Sunday, 27 November 2011

Semalam Di Balikpapan

Akhirnya sayapun melakukan perjalanan dinas ke luar kota setelah sekian tahun (saking lamanya tuh). Sebenarnya agak-agak sedikit kurang nyaman setelah mengetahui berangkat dengan penerbangan pertama dan pulangnya dengan penerbangan terakhir besoknya. Jam 6 pagi sudah harus check-in, berarti paling telat berangkat jam 5 pagi...sodara-sodara....bikin rada bete sedikit jadinya. Berarti kudu bangun jam 4 pagi...oh tidakkkk....

Setelah yakin dan setel alarm, saya terbangun dan tidak perlu terburu-buru deh. Sesuai dengan prediksi perjalanan di pagi-pagi banget lancar abisss. Jam setengah enam sudah masuk di tol bandara dan yakin banget deh sebelum jam 6 udah bisa sampai dan check-in. Menjelang kilometer 24-25, di tol bandara mulai parkir. Sementara tol di sebelah kiri lancar jaya. Mulai deh keringat keluar sedikit demi sedikit padahal ac cukup dingin, apalagi ada sms dari boss kalau dia udah ada di bandara. Setelah sms balik bahwa saya terjebak macet akhirnya saya malah ditolongin check-in. Ternyata ada truk besar kecelakaan di kilometer 28. Sambil melirik jam yang sudah mendekati jam 6 pagi, saya langsung tancap gas menuju terminal 2 setelah terlebih dahulu parkir mobil di parkiran khusus menginap. Sampai-sampai naik ojek dari parkiran yang cuma jarak kurang dari 200 meter karena takut ketinggalan pesawat.

Alhamdulillah karena udah terlebih dahulu check-in, saya ga perlu mengantri lagi padahal suasananya persis sama di terminal blok m cuma beda yang satu pake bis sedangkan pagi itu saya naik pesawat. Perjalanan Jakarta-Balikpapan sangat mulus dan lancar sampai pada saat mendarat keras di bandara Sepinggan. Menurut perasaan saya hentakannya cukup kuat sehingga banyak penumpang yang jadi kaget dibuatnya.

Kesan pertama begitu sampai di kota ini adalah bersih. Sepanjang melewati jalan-jalan protokol saya tidak mendapati sampah yang berserakan seperti di Ciputat...(hehehehe). Sebelum ke acara inti yakni meeting dengan potensial partner, saya diajak makan siang.
Kebiasaan di Jakarta, kalau hendak pergi meeting sejam sebelumnya saya sudah harus berangkat dari kantor atau tempat makan siang. Hari itu appointment meeting jam 2 siang, waktu selesai makan siang jam setengah dua saya sudah mulai gelisah. Ternyata kegelisahan saya terbaca oleh rekan kantor yang berdomisili di Balikpapan. Dia hanya senyum-senyum dan menyuruh saya bersikap tenang karena hanya membutuhkan waktu 15 menit ke tempat meeting.

Ketika mendarat, saya memang bertanya pada driver tentang waktu tempuh di kota Balikpapan dan jawabannya memang selalu 15 menit jawabannya. Tadinya saya pikir untuk menyenangkan saya eh emang bener ternyata, kesana kemari cuma butuh 15 menit saja. Selesai meeting, saya sempat diajak putar2 kota Balikpapan sejenak sebelum mengantarkan ke hotel untuk check-in.

Saya diajak makan malam di salah satu restoran chinese food, di dekat pusat kota Balikpapan. Di sana, saya menghabiskan waktu hingga restoran tutup sedangkan pengunjung restoran hanya kami (hal ini disebabkan oleh final sepakbola antara Indonesia dan Malaysia.......). Tadinya di hotel saya sempat mau mengupdate dan berkutat dengan blog tapi ingat harus menyiapkan presentasi buat ketemu potensial partner lagi di keesokan hari....batal deh up dating-nya....hiks...hiks...hiks..

Sebenarnya lokasi tempat menginap saya sudah bagus yakni hotel di samping bandara Sepinggan. Namun  tempat meeting di hari kedua masih membutuhkan 15 menit (lagi-lagi 15 menit) untuk menuju lokasinya.Di meeting kedua kali ini, menghabiskan waktu yang lebih singkat dibandingkan meeting pertama. Alhamdulillah, kedua calon potensial partner ternyata antusias dengan paparan presentasi yang kami lakukan. Mudah2an tindak lanjut yang akan dilakukan oleh rekan-rekan di Balikpapan akan membawa hasil yang baik.

Menu makan siang hari kedua ternyata makan di restoran padang....(hehehe...jauh-jauh ke Balikpapan ternyata makan nasi padang juga.....). Selanjutnya acara bebas, tapi kami harus kembali ke kantor Balikpapan untuk membuat resume alias risalah rapat biar tidak ada yang terlupakan. Jam tiga sore waktu setempat, kami beranjak ke Kebun Sayur. Di sana tempat menjual barang-barang kerajinan Kalimantan Timur.

Sambil menunggu waktu, kami jalan-jalan dan berencana nongkrong di salah satu cafe dengan pemandangan kota Balikpapan (seperti foto di atas). Sayang sekali cafe tersebut masih dalam proses renovasi hingga akhir tahun tapi kami sempat melihat pemandangan dan mengambil foto sebagai kenang2an sebagai tanda bukti pernah menginjak kota ini. 

Kota Balikpapan adalah kota yang dibangun oleh pendatang. Jangan berharap kita bisa mendengar percakapan asli daerah ini. Di pasar, selain bahasa Indonesia yang terdengar adalah bahasa Jawa maupun Banjar (ini juga dikasih tahu sama teman...hehehe). Kebudayaan kota ini sudah bercampur dengan budaya dari luar Kalimantan. Menurut rekan yang sudah belasan tahun ada di Kalimantan, benturan budaya hampir tidak terasa oleh orang-orang pendatang. Bahkan anak kecil sekalipun, merasakan orang-orang di kota ini sangat 'welcome' terhadap pendatang baru.

Meskipun hanya satu malam, saya cukup terkesan dengan kota Balikpapan. Mungkin kalau tinggal lebih lama lagi, saya akan mendapatkan informasi yang lebih. Salah satu kekurangan dari kota ini adalah biaya standar kehidupan dibandingkan jakarta sekalipun lebih mahal. Ini terlihat dari harga-harga makanan dan minuman (mungkin karena semuanya didatangkan dari daerah-daerah sekitarnya).

NE

26 comments:

Arman said...

saya belum pernah ke balikpapan...
foto2nya kurang banyak om... :D

Susindra said...

Oooo.... gitu ya.... Pantas saja waktu saya bertemu teman dari Balikpapan dan saya ngeyel interogasi dijawabnya sama saja, mbak. Tidak ada yang khusus. bahasanya juga sama, bahasa indonesia. Akhirnya karena saya maksa terus dikasih tahu ada akhiran -no dan -ji di kata bahasa Indonesia yang dipakai untuk membedakan status yang diajak bicara.

dhila13 said...

moga kapan2 aku bisa ke balikpapan :)

monda said...

Di Kebun Sayur ada kuliner istimewa lho pak Necky, nggak mampir ya? Letaknya di bagian belakang pasar. Meskipun kios2 kecil tapi sajiannya istimews, udang galah, ikan bakarnya maknyus.
Namanya memang pasar, tapi bersih banget dan tak becek.

Kalsy ke sana lagi juga harus coba kepitingnya, dekat bandara ada tuh.

NECKY said...

arman....beneran bro...gw ga siap bawa kamera...agak nyesel juga.. karena itu juga pake foto kamera jadul....hiks...hiks...hiks..

NECKY said...

mbak susi....kita awalnya juga penasaran makanya kita tanya detil sama teman yg udah belasan tahun di kalimantan....

NECKY said...

dhila...gw doain elo bisa ke balikpapan secepatnya.... yang lebih jauh aja bisa...apalagi yg lebih dekat.

nh18 said...

Saya sudah lama tidak ke Balikpapan ...
yang saya ingat ... memang betul ... biaya hidup di BLP lumayan tinggi ... hampir sama dengan di Batam

Salam saya Pak Neck

Masbro said...

Kepengen juga menikmati satu malam di Balikpapan..

NECKY said...

bu monda...saya akan catat tuh...di belakang pasar yah...!?!?..
bener banget bu, pasarnya ga becek dan ga bau. Lain kali mau makan disana ah kalau ke Balikpapan lagi...

NECKY said...

om enha....memangnya kapan terakhir ke sana om?

NECKY said...

mas bro...bulan madu ke sana aja mas...

Clara Croft said...

Iya tuh Pak, bahasanya seringnya sih bahasa Banjar (Kalsel), itu juga rada aneh karena kecampur2... oleh2nya juga oleh2 batu dari Kalsel, hehehe.. maklum kotanya kota baru jadi ga punya adat sendiri. Tapi memang bersih dan mahal, mahalnya ngalah2in Jakarta :p

NECKY said...

clara...batu2 dari kalsel...makanan ringannya dari samarinda....hehehehe
mestinya kalau yg kerja di sana dikasih tunjangan lokal kali yah?.....

Abi Sabila said...

saya juga ingin singgah di Balikpapan, Bang. Tapi untuk alasan dan tujuan apa ya? Hehe...

Tapi biarlah sekarang saya belum menemukan jawabannya, toh kalau Allah sudah berkehendak, tak ada yang tak mungkin. Diajak Bang Necky misalnya. Hehehe...

Lidya - Mama Pascal said...

kalau ingat balikpapan, jadi ingat omongannya pascal pak. dia tanya papannya kenapa harus dibalik?:)

niee said...

Mas, yang aku tahu Balikpapan ini indah banget.. Tapi kok fotonya cuma 1 neh? kurang dong :D

NECKY said...

abi....siapa tahu diundang untuk bedah buku sampean yang akan dilakukan di balikpapan....who knows?? semuanya tidak ada yang tidak mungkin khan pak?

NECKY said...

mbak lidya...saya harus nerangin ke pascal gimana donk???.....hehehehe

NECKY said...

niee...ga usah elo, gw aja ngerasa kurang banget foto2nya...next time (kalau project jadi di launch bulan Januari) gw akan balas dendam bernarsis ria...

Imelda said...

saya sempat kaget waktu teman saya bicara bahasa banjar, ternyata hampir mirip dengan bahasa bugis/makassar. Dan diiyakan olehnya, ada pengaruh yang cukup banyak.

Aku cuma tahu Balikpapan kota minyak :D (gara-gara papa kerja di perushaan minyak)

NECKY said...

bener mbak EM, Balikpapan itu di'besarkan' oleh perusahaan2 minyak. Pertamina adalah salah satu pemilik tanah yang luas di kota tersebut.

bunda Lily said...

wah asik juga ya Necky
disana ada patokan kemana2 15 menit ...hahaha...

kebayang gak sih, di jakarta 15 menit itu cuma smp manaaa gituh? malah kadang2 si 15 menit ini masih didlm kompleks perumahan kita aja.... hehehe.....
salam

Anonymous said...

balikpapan bersih indah aman dan nyaman dijamin mas bro...

Anonymous said...

As well as needed some money, kliknij następną stronę still only don’t have it until finally payday? It again arises pożyczki bez bik dla zadłużonych to help you an incredible number of Us consumers across the nation regular. Something is available while you will want kredyt bez bik bez umowy o prace some dough, your test isn’t deposited but still. Doubts pożyczki gwarant clearly there was methods to kredyty na dowód bez zaświadczeń o zarobkach find a payday advance loan over the internet, most suitable?

Anonymous said...

chwilowki przez internet bez biku
o wiele więcej znajdziesz tutaj
szybki kredyt w uk
http://pozyczkabezbik24.org.pl
kredyty chwilówki a knf
chwilówki na telefon
pożyczka 70 tysięcy