Thursday, 31 January 2013

Habibie & Ainun

gambar ambil dari sini
Gara-gara nonton Talk Show Just Alvin yang membahas tentang film Habibie & Ainun, saya jadi tertarik ingin menonton film itu. Padahal sang mantan bolak balik ngajak tapi belum bergeming. Di Time Line Twitter maupun Facebook serta di beberapa media online film ini mendapat tanggapan positif terbukti dengan jumlah penonton yg sudah lebih dari 3 juta (mungkin udh 4 juta pas artikel ini ditulis kali yah).

Salah satu alasan ingn menonton film ini karena rasa penasaran ingin melihat akting Reza Rahadian sebagai Prof. DR. BJ Habibie yang juga merupakan mantan Presiden RI pasca reformasi tahun 1998, menggantikan Soeharto dengan rezim Orde Baru. Saat di Just Alvin, Reza bisa menirukan gaya berbicara pak Habibie dengan baik. Komentar dari beliau sendiri menyatakan, bahwa cucunya bilang kalau gaya jalannya Reza di film tersebut sangat mirip. Makin tertarikkkk...akhirnya tadi malam kesampaian juga nonton filmnya.



Film ini dimulai saat Habibie & Ainun di SMA, dilanjutkan dengan kuliah di Jerman hingga lulus. Seperti film drama romantis pada umumnya, ceritanya hampir sama tentang kisah percintaan dua anak manusia hingga akhirnya menikah. Penggarapan dan pengemasan dalam film ini menurut saya sih bagus namun namanya pendapat khan bisa berbeda-beda.

Perbedaan dengan film drama romantis lainnya mungkin karena kisah yang dibuat adalah kisahnya seorang mantan presiden dengan ibu negara. Seperti memberikan perspektif berbeda kepada masyarakat umum tentang sosok mantan presiden dan istri. Disamping itu, pemeran tokoh di dalam film, khususnya Bunga Citra Lestari dan Reza Rahadian berhasil membawakan peran dengan baik sehingga mampu memainkan emosi penonton.

Saya pribadi, justru ingin membahas tentang keberhasilan Habibie yang bangga karena bangsa Indonesia berhasil membuat sebuah pesawat terbang. Semua pengerjaannya dilakukan oleh anak bangsa. Lantas saya jadi teringat beberapa tahun yang silam saat pesawat N-250 baru dilaunching di Bandung. Banyak sekali komentar-komentar negatif antara lain seperti: "buat mobil aja ga mampu koq mau buat pesawat." Sekarang ini saya menjadi sadar apa yang Habibie inginkan untuk bangsa Indonesia. Beliau menginginkan bangsa Indonesia menjadi bangsa besar yang memiliki teknologi terdepan diantara bangsa lainnya.

Sedih sekali kalau kita mengikuti berita IPTN (PT Dirgantara Indonesia) yang disuruh tutup oleh IMF. Saya bisa merasakan bagaimana sedihnya tatkala melihat sebuah mimpi yang telah menjadi kenyataan HARUS dihapus begitu saja. Pernahkah membayangkan kalau orang-orang pintar di perusahaan itu harus kehilangan pekerjaan. Padahal sebagian dari mereka rela pulang kembali ke tanah air setelah belajar di luar negeri dengan resiko kehilangan kesempatan yang lebih baik. Membangun negeri ini dengan idealisme. Namun sayang sekali bangsa ini malah memilih menjadi bangsa yang ingin serba instan. Lebih senang membeli produk bangsa lain, daripada produk buatan sendiri. Lebih senang mengimpor kedelai dari pada menanam sendiri. Lebih senang beli daging mentah yang diimpor dari negara lain dari pada beternak sapi.

Film ini tidak hanya sekedar menawarkan romantisme dua anak manusia namun memberikan gambaran sedikit dibalik sosok seorang mantan presiden. Sebagai ilmuwan, beliau memiliki paten yang memberikan royalti hingga sampai puluhan tahun (cmiiw). Sebagai individu, beliau mau berkorban untuk membangun negara padahal kehidupannya sudah mapan di negeri orang. Sebagai seorang suami, beliau sangat menyayangi istrinya yang rela mendampingi disisinya.

Lantas saya jadi berpikir sendiri saat ESEMKA membuat mobil sendiri, media memberitakan dengan hal-hal yang positif. Lalu kenapa saat Indonesia bisa membuat pesawat terbang sendiri tidak ada media yang 'membela' agar industri ini tetap eksis dan didukung penuh oleh pemerintahan sekarang?? Kalau ada calon presiden yang mau memajukan bangsa ini dengan memproduksi pesawat sendiri lagi, pasti saya akan memberikan suara saya untuknya. Saya jadi malu sendiri kenapa waktu N-250 mengudara tidak memiliki kebanggan sama sekali, kenapa saya baru menyadarinya setelah nonton film ini??

NE

23 comments:

danirachmat said...

baru kali ini baca review film ini dari blogger laki-laki Pak. Dan yes, sayangnya industri pesawat terbang itu ga didukung penuh dan mati-matian oleh pemerintah. Sayang lebih suka semua serba instan ya Pak..

NECKY said...

hehehehe om dani...isinya beda yah dari review blogger cewe....?

Nchie Hanie said...

hehehe..iya niy berasa aneh banget BAng Necky ngeriview Ainun Habiebie..
Tapi good.. mantabs..ternyata ada riview pelem ini di mata lelaki :D
Emang bagus banget, komplit deh banyak hikmahnya ..
kisah cintanya..itu loh, ga kuku so suiitt :D

Orin said...

Iya mas... terasa bgt gimana kecewanya Pak Habibie ya, sayang bgt dihentikan begitu saja :(

nh18 said...

Betul Pak Neck ...
selain tentang cinta ...
saya melihat ada hal-hal lain yang saya rasa patut kita renungkan juga ...
tentang kecemasan mereka menunggu kedatangan "Bapak" ...
tentang tokoh "sumohadi"
tentang "seseorang" yang mengintai saat kedatangan Habibie ... dan meminta "blueprint" rancangan Habibie dan sebagainya ...

(dan saya pun bergumam ... saya tidak akan pernah mengerti politik ...)( hehehehe)

salam saya Pak Neck

pengobatan tifus tradisional said...

kayaknya bisa jadi inspirasi deh film ini

yuniarinukti said...

Entah kenapa saya lebih kepingin nonton film 5cm ketimbang nonton film ini, tapi setelah baca review disini dan pendapat teman-teman yang sudah nonton jadi pikir-pikir untuk tidak menolak nonton film ini..

applausr said...

cerita yang menarik... dan memang sangat disayangkan rencana jangka panjang Mr Presiden ke 3 kita itu harus hancur karena ketidaktahuan penerusnya.

Semoga suatu hari ada penerusnya..

NECKY said...

nchie...sudut pandang reviewnya rada beda tapinya yah?? hehehehe maklumlah gw bukan orang romantis sih....

NECKY said...

orin...membangun itu khan sangat sulit...tp untuk meruntuhkan hanya dibutuhkan waktu yg sangat singkat ...

NECKY said...

omo enha...saya juga kurang bisa berpolitik om. Meskipun itu sekedar berpolitik di kantor (office politics) saya kurang bisa menjalankannya. Udah diajarin beberapa kali...ujung2nya kembali ke hati nurani soalnya... yang penting kita happy khan?? nge blog aja duluu hahahahaha

NECKY said...

mbak yuniarinukti...saya kepincut nonton karena tayangan just alvin itu lho mbak... akting reza ok banget lho...

NECKY said...

bro rom...sayang sekali bangsa ini senangnya itu tidak mau meneruskan kebijakan pejabat sebelumnya yang nyata2 emang bagus utk dijalankan. Setiap era presiden punya program yg bagus tapi ya itu tadi...ga semua berbesar hati meneruskannya

vizon said...

Film ini, menurut saya adalah tentang cintanya orang cerdas yang dijalankan secara cerdas..

Saya juga akan bersikap seperti Bang Necky kalau ada calon presiden mendatang yang akan mengusung industri pesawat terbang ini dalam salah programnya, pasti akan salah pilih.. Namun sayangnya, siapa yang punya kapasitas seperti itu? :(

Bibi Titi Teliti said...

Whoaaaa...
Belum nontooooon...
Aku syebeeeel..

Waktu itu bang, udah cape cape nitipin anak anak ke tantenya sakin pengen nonton ini berdua abah...
Ternyata gak dapet tiket..hiks..penuuuuh..

Malahan jadi nonton 5 cm deh..
Pengen banget nonton ini euy...

Nia said...

Kayaknya emang bagus yach film ini soale tiketnya aja sdh terjual sedemikian banyak......jadi pengen nonton.....kali aja abis nonton film ini suamiku jd romantis hihihi.....

NECKY said...

uda vizon....saya sependapat dengan istilah cintanya orang cerdas yang dijalankan oleh orang cerdas...
semoga saya berharap ada capres yg bener2 mau memajukan rakyat indonesia secara sungguh2

NECKY said...

buruan atuh erry....kemarin aja pas gw nonton itu udah makin sepi aja mungkin sebentar lagi turun dari bioskop tuh...menyesal lho.... banyak bikin menangis 'kata yg nangis sih'

NECKY said...

mbak nia...ga janji sih bisa bikin romantis hehehehe tp banyak message yang ingin disampaikan di film tersebut...

chocoVanilla said...

Saya belum nonton, Bang, abisnya kekasihku ndak mau diajak sih :D

NECKY said...

yah mbak piet ...ajak donk kekasih hatinya utk nonton... biar bisa buat review... hihihihihi

niee said...

karena dulu belum jaman reformasi mas. media masih di dikte sama rejimnya.

tapi menurut aku actingnya reza aneh, masak habibie jadi mirip peran mr bean gitu :(

NECKY said...

niee...menurut habibie...sendiri jalan nya beliau sebenarnya ya begitu *waktu diwawancarai just alvin*....