Friday, 24 December 2010

Perjuangan Seorang Ibu

Di hari Ibu beberapa hari yang lalu, banyak di twitter maupun Facebook yang mengucapkan rasa sayang mereka kepada ibunda mereka dengan cara dan gayanya masing-masing. Bagi saya pribadi sosok ibu merupakan seorang pejuang yang dengan segala daya upayanya membesarkan anak-anaknya seorang diri tanpa ada pendamping karena saat baru melahirkan anak ke-enam (usianya baru sebulan) ditinggalkan suaminya (meninggal dunia di usia relatif muda -39 tahun). Saat itu ibunda, kami memanggilnya Mama,  masih berusia 33 tahun dengan 'buntut' yang banyak.
Bandung 1969
Saya masih ingat saat sekolah dasar, apabila ingin mainan atau sebuah raket bulutangkis...beliau minta saya dapat ranking terlebih dahulu baru dibelikan. Akan tetapi bila saya minta uang untuk beli buku, tanpa ditunggu lama beliau dengan cepat memberikannya karena baginya untuk keperluan sekolah adalah nomor satu. Saya sempat sebel setiap bagi raport dengan bangga beliau memamerkan nilai-nilai saya dan selalu berkata kalau saya adalah pengganti almarhum bapaknya. Saya tidak suka diberi beban, malah pernah sengaja tidak mau dapat ranking namun beliau tidak marah melainkan hanya senyum saja.....aduh saya langsung merasa bersalah yang tidak terhingga.

Membesarkan anak banyak seorang diri tanpa ada pendamping sangatlah tidak mudah karena harus berperan ganda, menjadi ibu sekaligus bapak. Sebagai anak paling kecil, mungkin orang-orang akan bilang bahwa beliau sangat memanjakan diriku, tetapi memang saya sangat dekat dengan beliau. Saat sekolah menengah, saya sempat jauh darinya karena lebih sering di luar rumah bersama teman-teman. Namun begitu masuk kuliah sedikit demi sedikit beliau memberikan tanggung jawab kepada saya.Semua kakak-kakak mendapatkan tugas masing-masing. Apalagi ketika satu demi satu mulai menikah, urusan rumah tangga mulai saya tangani.

Saya tidak lupa ketika saya lulus S-1, wajahnya sangat berseri-seri dan sumringah (kalo kata orang Jawa bilang).Bagaimana tidak senang, akhirnya ucapan beberapa belas tahun sebelumnya ternyata menjadi kenyataan. Saya juga ingat bagaimana beliau menjadikan kepala jadi kaki dan sebaliknya ketika tahu salah satu anaknya mau masuk kuliah dan harus membayar uang masuk dalam jangka waktu yang singkat. Ketika itu saya masih SMA, dan beliau hanya membagi ceritanya dengan saya. Singkat cerita akhirnya uang didapat dan kakak masuk kuliah.

Memasuki usia 50an, kesehatan beliau mulai menurun penyakit ginjal menggerogotinya sedikit demi sedikit. Fungsi ginjalnya perlahan tapi pasti makin menurun dan sempat dicuci darah seminggu 3 kali. Di akhir hayatnya beliau bisa tersenyum lebar karena semua anak-anaknya telah menikah dan punya anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tepat tanggal 27 Juni 2000, sang Khalik menginginkan beliau menghadapNYA di rumah sakit.

Satu hal yang sangat sulit bagi saya meniru beliau dalam bersilahturahmi, dengan cara apapun beliau rajin melakukan kunjungan ke rumah sanak saudara yang tinggal di dalam kota maupun di luar kota. Mudah2an saya dapat melanjutkan tali silahturahmi yang telah beliau tinggalkan.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bagi saya beliau merupakan seorang pejuang yang tidak boleh diremehkan oleh siapapun. Seorang Single Parent yang membesarkan anak-anaknya tentu bukan hal yang mudah....

Pondok Ranji, 24 Desember 2010
http://sentilan.blogspot.com

12 comments:

Arman said...

bener2 ibu yang hebat!!!!
sekarang ibu nya pasti berbahagia di Surga ya...

jadi parents itu emang susah, apalagi single parent ya... asli salut!!

Lozz Akbar said...

Kirim do'a terus tiap hari ya buat Bunda yang ada di atas.. salam kenal

NECKY said...

iya bro arman.....saya aja yg anaknya baru 3 (hehehe) dan bukan single parent ...rasanya susah banget....

NECKY said...

salam kenal balik mas akbar....insya Allah kirim doa setiap harinya........tukeran link yuk mas...

WK said...

Ibu itu sumber inspirasi..!!!

nh18 said...

Wah pak ...
Jujur ...
tidak bermaksud untuk lebay atau bagaimana ...
namun saya harus jujur ...
membaca postingan Pak Neck kali ini ...
Mata saya berkaca-kaca pak ...
Sungguh hebat beliau ...

Semoga Ibunda bahagia di alam sana ya Pak Neck

Salam saya

Sukadi Brotoadmojo said...

memang luar biasa perjuangan seorang ibu, saya banyak belajar dari apa yang telah dilakukan ibu untuk anak-anaknya...

*link "Sentilan" sudah saya pasang balik Pak.
terimakasih :)

cucuharis said...

Ibu yang hebat
salam ta'ji untuk beliau
Doakan selalu beliau!

NECKY said...

om nh...makanya saya selalu sedih kalau ada anak yang tidak bisa atau tidak mau menghormati orang tuanya......

ikkyu_san said...

HEBAT....

aku tahu setiap ibu memang hebat, tapi single parent memang berat sekali. Tapi seorang ibu memungkinkannya. Semoga ibu bahagia di surga ya...

EM

cucuharis said...

Salam persohiblogan

NECKY said...

mbak EM...terima kasih udah mampir di blog.
bos haris,,....salam hangat juga bro...