they never learn to understand me. They think i'm not learning, but i have learned very hard. They only look at the result, without watching the process. So why i should studying so hard, even they don't care how hard i try, but only care about the result? So, the best way for me is cheating, because, they only care about the result.

Ada baiknya kita dengarkan dulu,apa yang menyebabkan anak2 kita malas/mogok belajar...
Jangan buru2 bawa ke psikiater Anak...Malas belajar itu biasa, kalau langsung dibawa, bisa malah ngerasa dirinya 'aneh', 'pengecualian' , atau bahkan buruk. Ada kesan seorang anak, bahwa ia merasa seperti diinterogasi , dan justru agak takut kalau mendengar psikolog.

Akan lebih baik, jika melakukan pendekatan personal dengan anak, dan tidak langsung menjurus. Misalkan dengan beraktifitas bersama anak, seprti menerbangkan layang layang bersama, lalu sesekali mulai memancing pertanyaan. Tapi ingat, Jangan Tatap Langsung Mata Anak! Ini mengesankan sikap interogatif. Dalam mengorek pendapat anak, jangan bertindak sebagai polisi - saksi, namun sebagai teman. Dengan demikian, anak akan cenderung terbuka untuk menjelaskan masalahnya dalam belajar.

Jangan tentukan langkah untuk atasi masalah yang sudah teridentifikasi. Tapi ajak anak untuk menyelesaikan bersama masalah yang dihadapi. Mulai dengan 'What can i help', bukan 'I think you should'. Jika anda punya pendapat berbeda, jangan langsung katakan "sebaiknya", tetapi mulai untuk "Ya, memang ada benarnya juga. Hmm Tapi coba fikirkan juga jika bla bla bla"



Terakhir, ingat untuk selalu berikan motivasi. Ingat,motivasi bukan tekanan, tetapi pemicu semangat anak. Juga selalu ingat untuk membantu mereka, saat mengalami hasil buruk, bukan dengan menyalahkan.

 *Tulisan ini dibuat oleh ke-2 anakku, Zakky 15 thn dan Zahra 13 thn ketika kutanya...apa yang membuat kalian, ataupun teman2 kalian malas belajar*.

Wassalam

Oleh: Ana Andriany

31 comments:

Brigadir Kopi said...

Sukses tidak diukur dari posisi yang berhasil dicapai seseorang dalam hidupnya tapi dari hambatan-hambatan yang diatasinya.

tapi apa yang dijelaskan sangat amat bermanfaat sekali, buat motivasi saya pastinya jika nanti sudah berkeluarga..amin

Arief Bayoe Sapoetra said...

Wah terima kasih kang , point2 diatas sangatlah penting buat saya memahami anak saya kelak ,,,,, menjadi orang bijak untuk anak adalah impian & harapan orang tua juga anak

Lidya said...

terima kasih masukannya pak, mudah2an saya bisa memotivasi anak-anak untuk belajar dan tidak patah semangat

obat alami darah tinggi said...

point-pointnya sangat kena...
membandingkan kepintaran anak orang lain dg anak kita sendiri akan berefek buruk terhadap anak kita sendiri

NECKY said...

arief....saya juga masih banyak belajar kang...

NECKY said...

lidya...sebuah pekerjaan yg tidak mudah...membuat motivasi belajar pada anak2

NECKY said...

brigadir kopi...alhamdulillah kalau emang bermanfaat

DewiFatma said...

Terimakasih, Mas. Bermanfaat banget nih untuk aku menghadapi anakku kelak jika malas belajar..

Oiya, sesuai anjuran Mas Necky kemarin untuk buat laman sendiri untuk narok AWARD, aku udah berhasil bikin dengan susah payah..hihi..
Malu bertanya nyoba sendiri. Alhamdulillah berhasil.
Tengkyu somad, Mas Necky!

Orin said...

Wahh...jadi itu ya alasan anak2 malas belajar. Hmm...menarik ;)

annployee said...

Kagum dengan cara pembelajaran yang Pak Necky pakai untuk anak-anaknya.

Mbah Jiwo said...

Ya ampun, tulisan ini jujur banget, dan rupanya ini alasan paling benar sepanjang sejarah, menjawab semua teka teki kenapa anak malas belajar...

Bagus mantab!

Nitip Lapak ya:
http://lesprivatmalang.net
http://jualrumahdimalang.com

NECKY said...

dewi....manstappppp...jangan kalah sama anak SMP yah hehehehehehe...selamat atas keberhasilannya

NECKY said...

bro ann....kita semua belajar...dan belajar terus lah ...jangan berhenti belajar ...

NECKY said...

kalau orin ...paake alasaan yg mana waktu malas belajar??? :-)

vitta said...

huhuhu.... kalo anakku yang ngomong begini aku bisa nangis darah....
tapi dengan postingan ini, aku bisa antisipasi....
makasiiiiiiy......

Lozz Akbar said...

saya pikir orang tua sesekali perlu mendampingi anak saat mereka belajar, ketimbang selalu mengeluhkan nilai buruk yang kadang diterima oleh sang anak. pujian dan hadiah jika anak memperolrh prestasi juga perlu sebagai penyemangat belajar anak

Ayo zakky ma Zahra belajar yang tekun ya.. sekolah itu enggak jamin sukses, tapi sekolah itu merupakan salah satu unsur yang juga diperlukan untuk kesuksesan kita

NIT NOT said...

point 15 mengingatkanku pada masa sekolah dulu...hehheee...bagus om tulisannya...review and review again...:D

NECKY said...

mbak vitta...jadi siapin stock sabarnya dari sekarang nih.....hahahaha

NECKY said...

bro akbar....tidak sedikit orang tua yang menekankan kepada anaknya untuk mendaptkan hasil yg terbaik tapi banyak juga yg menggunakan cara yang kurang okeh...mudah2an lebih banyak lagi ortu yang men-courage agar hasil mereka adalah yg terbaik....

NECKY said...

nit not... jadi elo nomor yg 15 yah??.... hehehe

bundadontworry said...

hihiiih...kayaknya yg nomer5 dan 7 ,bunda banget deh tuh Necky :(
suka sok tau, merasa udh yakin bisa, padahal pas ulangan malah bingung , apalagi matematika dan fisika...hedeh hedeh.... bikin kliyengan ...hehehe...

jadi, rupanya bermacam2 juga ya alasan anak2 malas belajar,dan sebagai ortu ,kita wajib mengetahui sekaligus mencoba membangkitkan kembali semangat mereka .

dan, rasanya kita sebagai ortu juga hrs terus dan terus belajar juga ya Necky :)
salam

NECKY said...

iya donk bun....jaman sekarang khan anak2 seneng banget belajar gadget...nah kita sbg orang tua kudu jangan kalah donk....hehehehe...

welcome back bunda lily

NECKY said...

mbah jiwo...monggo mas.....

edratna said...

Wahh..anak-anak yang pintar....
Hebat nih....
Untuk anak seumurnya benar-benar mereka mengungkapkan dari isi hatinya...dan sebagai orangtua kita banyak belajar dari pendapat anak-anak.

niee said...

Emang bener banget dah alasan-alasannya mas. Apalagi ternyata dari anaknya langsung yak!

Dulu aku malas belajar karena selalu dijadiin contoh. Selalu dibilang " 'lihat tuh irni rajin belajar'. Dikatain seperti itu aku bukannya seneng loh, malah jadi males. Gapain ngebandingin aku dengan orang lain kan. Emang sistem membandingkan gitu gak ada bagus2nya deh buat anak-anak..

Free Download MP3 Gratis Terlengkap said...

benar benar menginspirasi untuk belajar

mechta said...

nah...ternyata ada banyak alasan yg perlu dipahami ortu ya... trims mas..

NECKY said...

niee....itu yang terjadi dulu sama gw juga... paling ga seneng kalau udh dibilang...ini nih calon penerus ayahnya untuk jadi insinyur... rasanya jadi beban banget....tapi akhirnya bisa memahami kenapa ortu selalu bilang gitu setelah punya anak....hehehehehe

NECKY said...

mechta...semoga ortu dikasih stock sabar yg banayk yah....:-)

Mas Coro said...

Setidaknya kita harus memahami mereka lebih dekat karena kedekatan orang tua dan anak adalah sesuatu yang tidak pernah ternilai....Maju terus anak indonesia
Selamat hari anak.....

Salam hangat

NECKY said...

mas coro...perubahan zaman menuntut ortu lebih kreatif ya..