Monday, 27 October 2014

Pariwisata Indonesia Itu Woke Banget

Sebenarnya postingan ini ga ada hubungannya dengan menteri yang baru terpilih. Ada kegundahan dalam hati ini kalau melihat dunia pariwisata di Indonesia. Kalau negeri lain berpikir keras dan memutar otak bagaimana caranya membuat orang datang berkunjung ke negaranya...namun sangat disayangkan dengan kondisi negeri tercinta.....lebih banyak yang bangga apabila sudah menginjak atau pergi ke negeri tetangga  dibandingkan berkunjung ke tempat-tempat yang bagus di tanah air.

Kalau kita bisa lihat negara tetangga yang kecil namun powerful yakni Singapura. Mereka selenggarakan pameran tentang Teknologi ICT setiap tahunnya dengan nama CommunicAsia. Coba saja kita pergi go show ke Singapura tanpa memesan hotel sebelumnya ketika perhelatan berlangsung?....susahnya luar biasa. Kalaupun ada, harganya udah selangit. Mereka ciptakan kondisi agar orang berbondong-bondong melancong ke sana...dan tetntu saja...mendorong perekonomian negara tersebut secara tidak langsung. 
Pemerintah Singapura sangat peduli dengan event-event yang mendorong orang datang ke negerinya. Saya sih berharap pemerintah kita baik itu pemerintah pusat maupun daerah juga peduli dengan event-event internasional yang bisa mendatangkan orang banyak ke negeri ini. Sebagai contoh perhelatan musik Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) yang sudah berlangsung 10 kali. Perhelatan ini sungguh-sungguh sangat membantu dunia pariwisata. Minimal memperkenalkan Indonesia (Jakarta) kepada orang-orang yang sebelumnya ga tahu Indonesia ada di belahan dunia mana? Ga usah kita bahas dampak ekonominya, namun yang penting kita berharap pemerintah ikut membantu (entah dalam hal perizinan, keringanan pajak, keimigrasian, dll) agar dapat membuat orang2 yg terlibat di acara ini bisa lancar menjalankan perannya. Ketika ada kabar bahwa Singapura tertarik memboyong JIJJF ke negerinya, saya harap ini hanyalah sebuah kabar angin alias gosip...sebab Indonesia akan banyak kehilangan kalau jadi pindah.

Lain halnya Malaysia dan Thailand...yang menarik wisatawan dengan 'menjual' keindahan panorama alamnya. Well....Indonesia itu punya segalanya kalau untuk urusan keindahan alam. Semuanya ada di negeri yg indah ini. Mengambil pengalaman teman yang sempat tinggal di Amerika. Saat musim liburan, mereka memilih untuk pergi ke daerah pedalaman di negara bagian Arkansas (Eureka Spring). Info ini dia dapat dari internet. Bayangan dia, tempatnya itu adalah sebuah daerah yang sejuk dan hijau dengan mata air yang jernih, namun begitu sampai disana...semua bayangan itu ya jauhhh banget...hehehehe. Lantas saya mencoba membandingkan cerita teman dengan salah satu tempat di daerah Pangandaran yakni Green Canyon yang pernah saya datangi....wuihhhh...jauhhhh banget deh. Namun untuk pergi ke Pangandaran dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi karena akses ke tempatnya kalau dari Jakarta cukup macet...yang seharusnya 7-8 jam bisa jadi 10-11 jam. Mudah2an ada jalan Tol ke pangandaran...sehingga turis yang akan kesana jadi jauhhh lebih banyak lagi.

Indonesia...negeri yang kaya akan budaya dan panorama alam yang luar biasa bagusnya. Ini adalah modal utama untuk mendatangkan turis. Infrastruktur adalah salah satu kelemahan yang sangat parah....saya yakin banget orang2 pintar dipemerintahan sudah menyadari namun belum bisa berbuat banyak. Saya berdoa aja semoga orang2 yang menjadi penguasa saat ini bisa melihat lebih jelas dan jernih lagi sehingga bisa membangun negeri ini yang dimulai dari tempat2 pariwisata. Sepanjang pantai selatan Jawa aja dari Ujung Kulon ke Yogyakarta....banyak sekali tempat-tempat bagus buat dijadikan spot pariwisata. Jadi punya impian ada jalan bagus yang menghubungkan Ujung Kulon hingga Yogyakarta...kapan yah bisa terjadi??

Di negeri seberang, sebutlah kota Keris. Di kota tersebut ada yang namanya Walikota dan ada yang namanya City Manager. Walikota sebagai pembuat kebijakan, sedangkan City Manager bertugas membuat kota tersebut bisa mandiri bahkan bisa membuat pertumbuhan ekonomi dan berdampak bagus buat penduduknya. Bukan hanya sekedar profit oriented dan mengorbankan penduduk setempat. Kota Keris tidak memiliki sumber daya alam yang mumpuni untuk mendatangkan turis. Akhirnya walikota membangun sungai buatan dan dirancang sebagai tempat 'hang out' diwaktu malam hari. Sedangkan di siang hari menjadi wisata air dengan perahu yang menyusuri sungai buatan. Mereka ciptakan kondisi sedemikian rupa untuk mendatangkan turis....coba bandingkan dengan negeri kita? Effort sedikit aja mungkin bisa membuat perbedaan yang signifikan....Kota Tua lebih diberdayakan lagi, pasti sudah bisa membuat turis datang lebih banyak....well...terlalu banyak spot indah di negeri ini...potensi pariwisata  yang luar biasa....semoga bisa menjadi kemaslahatan rakyat Indonesia.....

NE

12 comments:

Idah Ceris said...

Terobosan apik kalau dipaketin sama event2 ya, Pak. Macam Dieng Culture Festival gitu. Hehehe Karena, banyak banget magnet wisata di negara kita.

Pak Neck kudu berkunjung ke Green Canyon deh, biar nanti jdinya wisata indonesia woke woke bangeeed. Beneran indah di GC. :)

Lidya - Mama Cal-Vin said...

wisata di Indonesia aja belum semua dikunjungi ya pak saking banyaknya

NECKY said...

mbak Idah, saya udah kesana 2 tahun yang lalu....bener2 keren mbak.

NECKY said...

mbak lidya....semangat yg tinggi tapi fulusnya ga semangat hehehehehe. Semoga ada alokasi anggaran yg bisa keliling indonesia

belalang cerewet said...

Kata istri saya yang pernah ke singapura juga gitu Pak. Negara kita jauh lebih kaya baik budaya maupun panorama alam, tapi kita masih belum pintar mengemasnya. Malaysia juga gitu kan sampe memasarkan tarian kita begitu apik ke dunia. Semoga kabinet baru mampu mendorong potensi wisata lebih maksimal.

Shinta said...

Saya termasuk yang menjelajahi Indonesia tapi yang umum aja. Itu juga karena orang tua yang ngajak, karena ternyata sekarang ini biayanya lumayan mihil. Dan akhirnya pilihan jatuh liburan keluar.

Tapi tetep punya dukungan positif untuk pariwisata Indonesia ^^

Aisha Abdullah said...

Semoga Indonesia bisa lebih maksimal dalam mengurus dan mengemas pariwisatanya aamiin!

NECKY said...

belalang cerewet....singapura pintar mengemas...yg sekarang digarap sama mereka income dr wisata medis (saingan dengan Malaysia)

NECKY said...

mbak shinta...iya bener ongkos ke bunaken sama ke kuala lumpur jauh banget bedanya yah?? hiks hiks hiks, tapi kalau kita di P.jawa, untuk menjelajah dari ujung kulon, ke banyuwangi di pantai selatan, atau dari pantai carita ke pantai pasir putih di bojonegoro (kalau ga salah) juga ga akan habis2nya.... juga tuh

NECKY said...

mbak aisha, semoga saja infratruktur (baca: akses jalan dan akomodasi lainnya) bisa mendapat bantuan atau perhatian ari pemerintah pusat maupun daerah

nh18 said...

Saya hanya bisa berharap ...
(tidak putus-putusnya ... ) pariwisata Indonesia bisa lebih maju lagi ...

dulu ketika saya masih bekerja di perusahaan multi nasional saya selalu berusaha mengundang teman-teman yang berasal dari negara lain untuk datang ke Indonesia ...)
saya berusaha menjadi tuan rumah yang baik untuk mereka ...

supaya mereka punya kesan yang baik terhadap Indonesia ...

salam saya Pak Neck
(1/11 : 10)

putri rizkia said...

setujuuuuu
indonesia tuh indah banget,,
indahnya kebangetan,,
saking bagusnya kalau lagi nemu tempat bagus gak pengen foto-foto
gak pengen berbagi keindahan sama orang lain,,
cukup di rekam dikepala
tapi ya itu sayang kalau jalan2 di indonesia mahal di ongkos,,,

contohnya ya,,aku backpakeran ke singaparna cuma ngabisin 1,5 all in,, sedangkan ke padang bisa ngabisin 3 juta ampun kan,,

sebenernya singapur itu biasa aja,,kaya jakarta,,bedanya ya mereka lebih rapi aja,,dan lebih bersih