Friday, 10 January 2014

YKS VS Mata Najwa

Sejak pertama mendengar acara Yuk Kita Sahur (YKS), saya ga sedikitpun ingin membahas dengan orang lain karena bagi saya acara sahur di TV kita terlalu banyak ngelawaknya. Apalagi saat sahur kemarin di rumah kami hanya menonton sinetron religi Para Pencari Tuhan atau Tafsir Al Misbah nya Quraish Shihab. Jadi kami sekeluarga tidak kenal dengan istilah Goyang Cesar dll.

Bagi saya pribadi sih acara YKS sama juga seperti acara variety show lainnya seperti Pesbuker, Campur-Campur, dll. Ga ada yang istimewa sama sekali apalagi bintang-bintangnya juga hampir sama. Sampai akhirnya ada petisi untuk menolak acara YKS. Dalam hati kecil saya, apakah cukup berharga dibuat petisi untuk menolak acara tersebut?? Malah kemarin saya baca di media online ada sebuah Ormas agama yang ikut melarang....weleh2...(sambil goyangin kepala).

Alasan pelarangannya karena isinya blah...blah...blah ...(self sensor....hehehehe) yang sebenarnya isi acara YKS itu sebenarnya identik dengan variety show lainnya. Well...saya ga mau kasih komentar utk masalah petisi dan pelarangan. Namun yang pasti Rating YKS yang tinggi itu menunjukkan memang potret masyarakat negeri ini memang masih senang dengan candaan dan celetukan YKS.

Dibandingkan tayangan Mata Najwa minggu lalu yang menampilkan JK, Jokowi, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Abraham Samad mungkin bobod atau kualitas acara YKS jauh banget yah. Namun itulah gambaran sebenarnya masyarakat Indonesia.

Mata Najwa menurut saya sih sangat layak ditonton seperti halnya Kick Andy. Konsep talk show diracik seringan mungkin meskipun kualitas pertanyaan Najwa Shihab sangat menohok semua nara sumbernya. Beberapa tokoh kontroversi (Capres) telah diundang. (kalau mau lihat acara ini bisa langsung ke website TV acara ini  ditayangkan. Pernah diundang seperti Rhoma Irama, hingga Farhat Abbas. Saya ga mau bahas isi wawancara mereka dengan Najwa ah...takut nanti melanggar UU ITE.....qeqeqeqeqeqeqe

Bagi beberapa orang acara Mata Najwa dinilai sangat bagus dan berbobot tapi bagi sebagian orang lainnya menilai acara seperti ini ga layak ditonton dengan alasan capek aja atau malas mikir lagi. Mereka hanya butuh hiburan saat nonton TV...tepatnya melepas tawa melihat kekonyolan diantara pengisi acara seperti buka2an aib sesama teman, ledek2an diantara mereka sendiri hingga yang lainnya. Lantas kalau banyak yang protes kepada acara ini...ya gampang koq...ambil remote pencet untuk pindahin channel TV lain... Beres khan???...kalau kata alm Gus Dur....Gitu Aja Koq Repot....

NE (sama sekali bukan penggemar acara YKS...kalaupun menonton itu karena kalah suara dengan orang rumah)

10 comments:

nh18 said...

Kalau saya ...
cari yang ...
pendidikannya dapet ...
inspirasinya dapet ...
hiburannya dapet ...
semangatnya dapet ...
bangganya dapet ...
optimisnya dapet ...

masih banyak orang hebat di negeri ini ...

acara itu adalah ... Kick Andy

Salam saya Pak Neck

vizon said...

Segala sesuatu yang sudah berlebihan, memang tidak baik. Candaan dan gurauan yang ditambah goyangan heboh di acara YKS itu terkadang dibutuhkan juga untuk sekedar melepas penat. Tapi, karena sudah berlebihan, baik dari segi konten, durasi maupun masa penayangan yang setiap hari, membuatnya menjadi kontra produktif. Semoga saja berbagai kritikan terhadap acara ini bisa membuat produser dan timnya dapat berbenah diri, sehingga acara tersebut bisa terus berlangsung dengan seperangkat nilai baik yang dimilikinya..

Beranda Kata said...

aku benci banget dengan YKS...

prih said...

Batas antara disanjung dan dipenthungnya tipis ya Pak Necky. Seandainya setiap acara melakukan evaluasi diri secara berkala bagus utuk perbaikan diri. Salam

Ysalma said...

saya kenal YKS akhir-akhir ini, setelah heboh di TV, tak coba tonton, tapi sepertinya kurang cocok buat selera emak-emak, tapi anehnya anak saya yang ga pernah nonton sebelumnya justru tau tokoh-tokoh sentral dan jargonnya. Ternyata itu hasil nguping "pembicaraan" teman2nya dijemputan.

Alris said...

Saya nonton tv hanya untuk acara siaran langsung bal-balan yang saya suka, kalo bal-balannya bukan tim yang saya suka awak ndak nonton. Acara seperti yks jauuuuh...

Bibi Titi Teliti said...

Baaang,...
aku sih paling males nonton acara kayak gituuuh...bahkan OVJ pun gak suka...
Tapi kalo ada yang suka sih...yah silahkan aja...gak mau nge judge juga...

Tapi kalo di rumah sih, anak2 gak aku perbolehkan nonton yang aneh aneh lah, makanya pasang tv kabel...cukup nonton disney aja deeeh...

Bener bang, kontrol ada dikita sang pemegang remote!

Bibi Titi Teliti said...

Lagian kalo udah lewat jam 8 gituh...
anak anak udah aku suruh tidur kok...sehingga dakulah yang akan menjadi penguasa remote...*peluk remote dipidi dengan penuh kasih sayang*...hihihi..

elvan renova said...

kalau dilihat sih memang tujuan dari menonton tv adalah untuk melepas penat dan mendapatkan sebuah hiburan yang bisa melepas tawa sang penonton. Tapi ketika durasi acara seperti YKS yang bisa dibilang sangat panjang (setahu saya dari jam 7 malam sampe hampir jam 11 malam) itu sangat-sangat tidak efektif. Dimana secara tidak langsung para penonton akan terhipnotis dengan aktivitas2 yang ditayangkan di acara tersebut misal saling meledek yang tidak baik, membuka aib teman2 sendiri. Lama kelamaan akan terbawa ke kehidupan pribadi penonton dan akhirnya ya tahu sendiri lah bagaimana jadinya.

Soal acara mata Najwa dan kick Andy sepertinya memang tontonan untuk mereka yang ketika menyalakan sebuah tv mereka menginginkan sebuah informasi yang benar2 berkualitas.

Ya semua kembali kepada penonton yang merupakan konsumen dari industri entertainment Indonesia. Kalau konsumen suka,kenapa produsen tidak terus memproduksinya??


Semoga saja acara seperti mata najwa dan kick andy tidak diberhentikan hanya karena rating yang "kurang". Rating yang kurang tersebut bukan karena acaranya tidak bagus, tetapi memang yang memberi rating itu sepertinya lebih tertarik kepada acara yang lainnya.

Salam super dari ane gan. Semoga acara2 kita semakin mendidik dan berbobot.

^^,

Welly Soesanto said...

Mata najwa lebih mendidik