Wednesday, 12 January 2011

Jangan Simpan Kekecewaan

Kecewa adalah sebuah kata yang dapat menggambarkan perasaan tidak puas yang berkecamuk di hati akibat hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Semakin lama kekecewaan dipendam di dalam hati, semakin banyak aura negatif di badan kita. Ibarat bola salju yang menggelinding dari puncak gunung, semakin lama menggelinding semakin besar bola salju yang terbentuk.

Aura negatif dapat mengakibatkan kondisi badan kita menjadi kurang bagus. Setiap orang dapat dipastikan pernah mengalami kekecewaan. Kecewa terhadap masalah kecil atau masalah besar. Ada yang dapat cepat melupakan kekecewaan dengan mudah namun tidak sedikit yang memendamnya di dalam hati mereka.

Perjalanan hidup kita sering menghadapi kekecewaan, namun tergantung sifat dan karakter individu dalam menyikapi kekeceewaan tersebut. Sebagai individu yang banyak berinteraksi dengan berbagai ragam orang, saya memiliki kecenderungan untuk tidak menyimpannya di dalam hati. Anak-anak sekarang biasa bilang "Emang Gue Pikirin" setiap ada kejadian yang tidak berkenan dengan mereka.

Dua bulan terakhir, tiba-tiba kondisi fisik (stamina) saya kurang bagus. Badan menjadi sering lemas dan  penyakit flu tidak kunjung sembuh. Biasanya untuk mengusir penyakit flu, saya cukup menambah waktu istirahat dan makanan bergizi tinggi. Namun kali ini, usaha tersebut tidak kunjung berhasil. Stamina masih belum membaik, bahkan setelah melakukan cek laboratorium hasilnya sungguh mengejutkan. Banyak fungsi-fungsi yang tidak normal alias menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Setelah melakukan cross check ternyata nilai-nilainya tidak konsisten. Dokterpun memberi saran untuk menjaga konsumsi makanan, akan tetapi hasilnya masih kurang memuaskan. Konsultasi kembali dengan dokter dan kemudian menyimpulkan faktor pikiran yang mempengaruhi hasil atau kondisi stamina yang kurang baik. Merasa tidak memikirkan yang berat-berat, saya menjadi berpikir keras tentang pikiran apa yang membuat kondisi menjadi seperti ini.

Akhirnya, saya banyak melakukan diskusi-diskusi dengan orang-orang yang lebih banyak pengalaman (baca: lebih senior). hasil diskusi yang membuat saya tercengang ternyata adalah kekecewaan yang bertumpuk dan saya belum legowo menerimanya meskipun di ucapan sudah menerima tapi di dasar hati masih meninggalkan bekas. Akumulasi kekecewaan tersebut ternyata berdampak cukup signifikan kepada stamina padahal saya merasa tidak pernah mau mikirin kejadian2 yang pernah mengecewakan dengan berpikir positif.

Di awal tahun ini saya mulai belajar lebih legowo agar kekecewaan tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Satu demi satu, saya mulai membuang jauh semua kekecewaan tersebut dan mudah2an bisa tuntas dan membawa kesehatan menjadi jauh lebih baik. Tidak ada yang susah untuk memulai apabila kita mau menjadi lebih baik. Apakah anda pernah menyimpan kekecewaan? Sulitkah membuang jauh2nya??

Ciputat, 12 Januari 2011
http://sentilan.blogspot.com


18 comments:

Arman said...

kecewa itu wajar, tapi harus berusaha supaya gak belarut2... life must go on, kan... :)

NECKY said...

bro arman...bener banget bro. Positive thinking ternyata belum cukup...kita mesti punya juga positive feeling untuk mendukung supaya ga berlarut2...thx bro

cucuharis said...

Bener, kita harus ikhlas atau legowo
karena kekecewaan dipelihara hanya kan menimbulkan rasa sakit yang terus menerus

NECKY said...

bro haris...meskipun kayaknya kita udh lupain, ternyata alam bawah sadar ga bisa di bohongin

ysalma said...

sebuah kekecewaan yang tersimpan di alam bawah,, pernah,, dan membuangnya,, berdamai dengan diri sendiri itu yang agak sulit memang,, tetapi pasti bisa :)

Sukadi Brotoadmojo said...

Kecewa itu sesuatu yang wajar (menurut saya), dan saya pun juga pernah mengalaminya. Sulit untuk menghilangkan perasaan itu, namun seiring waktu mungkin akan hilang walau terkadang sesekali hadir kembali.

Bibi Titi Teliti said...

Menyimpan kekecewaan atau kesedihan berlama lama di dalam hati itu seperti menyimpan bom waktu lho bang...
Suatu saat akan meledak...

Semangat ya bang:)

NECKY said...

mbak salma....yang pasti susah buangnya karena bener2 tidak kita sadari ya mbak??

NECKY said...

mas sukadi...dulu saya juga berpikir kecewa sekali2 itu wajar...ternyata yang sekali-sekali akhirnya bisa terakumulasi....mudah2an kita menhilangkannya secara tuntas.

NECKY said...

mbak erry...sepertinya bom itu sudah meledak....tapi untungnya (masih aja untung yah...hehehe) daya ledaknya ga sampai seperti TNT

bundadontworry said...

kita kecewa kadang disebabkan ekspektasi yg terlalu tinggi, dan kurang ikhlas dlm menjalankannya .
dan, kekecewaan yg dipendam, satu saat bisa jadi bom, mengerikan sangat tentunya :(
salam

Remaja Penuh Warna said...

wah memang agak sulit sih melupakan kejadian yang buruk dan membekas di hati. Tapi kita tetap harus berusaha benar kan?hhe

NECKY said...

bener juga bunda....ekspektasi yang tinggi mungkin sekali menjadi salah satu faktor yang paling menunjang membuat bom waktu. terima kasih bunda atas info dan sarannya

NECKY said...

tentu bro cahya....terus berusaha ngelupain donk....

Rubiyanto Sutrisno said...

Berpkir positif adalah jalan keluar yang layak dicoba .....

alamendah said...

Perlu pola pikir yang lebih nyantai dalam menghadapi berbagai permasalahan ishengga bisa menjalani hidup dengan lebioh enjoy

NECKY said...

bro rubi....berpikr positif harus ditambah dengan berperasaan positif juga lho....

NECKY said...

alamendah...mudah2an bisa lebih nyantai dalam menjalani hidup yah...amin