Thursday, 24 May 2012

Pilkada DKI


gbr ambil dari sini
Meskipun saya bukanlah penduduk DKI lagi, namun berhubung mencari makannya di ibukota negeri tercinta maka saya sangat-sangat berharap agar setiap warga DKI bisa dengan dewasa dan berpikir jernih serta menggunakan nalurinya dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI untuk periode 2012-2017.
Dari keenam pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur, ada 2 pasang yang berasal dari non partai (baca: independen) yakni Faisal-Biem dan Hendardji-Riza. 

Dari kedua pasang calon ini popularitas Faisal-Biem lebih tinggi karena Faisal Basri (nama lengkapnya) adalah seorang ekonom yang sering muncul di teve maupun koran dan majalah. Faisal adalah seorang pengamat ekonomi sekaligus tokoh pendidik, sedangkan wakilnya, Biem, merupakan anak kandung dari tokoh legendaris Benyamin S. Pasangan indepeden berikutnya Hendardji-Riza kurang begitu dikenal oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Jakarta. Meskipun begitu, pasangan ini punya keyakinan akan didukung oleh banyak lapisan masyarakat Jakarta. Namun saya meragukan kedua pasangan independen ini akan dapat suara dari pemilih Jakarta.

Untuk pengusung partai politik, Hidayat-Didik diusung oleh PKS. Hidayat Nurwahid merupakan mantan Ketua MPR yang dikenal dengan kesahajaannya. Sedangkan Didik adalah politisi PAN dan berasal dari akademisi. Kedua orang ini belum pernah punya pengalaman di birokrasi. Belum ada pengalaman mengelola birokrasi Jakarta yang semrawut dan banyaknya kepentingan membuat banyak kalangan jadi ragu apakah pasangan ini bisa ‘mengatur’ kota metropolitan. Meskipun begitu, pasangan ini punya nilai lebih karena keduanya ‘bersih’ dari skandal korupsi.

Calon Incumbent Foke-Nara merupakan usungan partai demokrat. Pasangan ini hampir selalu absen dalam acara debat cagub dan cawagub yang diselenggarakan oleh teve swasta maupun kaum akademisi di UI. Alasan ketidakhadirannya karena tidak ada waktu dan ingin konsentrasi bekerja. Sampai Bang Foke mengeluarkan buku prestasi beliau selama 5 tahun ini, namun lucunya gambar Bang Foke bukan dengan Prijanto (wagub sekarang) tapi dengan Nachrowi (cawagubnya di periode mendatang).

Selain calon incumbent, kandidat lain yang punya pengalaman di birokrasi adalah Jokowi-Basuki dan Alex-Nono. Kedua pasangan ini digadang-gadangkan dapat ‘melawan’ perolehan suara Foke-Nara karena track record keduanya dinilai berhasil merubah daerah yang mereka pimpin menjadi lebih baik. Alex yang sekarang masih menjabat Gubernur Sumsel dinilai punya kemampuan menata ibukota dengan pengalaman sewaktu menjadi gubernur dan bupati (Banyuasin). Dia berhasil memberikan pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyatnya. Namun sayang, namanya beberapa kali dikaitkan dengan kasus ‘wisma atlet’ yang telah menyeret  Nazaruddin dan Angelina Sondakh.

Jokowi yang saat ini menjabat walikota Solo untuk periode kedua diperkirakan calon terkuat dari penantang incumbent. Kemenangan beliau di pemilihan pada periode kedua sangat telak yakni hampir 90% mendapatkan suara rakyat. Beliau dikenal dengan program2 yang sangat pro rakyat dan sudah terbukti hasilnya di Solo. Namun demikian masih ada keraguan dari beberapa kalangan karena Jakarta itu berbeda dengan Solo. Kompleksitas kedua kota ini sangat berbeda.

Siapapun pemenangnya, itu merupakan refleksi pilihan dari penduduk DKI Jakarta. Apabila Incumbent yang menang, berarti program2 selama 5 tahun ini memang dianggap berhasil. Sebaliknya kalau gubernur baru yang terpilih berarti penduduk Jakarta menginginkan sebuah perubahan atas kondisi saat ini. Apapun pilihannya semoga itu yang terbaik, semoga juga transportasi massal di DKI dibenahi secara serius sehingga orang-orang akan meninggalkan kendaraan pribadinya.

NE

14 comments:

alamendah said...

Semoga warga Jakarta arif dan memilih sesuai pilihan hatinya berdasarkan perhitungan yang masak. Karena masa depan Jakarta (yang nota bene ibukota negara) bukan hanya berpengaruh pada warga Jakarta saja melainkan juga seisi Indonesia.

Nchie Hanie said...

Yang aku tau Jokowi Bang..
Semoga berjalan dengan lancar ya..
dan warga tepat memilih calaon2 pilkadanya..

nh18 said...

Amiinnn ...
Saya juga bukan penduduk jakarta ...
saya hanya mencari makan di Jakarta

Mudah-mudahan siapapun yang terpilih bisa membawa Jakarta ke arah yang lebih Maju ...

(dan please yang tidak terpilih ... mohon jangan "saling mengganggu") supaya hidup bisa lebih produktif

salam saya Pak Neck

NECKY said...

mas alam....mudah2an pemilih Jakarta tidak tergoda dengan 'serangan fajar' dalam amplop....:-)

NECKY said...

nchie....boleh juga tuh pilihannya...
saya mah...kalau sampai dia terpilih bisa memberantas calo2 ataupun oknum2 di kelurahan dan pelayanan publik lainnya

NECKY said...

om enha...jadi menurut om enha 5 tahun terakhir Jakarta jalan di tempat ya om??? hahahahaha

nicamperenique said...

saya sangat berharap sih yang sekarang gak usah menang lagi deh. cukup tau diri aja. toh selama 5taon ini juga gak bikin apa2. yg ada jakarta tambah macet :(

sayangnya peluang saya nyoblos mas pujaan saya tidak akan terwujud, entah bagaimana namaku tak terdaftar. padahal stikernya sudah ditempel di rumah bapa pertanda sudah disensus.

entahlah, tinggal berserah sama yang punya suara dan DIA di atas sana.

semoga pemimpin yang amanah yang dipilih, sekali ini saja hiks ...

NECKY said...

wah ternyata...masalah DPT masih ada toh...meskipun udh e-KTP. Malah saya baca beritanya data e-KTP ga dipakai tuh.
Weleh2..kalau saja incumbent merasa gagal mestinya dia rela mundur saja. Tapi dia khan merasa berhasil tuh, malah mengeluarkan buku ttg prestasinya selama 5 tahun ini.

niee said...

kalau aku yg pegawai negeri daerah ini yg pasti harus tunduk dengan orang no1 di kota maupun propinsi aku pasti milihnya yg paham dengan birokrasi.. soalnya pengalaman kalau orang 'baru' masuk pemerintahan ya ampun bengal bener diajarinnya.. merasa udah pintar semua kali.. padahal apa yg dia fikirkan gak sesimple seperti kemaren..

tapi ya itu td.. klo udh org birokrasi pasti tahu celah korupsi..

yg pasti kalau dulu aku gak ngeh dengan janji atau kebijakan sekarang aku pasti teliti.. jangan sampe milih memimpin yg hanya kelihatan keren di masyarakat tapi didalamnya hitam pekat (iyaaa ini lagi curcol :p )

NECKY said...

niee...emang bener koq, kalau orang ga ngerti birokrasi suka gagap tp ada bagusnya kalau ga ngerti tp karena utk kebaikan jadi bagus jadinya...yg pentinf jangan jadi maling uang rakyat lah deh pokoknya

chocoVanilla said...

Aku bukan penduduk DKI jadi gak milih :D

Tapi karena kerjaanku seringkali harus ke Jkt, ya semoga saja gubernur yang terpilih siapapun itu bisa mengurai benang kusut kemacetan. Aku kok pesimis ya Bang,sekian tahun ganti orang juga masalahnya itu-itu aja kok. Yang salah pemimpinnya, kotanya, sistemnya, apa penduduknya ya? :(

Ah, kan gak boleh pesimis ya? :D

NECKY said...

ga boleh pesimis donk.....tetap think positif...dan jangan putus asa donk bu....ya ya ya ya...ya....:-)

riez said...

Semoga warga jakarta bisa dipimpin oleh pemimpin yang jujur serta Amanah

Tebak Ini Siapa said...

Wah saya warga Jakarta nih.
Tapi gak tau mau milih siapa hihihi~