Thursday, 3 January 2013

Memilah Sampah

Saat saya membaca tulisan om enha tentang sampah, saya merasa kecolongan hehehehhe...karena ingin membuat atau menceritakan tentang sampah juga. Bahkan saya merasa tinggal di upload saja namun karena masih mencari-cari tempat sampah yang bisa diupload untuk memperkuat tulisan ceritanya...eh ternyata oh ternyata di draft itu yang ada baru judul doank ...saudara-saudara.....hahahaha.

Berawal dari kunjungan di 'rumahnya' mbak EM, yang bercerita kalau di Jepang sampah rumah tangga sudah dipisah-pisahkan sendiri oleh empunya rumah. Kemudian saya teringat di tayangan salah satu acara di Kick Ansdy tentang Bank Sampah dan dilanjutkan oleh ide pak gubernur atau wagub DKI (Jokowi Ahok) yang ingin menggalakkan Bank Sampah. Saya menjadi ingin memulainya dari rumah saya sendiri untuk memilah sampah.
Salah satu contohnya adalah sampah-sampah daun yang rontok dari pohon atau rumput2 liar yang dicabut tidak dibuang ke tempat sampah melainkan ditempatkan dirimbunan tanaman atau bawah pohon biar menjadi pupuk alami (pokoknya niat khan??). Terus kalau sampah dari botol plastik bekas minuman ringan dijadikan satu di plastik kemudian kalau mulai banyak kita tinggal berikan kepada pemulung yang sering lewat di depan rumah yg khusus mencari sampah plastik. Sembari memilah kita membantu para pemulung khan??

Beberapa tempat umum sudah menyediakan dua tong sampah yang berbeda untuk jenis sampah yang beda. Ada yang menuliskan di tong sampah dengan 'sampah kering' dan 'sampah basah', ada juga yang menuliskan dengan 'sampah organik' dan sampah 'anorganik', ada juga yang seperti gambar disamping ini tidak ada tulisan apa2 (entah tulisannya udh terhapus atau tulisannya ga sempat di taruh) jadinya tinggal nebak apa masukkan ke warna hijau atau warna kuning yah???

Bagi saya, definisi sampah kering dan basah aja masih bingung. Apakah sampah yang basah karena kena air atau makanan basah? iini masih ga jelas. Sedangkan untuk memahami organik dan non organik, belum tentu semua orang paham perbedaaannya. Sosialisasi dan penjelasan yang dimaksudkan dengan definisi sampah organik dan anorganik hingga saat ini belum memasyarakat.

Bahkan menurut tulisan om enha, petugas kebersihan-pun kurang memahami pentingnya memilah sampah sehingga mereka ada yang mencampurkan sampah yang ada meskipun sudah dipilah oleh para pembuang sampah. Ada baiknya kita menyatukan definisi sampah tersebut agar setiap orang memiliki pengertian yang sama sehingga dapat membantu penyelematan lingkungan (jauh banget sih ...cita2nya?)

Sampah Organik merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar . Sedangkan Sampah anorganik ialah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati baik berupa produk sinterik maupun hasil prosses teknology pengelolahan bahan tambang atau sumber daya alam dan tidak dapat diuraikan oleh alam, Contohnya: botol plastik, tas plastik, kaleng. (definisi dari wikipedia).

Semoga saja, kita bisa memulainya dari rumah untuk tujuan yang lebih mulia yakni menjaga lingkungan agar generasi penerus kita dapat menikmati terus bumi.....Sudahkah anda memulainya???

NE

16 comments:

danirachmat said...

Saya sebenernya juga pengen ikutan memilah sampah yang saya buang, tapi seperti Pak Necky bilang tuh, kadang tempat sampahnya udah dua atau tiga tapi ga ada tulisannya. Jadinya malah bingung. Petugas yang di deket situ pas ditanya juga kurang tahu, jadinya malah asal buang saja asalkan masih ke tempat sampah Pak.
Tapi kalo di rumah belom saya pisah lhawong tukang sampahnya kalo ngambil langsung aja semua dilempar ke atas truk..

NECKY said...

mas dani...kalau saya yg plastik2 tuh saya pisahin langsung dan kasih ke pemulung yg biasa nyari botol plastik untuk di daur ulang

Lidya - Mama Cal-Vin said...

bingung membuangnya pak. karena petugas yang mengambil sampah akan menyimpan semua sampah jadi satu ditruk sampah

nh18 said...

Jujur di depan rumah saya ... hanya ada satu macam Tong Sampah ... semua masuk sana ...

Mungkin yang paling enak itu adalah ... pake bahasa ... sampah dapur ... dan sampah lainnya *termasuk plastik kardus dan yang sejenisnya*

Mungkin ini akan memudahkan pemilahan

Salam saya Pak Neck

Anonymous said...

Kalau saya di rumah belum dipisahkan, karena sampah rumah tangga pasti dicMpur aduk juga sama petugasnya. Namun memang plastiknya sudah dipisah, mana sampah dapur mana sampah toilet.....
(Zizy). Maaf pake Anonym, habis susah komen dari tablet, ga kebuka klo pilih yg lain heheee...

niee said...

Dari pengalamam di kantor yg kesusahan buang sampahnya. menurut aku pemilahan sebaiknya yg lebih sederhana. misalnya satu yong hanya utk plastik, kertas, kaleng, kaca, besi, dll (sampah yg jelas bisa didaur ulang dan 'bersih'). jadi sisanya masuk ke tempat lainnya. kalau dikelompokkan pake istilah juga masih sulit, kecuali tempatnya banyak bukan cuma dua IMHO.

NECKY said...

mbak lidya...seperti yg saya lakukan adalah utk dikasih ke pemulung kita pisahin aja biar ga bingung

NECKY said...

masih mending om enha di depan rumah ada tong sampah....di depan rumah saya malah ga ada tong sama sekali tuh....hehehehe

NECKY said...

zizy...kalau pakai tablet emangnya susah komentar di blogspot atau di wordpress juga yah??

NECKY said...

niee...kalau susah buang sampah ya ngga usah buang sampah lah.... hahahahaha

NQ said...

kami sudah lama memilah sampah, botol plastik dan kardus dikumpulkan para asisten untuk dijual hehehe sementara sampah yg lainnya rutin diambil oleh tukang bersih2 yg ditugaskan RT setiap pagi.

yang susah emang kalau di luar, karena tong sampahnya gak jelas, jadinya ya gitu deh, asal masuk tong aja deh, soal isinya campur aduk ya mo gimana lagi hehehe

imelda said...

sebetulnya semuanya masalah kebiasaan saja. Dan untuk mengubah kebiasaan buruk memang jauh lebih susah daripada memulai suatu kebiasaan baik. Semoga semakin banyak warga yang sadar bahwa memilah sampah adalah kebiasaan baik.

prih said...

Salam kenal Pak Necky,
Kebiasaan memilah menjadikan proses daur ulang menjadi lebih mudah, ada yang cukup dikomposkan.
Pemilahan ala Pak Necky juga memberikan tambahan pendapatan bagi pemulungnya. salam

NECKY said...

nique...yang penting niatnya kita dulu deh kalau di luar rumah emang susah banget kita nya.

NECKY said...

mbak EM...emang susah membuat kebiasaan baik kecuali diniatin dari awalnya

NECKY said...

prih...salam kenal juga yah. tunggu kunjungan balasannya dari saya yah