Saturday, 28 April 2012

Handle Customer


Di artikel Weekend Yang Beragam saya sempat menulis tentang kekesalan waktu mau pesan delivery pizza di website resmi mereka. Ternyata mereka merespon beberapa hari kemudian dan dilanjutkan telpon ke HP saya oleh Area Manager Bintaro. Awalnya dia minta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan bisa terjadi dan karena saya masih sedikit mangkel jawaban sayapun datar-datar saja. Namun sang manager memiliki keahlian berkomunikasi dengan baik sehingga saya malah bisa curcol tentang semuanya kepada beliau.

Begitu tutup telpon, saya tidak memiliki kekesalan tentang kejadian tersebut sama sekali. Hebatnya lagi saya ga akan kapok kalau mau pesan kembali. Saya yakin apabila semua orang bisa melakukan hal yang sama, tidak akan ada complaint yang berujung seperti Prita yang diajukan ke meja hijau. Bagi saya ini salah satu strategi marketing yang cukup sederhana namun jarang orang mau melakukannya. Kalau dipikir2…berapa besar sih uang yang saya belanjakan di restoran tersebut dibandingkan dengan total revenue secara keseluruhan.

Saya jadi ingat dengan kejadian salah seorang pembeli mobil Nissan March (berhubung sudah jelas statusnya saya berani nulis dengan gamblang). Si pembeli complaint karena iklan tidak sesuai dengan kenyataan dan mengakibatkan si pembeli menginginkan uangnya kembali. Dia merasa tertipu oleh iklan yang ada dan menurutnya si penjual harus mengembalikan uang secara utuh. Namun rupanya tidak bisa sesederhana itu dan akibatnya menuju proses pengadilan dan si pembeli berhak mendapatkan uangnya kembali secara utuh meskipun si penjual mengajukan banding ke pengadilan yg lebih tinggi hal ini bisa menjadi pelajaran bagi semua penjual.

Lain halnya dengan koneksi internet di rumah. Sebagai satu-satunya provider internet yang menggunakan kabel di lingkungan rumah, saya tidak memiliki pilihan lain untuk berganti provider. Ketika biaya bulanannya normal..akhirnya saya mencoba berembuk dengan semua pengguna intenet di rumah bahwa akan ada perubahan dari kabel ke nirkabel (wireless). Setelah semuanya setuju akhirnya saya mengutus istri untuk pergi ke plaz* te**om untuk memutuskan untuk tidak berlangganan lagi. Namun sebelum menutup, saya minta dia untuk bertanya apakah sedang ada program promo.

Tidak lama setelah istri sampai disana, saya dapat info kalau sedang ada promo dengan harga 50% dari biaya yang biasa kami bayarkan. Terus, pertanyaan saya apa bedanya paket yg promo dengan paket yang kita sewa selama ini……apa jawabannya: TIDAK ADA….semua sama plek….namun promo ini hanya 4 bulan saja. Tanpa pikir panjang….ambil aja promo itu selama tidak ada perubahan sama sekali di sisi pelanggan. Saya kurang tahu apakah promo ini khusus untuk pelanggan2 yang mau putus saja apa berlaku buat semua pelanggan??? Yang pasti perjalanan istri saya tidak sia-sia karena bisa dapat menghemat 50% biaya selama 4 bulan….

Ada yang punya pengalaman yang sama ga? Atau kami saja yang beruntung mendapatkan promo seperti itu???

NE

12 comments:

nh18 said...

Saya dirumah menggunakan penyedia layanan internet yang lain Pak Neck ...
bukan yang satu itu ...

And ... yes indeed ... dulu ada promonya tetapi sekarang tidak lagi ... hehehe

salam saya Pak Neck

Imelda said...

weleh... jadi putus dan ambil paket baru gitu ya?
Bagusnya di Jepang, semakin lama berlanggangan semakin murah sih. Saya juga sedang memikirkan wireless, krn kabel2 ini semakin membuat rumah berantakan. Tapi mungkin sabar dulu, sambil cari kemungkinan2 lain.

Mama Olive said...

Aku di rumah sebagai satpam tau BAng,
RT RW net gitu deh, pararelin inet ke tetangga juga *provokator, kalo di rumah kudu ada inet, ga gaul kalo ga punya* hahaa...

Tapi emang bener loh, kemaren aja temenku mau pasang inet, emang lagi ada promo baru sebulan ini tuh promonya..

Biasanya mungkin tiap daerah beda ya promonya,

Lidya - Mama Cal-Vin said...

saya pakai yang lain juga pak

NECKY said...

om enha...pake koneksi yg satu grup kah dengan perusahaan tempat om enha bekerja??

NECKY said...

mbak EM....compare dengan di jakarta harga bulanan di jepang lebih murah atau lebih mahal sih? *jadi pengen tahu*

NECKY said...

nchie...wow keren toh...ternyata jadi 'satpam'nya...ga mau kalah salah bro akbar ...

NECKY said...

mbak lidya pake nirkabel yah??

die said...

Salam Mas Necky,
Sama-sama menggunakan provider 'merah'? disini malah lebih parah mas, koneksi hanya dua bulan pertama yang lancar, sekarang malah empot-empotan. Kemudian paket unlimited 4GB yang digunakan bisa dikenakan biaya tambahan bahkan pernah ada biaya sms Rp. 200.000,--, udah gitu komplain tidak pernah ditanggapi. Mau pindah tidak ada pilihan lain.

niee said...

waaahh enaknya bisa begitu mbak em.. aku udah pake speedy hampir 3 tahun yg adanya makin mahal.ajee.. huhuhu..

tapi btw.. aku gak mau ribet juga dengan kabel.. makanya pake modem wifi aja.. jadi dimanapun dirumah ttp bs berinternetan.. hehe

nicamperenique said...

itu yang saya maksud mas, pelanggan ini 'kan manusia juga, yang kalau diajak bicara dengan cara yang manusiawi pastinya mau mengertilah. hanya seringnya kan pelanggan dianggap orang yang paling gak tau, sehingga mereka itu jadi arogan bla bla ...

soal koneksi, kami udah gak pake wireles, tapi fiber optic, lebih stabil dan tahan dari segala gangguan hehehe

obat sakit asam urat said...

coba kaya di kor0sel ya yang harga sama kecepatannya setara...