Thursday, 14 February 2013

Etika Berkendara

hijaunya dimana? yang maju yang mana ayo?
Saya yakin kalau sebagian besar blogger itu memiliki SIM A atau SIM C karena blogger itu sebagian besar orang-orang idealis. Kalau ada blogger yang 'nakal' seperti kasus beberapa waktu yang lalu pastinya dengan mudah akan ditinggalkan oleh komunitasnya. Dalam berkendara, meskipun sudah memiliki SIM belum tentu mengerti etika berkendara yang baik dan benar.

Untuk pengendara yang memiliki jam terbang belum banyak akan berpendapat bahwa dengan SIM, mereka bebas berkendara dan tidak takut ditilang selama mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Ada hal-hal kecil yang perlu diketahui secara umum dan (mungkin) tidak ada aturannya di buku undang-undang lalu lintas tapi sebaiknya perlu dipahami dengan baik.
Membunyikan Klakson

Saya adalah tipe orang yang paling tidak suka menggunakan klakson karena saya paling tidak suka diklakson orang tanpa ada kesalahan. Saya suka memperhatikan kalau ada orang yang gemar sekali menggunakan klakson sesuka dia. Contoh: Saat menunggu lampu merah. Baru aja sedetik lampu menjadi hijau, ada aja yang membunyikan klakson. Duh ..rasanya pengen banget ngelempar itu orang. Ada juga yang suka pakai klakson hanya sekedar minta jalan.....emangnya dia siapa yah??
Klakson dan sirene beda tipis...saya sangat terganggu dengan orang-orang yang pakai voor rider (bener ga sih tulisannya). Sepengetahuan saya penggunaannya khan ada aturan lho (cmmiw). Saya pernah melihat ada voor rider polisi di jalan Sudirman pas jam sibuk (pulang kantor) ga di kasih jalan sama sebuah mobil. Rupanya sang polisi merasa 'kewenangan'nya terganggu, lantas memarkir motor gedenya di depan mobil tersebut. Tahu ga...sang supir (berambut cepak la tentara) malah turun dari mobil dan memaki (dari raut mukanya) dan menunjuk-nunjuk sang polisi.....Hahahahahaha...rupanya si polisi kena batunya....mau petantang-petenteng malah dapat rival....sayang banget bis transjakarta yang saya naiki melaju dengan kencang sehingga ga bisa lihat kelanjutannya.

Mengantri dan Bergiliran
Setiap penyempitan jalur (bottle neck), dari 4 lajur menjadi 2 lajur, atau 3 lajur menjadi 1 lajur pasti menjadi sumber kemacetan yang parah. Hal yang bikin parah lagi adalah banyaknya pengendara yang belum (tidak) mengerti untuk mengantri dan bergiliran. Maunya cepet2 aja...padahal ini justru bikin lama. Apalagi kalau udah motor yang ga ngerti semua lajur yang berlawanan arah yang ditutupin sama mereka...dan hasilnya macet total sodara2 sekalian. Kondisi seperti ini lebih sering saya temui justru di daerah pinggiran Jakarta. Saya kurang mengerti apakah di daerah pinggiran Jakarta lebih banyak yang tidak memiliki SIM  kali yah?

Lampu Lalu Lintas
Coba diperhatikan dengan baik di setiap lokasi perempatan atau pertigaan banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian besar pengendara motor. Sudah jelas2 tampak di foto atas yang harusnya mendapat giliran berjalan tapi justru jalur yang masih merah sudah merangsek maju....weleh2...sampai geleng2 melihat kejadian tersebut karena mereka yang menerobos lampu lalu lintas yang sedang merah seperti punya nyawa yang berlapis-lapis. Kalau sendiri mah, resiko dia tanggung sendiri nah kalau dia memboncengkan orang lain? nyawa orang menjadi taruhannya....Ngga mikir dosa kali yah? Kalau kondisi seperti ini saya mah setuju saja kalau sampai terjadi kecelakaan si pengendara motor dijadikan tersangka.

Orang Menyebrang
Sepertinya Zebra Cross atau tempat penyebrangan jalan, saat ini sudah tidak ada artinya. Padahal kalau kita lihat rambu lalu lintas, biasanya menjelang sekolah atau rumah sakit suka ada peringatan untuk mengurangi kecepatan. Sepengetahuan saya (aturan umum yang berlaku) apabila ada orang yang akan menyebrang (kakinya sudah menginjak zebra cross), setiap pengendara WAJIB untuk memberikan jalan mereka menyebrang jalan. Sering terjadi di perempatan, penyebrang malah ga bisa lewat gara2 mobil/motor yang belok tidak memberi jalan kepada penyebrang. Malahan orang penyebrang di klakson oleh mobil/motor karena mereka menghalangi laju mobil/motor. Keblinger...deh yang salah lebih galak....!!!!

Banyak lagi sih etika2 lainnya tapi bisa-bisa ga selesai nih tulisan kalau nulis semuanya...nanti deh dilanjutkan dalam bentuk lanjutan (harry potter aja sampai berjilid-julid..... :-q )

NE

18 comments:

nh18 said...

Kalau membicarakan masalah ini memang tiada habisnya Pak Neck

Sama seperti tingkah angkot 106, D01 dan sebagainya hehehe
(sebel banget kalo mereka nyerobot jalur)

Saya hanya bisa memperingati diri sendiri ... semoga saya selalu ingat untuk senantiasa beretika dengan baik saat di jalan ...
entah saat mengendarai mobil ... berjalan kaki ... maupun ketika menggunakan kendaraan umum

Lidya - Mama Cal-Vin said...

saya membunyikan klakson pada saat belok pak kadang ada pengendara motor yg belok sembarangan

jasa seo said...

Makasih Pak sudah mengingatkan
KAdang sama ane juga sebel kalo ada yang tat tut tat tut pas di lampu maerah tuuh

applausr said...

ini urusan ga akan pernah selesai di negara ini.. dari klakson yang sudah menjadi budaya dan ciri khas sampai serobotan..

Tapi kalau orang orang itu di suruh tinggal di luar negeri, pasti rapih deh. Jadi yang salah siapa ya..:)

NECKY said...

pak rom...hebatnya orang indonesia beradaptasi dengan lingkungannya. tinggal di luar negeri jadi patuh lho. jadi yang salah ya... yang melanggar rambu lalu lintas donk hehehe

NECKY said...

om enha...sejak DKI punya gubernur baru bisa juga berubah khan?? yg penting masih ada yang mau mengajak ke arah yg lebih baik lah... ya ga om?

NECKY said...

jasa seo....pengen rasanya punya klakson yg suaranya besar banget lho buat ngebales.... yg seenaknya maik klakson....

NECKY said...
This comment has been removed by the author.
NECKY said...

mbak lidya...kalau itu khan pakai klakson dengan maksud hati2... boleh lah kalau ada tujuannya....

pulsa said...

hehhe menarik nih, jd ingin memberi suara sedikit, saya tanggapi ya Om Neck tulisannya :) ,

1. Klo dilihat memang mayoritas pengendara (motor khususnya) yang cukup buruk (baca:amburadul) tata cara berkendaranya, ini bisa dikarenakan berbagai macam alasan; spt ingin buru2, takut kehujanan, klo lg siang hari kbetulan cerah ya takut kepanasan dsb. Garis batas dilewati begitu saja melebihi zebra cross, shg para pejalan menyeberang tanpa melewati sarana jalan tsb (jadi buat apa dong dibikin?)
2. Ditambah lagi mobil (roda 4) yg tdk sabaran alias tat tet tat teet seenaknya, membuat keadaan menjadi kacau, saling dulu2an (terkadang lampu masih merah, hedeeh). pengemudi yg tadinya sabar sekalipun akan terpancing menancap gas akibat klakson ria dr belakang tadi.

cm bisa blg, refleksilah diri sendiri dahulu, berkacalah.. apa perilaku kita menggunakan fasilitas jalan umum sdh benar selama ini? apa iya? jika belum, perbaikilah.. dan jika iya, maka pertahankanlah, dan koreksi lagi, toh diatas kebenaran masih ada yg lebih benar lagi, cmiiw

postingan yg bagus sekali Om, slm kenal ya :)

NECKY said...

pulsa...salam kenal balik. Kalau di jalanan yang berlaku jadinya hukum rimba...ga ikutan arus malah membahayakan diri sendiri lho.. *cuma bisa geleng2 kepala aja deh*

Nchie Hanie said...

Bener banget Bang..
Terkadang yang tadinya aku kalem, anggun, kalo denger klakson yang tiba2 tanpa alasan rasanya preman jalananku langsung keluwar tuhh..

#pengen teriak wooii ..

Bibi Titi Teliti said...

Baaaang...
aku juga selaluuuu merasa terganggu ama oknum yang baru juga ijo udah klakson...

gak sabaran pisan siiiih...

Tapi...pssttt... sampe sekarang bawa motor belon punya sim...hihihi...

tapi cuman berani seputaran komplek dan ke sekolah Kayla doang sih :)

cara mengobati ginjal said...

namanya budaya antri tp gak sabar

niee said...

Sama mas. aku juga mikirnya gitu. bete banget lihat orang yg berkendaraan seenaknya. soal klakson juga aku gak suka tuh petat petet ngelaksonin orang. kayak sibuk aja.

Kalau aku ada lagi nambah. terutama pas lampu merah mas. masih banyak yg kalau berenti di lampu merah terlalu kedepan sampe menutupi zebra cross.. belum lagi yg disamping hingga menutupi lalulintas jalan yg ingin belok kiri. aaahhh... kok orang itu gak tahu aturan seh...*bete sendiri*

NECKY said...

nchie....sebelum teriak qoi...sadar yah karena pakai helm jadi kalau teriak yg dengerin kita juga...hahahaha

NECKY said...

erry....besok senin elo kudu ke samsat eh ke tempat pembuatan SIM dan buat SIM yah...ayo donk elo bisa buat nya ....kalau dipersulit waktu buat SIM...kasih jurus ilmu KOREA hehehehe

NECKY said...

niee...coba deh elo tanyain sama orang2 itu. Punya SIM ga?? kalau ga punya boleh deh maklum tp kalau punya.... pasti ga lewat jalur resmi tuh... hihihihi