Monday, 21 May 2012

Tetap Semangat

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menuliskan bagaimana cerianya para pedagang kaki lima di KR (cerita lengkap ada disini). Nah sewaktu saya menjemput mertua di bandara soetta dengan menggunakan flight terakhir, saya jadi dapat melihat dengan jelas suasana kerja orang-orang di bandara meskipun saat itu waktu sudah menunjukkan hampir jam 11 malam.

Betapa gigihnya para supir taksi dan karyawan (crew) untuk menawarkan jasa mereka kepada penumpang-penumpang yang baru turun dari pesawat. Di tolak terus oleh beberapa calon penumpang karena banyak yang sudah memiliki preference kepada taksi yang bercat biru namun mereka pantang menyerah dan tetap ceria dalam menjalankan pekerjaannya walaupun saat itu sudah larut malam.
Saat menunggu pesawat landing atau datang lagi, mereka masih tetap bersenda gurau dengan sesama petugas meskipun berbeda merk taksi. Sungguh merupakan sebuah pemandangan yang baik karena meskipun mereka bersaing tatkala ada calon penumpang tapi mereka tidak ada kesan bermusuhan satu dengan yang lainnya.

Saya sangat mengapresiasi sekali sikap mereka karena sungguh tidak mudah kita bisa memisahkan perasaan pribadi dengan pekerjaan diantara mereka. Persaingan mendapatkan penumpang tidak membuat mereka mesti bermusuhan satu dengan yang lainnya. Semangat mereka sangat-sangat pantas ditiru. Saya menjadi malu hati saat semangat kerja sedang turun waktu melihat semangat mereka. Jangan kita tanyakan besaran penghasilan yang diperoleh oleh mereka. Bagi sebagian orang-orang yang memiliki penghasilan lebih tinggi sekalipun belum tentu punya semangat seperti mereka.

Ketika pesawat terakhir mendarat, mereka lantas kembali ke posisi masing-masing untuk menjemput calon penumpang dan berharap kali ini mereka bisa dapat pelanggan. Sepintas saya memperhatikan cara kerja mereka dan ternyata cara mereka tidak sampai memaksa seperti menarik-narik calon penumpang tapi cukup memberikan info-info secara singkat. Saat penumpang berangsur habis, satu demi satu membubarkan diri dari lokasi dan saya yakin mereka akan kembali semangat keesokan hari.

NE

20 comments:

nicamperenique said...

hayooo ... sekarang jangan kendor lagi semangatnya ya mas :D
kira2 semangat kerja itu ada hubungannya dengan habit gak mas? soale ada tuh saya liat dari sekeluarga tapi cuma 1 tuh yg ampun2 semangat kerjanya, getol pisan dah hahaha ...

nchiehanie said...

Ayo..smangat..smangat Bang..
Kita obral semangat nih

alamendah said...

Sebuah motivasi super di pagi yang indah ini. Pokoknya maju terus dan terus semangat!

Orin said...

Ihiks...malu hati saya jadinya mas..

nh18 said...

Ya ...
mungkin karena ada yang cerita dilebih-lebihkan ... bahwa tukang taksi ini suka menarik-narik penumpang ... maka kesan yang timbul adalah demikian ...
padahal ... mereka banyak yang behave dengan baik lho

salam saya Pak Neck

Obat Herbal Sembuhkan Maag said...

yaiyalah harus semangatat .

alaika abdullah said...

Bener juga mas, terkadang kita tanpa sadar telah membiarkan semangat yang sebenarnya berapi-api mengendor dengan sendirinya, hanya karena sebuah batu sandungan, trims atas postingan yang menginspirasi ini... yuk semangat!! :)

NECKY said...

nique...ada yg bilang sih habit dan lingkungan membuat seseorang itu menjadi pekerja keras dan keinginan yang sangat kuat dalam jiwanya sangat membantu membuat seseorang punya semangat yang pantang menyerah

NECKY said...

nchie...kita jangan kalah semangat sama si erry yah...kalau dia ke KOrea kita buat target juga...elo mau kemana? gw mah ke Garut aja deh....hehehehehe

NECKY said...

mas alam...saya bukan mario teguh ah wkwkwkwkwkkw....ayo ayo....salam super :-)

NECKY said...

orin...malu ga apa2 asal jangan malu2in yah......

NECKY said...

om enha...memang peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga membuat banyak supir2 taksi yang sangat handal, terampil dan kerja keras jadi korbannya ya pak...
sorry ya pak jarang komentar di blognya gara2 si wp nih...jadi bete

NECKY said...

alaika...alhamdulillah...ternyata bisa jadi inspirasi untuk memberi semangat kepada orang lain. Tulisan ini murni untuk diri sendiri yang sering kendor semangatnya....

Bibi Titi Teliti said...

wah...gituh ya bang..
selama ini kesan nya kalo supir taksi di Jakarta itu pada brutal semua...
kemaren ini sempet rada parno juga...

Tadinya aku mau ke jakarta berdua Nchie aja, tapi Abah rada parno gituh, akhirnya mutusin buat bolos ajah...

Untunglah ternyata tidak separah ituh yah bang :)

niee said...

waaahhhh malu deh aku seting males malesan kerjanya ~_~

NECKY said...

hahaha...itu karena erry termakan sama berita di media-media mainstream aka koran dan berita buser di teve. Padahal kalau mau naik kendaraan umum atau kereta tuh enak banget lho. Turun di gambir naik taksi bisa naik trans jakarta langsung turun di depan Wisma GKBI deh

NECKY said...

ayo donk niee...jangan malas lagi yah

mylitleusagi said...

haiii ommmmmmmmmmmm
udah lama gak comment
sebenernya sih relatif om..
aku pernah pakai taxi bandara dan pelayanannya memuaskan
(*itu penerbangan malam)
dan kemarin aku penerbangan siang,,
kebagian yang gak enak nya om..
pas lagi daftar buat ngambil nomor antrian..
langsung di gerubungin..
trus dia bilang..
*kalau yang antri masih 20 orang lagi mbak,, kalau mau yang gak pakai argo 250 ribu sampai bekasi*
ampun yaa,,,, dan yang ngerubungin itu banyak
akhirnya ya udah naik damri aja...

NECKY said...

good decision put...kalau udh gitu mah cari yang paling aman aja...apalagi penerbangan siang. Damri it's ok khan??

outbound malang said...

kunjungan gan .,.
Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.