Thursday, 19 July 2012

Menjadi Lebih Peka

Sebelumnya saya mohon maaf karena cerita pangandaran harus dipotong dengan postingan ini. Saya begitu terinspirasi menulis setelah bertemu dengan seorang anak lelaki yang berprofesi sebagai pemulung. Beberapa saat yang lalu, sewaktu menunggu istri yang sedang membeli makanan sahur untuk anak2, saya melihat seorang anak sedang duduk beristirahat di bawah papan reklame besar. Di sebelah dirinya terdapat karung yang tingginya sama dengan tinggi anak tersebut berisi bermacam2 kertas bekas hasil memulung.

Tidak sekalipun raut wajahnya menunjukkan keletihan, bahkan saya melihat sebuah optimisme dan semangat yang luar biasa di wajah anak tersebut. Dia sedang bersenandung riang sambil duduk bersandar di tiang reklame. Begitu istri saya datang, lantas kita mendatangi si anak sambil mengobrol singkat seperti kenapa sendiri? di mana orang tua atau temannya?
Saya teringat saat turun dari kereta membeli kue untuk saya makan karena kelaparan akibat kelamaan di kereta (maklum sedang ada gangguan, jadi waktu tempuh normal 20 menit menjadi hampir satu jam). Saya berikan kue itu kepadanya. Dia begitu berterima kasih saat menerima kue yang kami berikan dan langsung memakannya meskipun kami belum beranjak dari hadapannya.

Mungkin sebagian besar dari kita seringkali menyisakan atau menyimpan makanan hingga berhari-hari di lemari es. Kita sering lupa bahwa banyak saudara-saudara kita yang lebih membutuhkannya di luar sana dibandingkan hanya disimpan saja. (ini termasuk saya juga lho). Sampai saya menjauhinya, 2 kali dia mengucapkan kata terima kasih untuk kue yang kami berikan kepadanya dengan penuh arti dan sungguh-sungguh. Alhamdulillah kelihatannya dia memang ingin makan banget.....


Memasuki bulan penuh rahmat, kita dilatih untuk lebih peka terhadap saudara-saudara kita yang kurang beruntung rizqinya. Semoga saja di bulan suci nanti kita menjadi lebih paham kesulitan-kesulitan saudara kita dan menjadi lebih peka terhadap lingkungan terdekat.

Kepada saudara2ku yang beragama islam, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk teman2 non muslim, perkenankan permohonan maaf saya apabila ada komentar atau tulisan yang menyinggung perasaan. Tidak ada sedikitpun niat untuk melukai perasaan orang, namun sebagai manusia tentunya tidak luput dari segala kesalahan yang tidak disengaja.

NE

13 comments:

Nchie Hanie said...

Sama2 BAng..
Maap lahir batin juga, barangkali ada salah kata ato komen yang tidak berkenan..

Tebak Ini Siapa said...

Wahhh thanks ceritanya... harus lebih peka nih...
Selamat puasa ya mas...

imelda said...

Mas Necky,
saya pernah membaca dan dari data-data yang saya tahu, bahwa Jepang membuang makanan yang sebetulnya masih layak makan, demi alasan higienitas.
Sebagai konsumer memang kita mengharapkan produsen ketat dalam menyediakan barang konsumsi. Tapi sebagai orang yang beragama, rasanya sayaaaaang sekali melihatnya. Sampai iklan pemerintah perlu memasukkan data-data tsb di reklame yang bisa terbaca, spt di kereta dll.

Semua harus dilakukan oleh diri kita sendiri.
1. Jangan membeli makanan berlebihan atau menimbunnya.
2. Masak secukupnya (pernah kutulis di TE juga)
3. Pikir dua kali sebelum membuang makanan, apakah makanan ini tidak bisa lagi diolah menjadi sesuatu yang lain.
4. Jika sampai terpaksa harus membuang, aku selalu minta maaf dalam hati, dan berusaha tidak sering-sering membuang.
Eco-kitchen bisa dimulai dari rumah.

Semoga kita bisa selalu peka pada sekeliling kita ya mas.
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Maafkan saya juga jika ada kesalahan yang sudah saya lakukan.

imelda

nh18 said...

Selamat Berpuasa Pak Neck ...
Mari kita lakukan ibadah ini dengan gembira

salam saya

NECKY said...

Mbak EM, saya juga pernah kerja di restoran sewaktu masih sekolah di negara tempat tinggalnya arman. Hati ini sangat ga rela melihat makanan-makanan dibuang karena rules perusahaan lah yang bikin mereka berbuat begitu..padahal kalau saja bisa di kasih buat kaum homeless atau orang-orang yang beruntung mungkin lebih baik kali yah...

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Selamat menjalankan ibadah puasa ya Pak NEcky

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Selamat menjalankan ibadah puasa ya Pak NEcky

Abi Sabila said...

Selamat menunaikan ibadah puasa, Pak. Semoga Ramadhan kali ini bisa kita isi secara maksimal dengan ibadah yang lebih berkualitas. Amin.

NECKY said...

nchie....udah mulai puasa khan?? :-) met puasa yah..bu

NECKY said...

una..ma kasih ya...jadi lebih peka ga??

NECKY said...

om enha, mbak lidya dan abi sabila... semoga kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan menuju 'kemenangan' di hari fitri nanti....

niee said...

iya yak.. jadi malu aku sering makan gak habis.. terutama.di restoran karena porsinya gak sesuai.. :(

NECKY said...

niee...kalau ke restoran yang jarang kita kunjungi emang bgitu tuh. Kita ga bisa memperkirakan porsinya khan??