Thursday, 5 January 2012

Yang Mana Pro Rakyat

ambil dari sini
Sebenarnya saya sudah mulai eneg kalau sudah membicarakan kebijakan pemerintah atau BUMN terkait rencana2 yang akan diterapkan untuk masyarakat. Tapi koq rasanya masih mengganjal di pikiran kalau ngga komentar.

Setelah memberlakukan sistem baru dengan nama Loopline, PT Kereta Api seakan membiarkan masukan2 yang disampaikan kepadanya. Tanpa mengecilkan atau menghilangkan, memang ada juga penambahan-penambahan jadwal di waktu "peak hours". Terkadang saya hanya bisa bingung melihat jadwal yang pertama kalai dibuat oleh mereka karena sangat terlihat dengan kasat mata (khususnya pengguna moda transportasi ini) kalau yang mengatur jadwal bukan pengguna kereta (baca: KRL). Sepertinya menunggu diprotes dulu baru diubah.


Belum lagi sarana dan prasarana mis: peron yang masih tinggi khususnya di stasiun Manggarai (mungkin pengguna kereta bekasi yang bisa lebih dengan jelas menceritakannya kesulitan berpindah kereta di stasiun tersebut), eh malah punya wacana baru lagi dengan akan memberlakukan e-ticket. Inovasi sih boleh-boleh saja, namun kalau masalah lama belum selesai tapi mau buat masalah baru...maksudnya apa yah??

Satu lagi yang paling hangat tentang pelarangan bensin premium buat mobil pribadi. Bagi saya yang lebih senang menggunakan transportasi umum saja cukup keberatan lantaran bakalan membuat alokasi anggaran buat bensin akan naik juga khan? Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak punya pilihan menggunakan mobil pribadi karena memang tidak punya pilihan lain?

Sampai saat ini memang belum dikeluarkan petunjuk pelaksanaan di lapangan cara melarangnya seperti apa? Tapi yang sudah terbayangkan oleh saya adalah....motor akan semakin banyak karena itu merupakan salah satu solusi bagi sebagian besar masyarakat pada saat ini. Bahkan saya rada khawatir bisa terjadi chaos apabila pada pelaksanaannya kurang mulus (mudah2an saja tidak akan chaos).

Kalau alasan mau menghemat uang rakyat dengan alasan mensubsidi koq rada aneh di pikiran saya...karena dengan penghematan anggaran tahunan di kementrian2 mungkin bisa lebih banyak hasilnya dibandingkan sekedar membuat kebijakan melarang mobil pribadi pake premium.

Kalau ada yang akan menyerang saya dengan mengatakan manja karena selama ini selalu dibantu terus bayar bensin, saya akan terima itu. Tapi harus diingat, siapa yang lebih manja? rakyatnya atau pembuat kebijakan? Mbok ya...benahi dulu semua transportasi massal atau umum.....buat nyaman dan aman. Saya berani bertaruh, lebih banyak orang akan menggunakan moda transportasi tersebut dibandingkan memakai mobil pribadi. Ibarat mengobati kaki yang salah urat tapi yang diobati tangan....hehehehe *terlalu dramatis kali yah?*

Terus kalau udah didesak, tinggal saling lempar kesalahan deh. Pemerintah daerah menyalahkan pemerintah pusat tidak mendukung kebijakannya. Sebaliknya pemerintah pusat bilang seluruhnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. *Berandai-andai kalau ada Jokowi lainnya yang bisa mengurus rakyat dengan baik*

NE

30 comments:

Endy said...
This comment has been removed by the author.
Endy said...

memang terlalu banyak peraturan yang dihasilkan demi kemajuan bangsa, namun disisi lain, rakyat menengah kebawah yang dikorbankan..

Contohnya peraturan mengenai BBM, hanya plat kuning yang bisa menggunakan PREMIUM, sedangkan semua plat HITAM WAJIB PAKAI PERTAMAX..

Pertanyaannya apakah semua plat hitam itu milik orang kaya, dan harga PERTAMAX sekarang berapa..?

Bayangkan..

#maaf kepanjangan :)

NECKY said...

gimana kalau kita ganti mobil2 kita jadi plat kuning semuanya?? hahahaha

marsudiyanto said...

Semua maunya diubah jadi e
e-ticket, e-KTP...
Payah Kopyah...

nh18 said...

Mengenai 1 April ya Pak ...

Mudah-mudahan sih ada solusi yang terbaik bagi semuanya ...

Mungkin Tidak Ideal ... tetapi paling tidak ada jalan tengahnya lah ...

Salam saya Pak Neck

Lidya - Mama Pascal said...

kalau pak necky ganti play kuning nanti sekalian narik penumpang ya hehehe

ketty husnia said...

ya..andai ada banyak profil seperti jokowi, mr.Lopa dan mr hatta di bumi nusantara ini..mungkin kita bisa mengurangi permasalahan yang semakin ruwet ya mas..setidaknya benang kusutnya diurai satu per satu dengan baik :)

Nchie said...

banyak peraturan.
hmm fusying Bang..

Aku ganti plat kuning aja gitu hahaa..
Ngojeg tapi platnya kuning..

Asop said...

Subsidi memang katanya harus dikurangi secara bertahap biar gak kerasa oleh rakyat. :)

dhenok habibie said...

barusan saya BW bang, dan dapat kabar terbaru dari DPR.. katanya untuk membetulkan toilet di gedung DPR, dibutuhkan dana sebensar 2M.. ckckckckckck..

saya bingung kalo ngebahas ginian bang.. aneh semua soalnya, hehe.. :D

alaika abdullah said...

Hm... mendengar beritanya aja udah membuat rakyat semakin pusing mas... apalagi penerapannya nanti....

semoga aja Pemerintah masih terbuka hatinya untuk menelaah kembali, sehingga akan ada solusi setidaknya win-win solution bagi semua pihak. Opo iso?

NECKY said...

Asop...istilah subsidi itu yg mestinya diluruskan dulu.gw ksh contoh loe punya produksi beras yg bisa dimakan atau konsumsi dan dijual. Kl yg elo konsumsi bs dibandingkan harganya dgn yg dijual? Itu yg terjadi di negeri kita bro.

mandor said...

Memang agak sulit sih jika sudah menyangkut transportasi Jakarta. Yang sering terjadi adalah sebuah kebijakan itu biasanya bergulir tanpa bisa dihentikan, padahal kebijakan itu menyangkut rakyat. Hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kebijakan baru yang akan digulirkan agar msyarakat mengerti maksud pemerintah, dan SIAP.

kakaakin said...

Ternyata masalah transportasi ini gak ada habisnya ya...
Semoga si pembuat kebijakan, bisa benar2 bijak deh...

Pendar Bintang said...

Maunya sih biar keren aj apake e-ticket kek Singapore atau negara Asia lainnya, tapi ya sayangnya kurang ngaca...

Kalau saya nie, eneg banget lho,..beneran sampe males nonton berita, baca koran karena ujung2nya yang terlintas di benak saya hanya makian tapi saya gak bisa ngapa-ngapa, he he he..Lha gak bisa ngapa-ngapa karena kita udah punya wakil rakyat kan? Tapi, mereka sebagai orang kepercayaan rakyat juga kayanya kurang bisa menyampaikan....

No Comment dech...

niee said...

Kalau aku lebih setuju kalau bensin dinaikkan.aja mas.. jadi 5000 atau 6000 sekalian.. daripada ribet ada yg boleh ada yg gak boleh kan.. kalau gini sekalian aja rata..

NECKY said...

pak mars...semuanya seneng pake huruf e deh pokoknya..... malah sekarang ini sudah jadi e-dan.... :-)

NECKY said...

om enha...jangan2 1 april nanti itu april mop ya om???....qiqiqiqiqi

NECKY said...

mbak lydia...kalau saya ya pas2an utk nambahin bensin...mungkin aja bisa ngojek mbak...lumayan khan?

NECKY said...

mbak ketty....untuk membetulkan benang kusut itu kudu tegas dan satu komando....insya Allah bisa berjalan dengan baik

NECKY said...

nchie...bisnis baru nih ...kita buat usaha ojek plus2....plus jualan bensin premium....dengan nyedotin dari motor2 tsb... gimana minat??

NECKY said...

dhenok..sebenarnya khan sampai 2 M, kalau ternyata ga sampai segitu yah ga ada masalah....itu baru alokasi anggaran aja koq...*so wise*

NECKY said...

alaika...win-win solution adalah hal yang paling ideal namun di negeri ini sulit kita dapatkan bu..

NECKY said...

bang mandor...yg paling gemes sebenarnya dalam menyelesaikan suatu masalah, kenapa senang banget membahas akibat bukan akar permasalahan. Konsumsi premium tinggi itu khan karena ketiadaan transportasi umum yang memadai eh malahan ngurusin pembatasan bahan bakar?

NECKY said...

kaka akin...sebaiknya kita jangan putus harapan..tetap terus berharap meskipun kemungkinannya kecil...

NECKY said...

hani...semuanya khan ada prosesnya kenapa yah bangsa kita senengnya justru yang serba instan semuanya>? apa karena masa anggota cuma 5 tahun aja kali yah?

NECKY said...

niee....sekalian aja 10 ribu gimana? hahahaha

dmilano said...

Saleum,
Saya memang tidak begitu paham tentang kebijakan pemerintah yang selalu mengatas namakan utk kepentingan rakyat. tapi yang saya lihat bukan utk rakyat namun untuk si"fulan" dan si "fulin" yang mengelola kebijakan pemerintah tersebut. itulah negara kita dengan segala problemanya bang. sakit kepala kalau dibahas secara mendalam. hehehe
saleum dmilano

NECKY said...

dmilano...emang bener sakit kepala kalao ngebahas sampai dalam minimal uneg2 bisa dikeluarin biar ga jadi penyakit bro....hehehehe

Imelda said...

di sini mah bensin tanpa subsidi, dan mengikuti perubahan kurs :D