Wednesday, 9 December 2009

Mudahnya Memutuskan Bercerai


Sepuluh atau Lima belas tahun yang lalu, orang Indonesia masih menganggap bahwa sebuah perceraian merupakan hal yang harus ditutupi karena masyarakat menilainya sebuah perbuatan negatif. Namun saat ini, kata cerai bukan merupakan hal aneh atau langka di masyarakat Indonesia baik di kalangan artis maupun non artis.
Mungkin mereka semua lupa bahwa sebuah Perkawinan merupakan komitmen antara dua anak manusia yang memiliki perbedaan. Baik dari perilaku, sifat, karakter, latar belakang keluarga, hingga ekonomi.

Apabila ada seorang artis berkomentar tentang alasan bercerai karena tidak ada kecocokan, saya langsung menggelengkan kepala karena cocok atau tidaknya dua orang anak manusia tergantung dari "Nawaitu" atau niat mereka mengatasi segala perbedaan yang ada. Lain halnya apabila permasalahan perceraian adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Sebagai manusia normal, kita selalu memiliki ketidaksempurnaan dalam segala hal. Apabila saat memutuskan untuk menikah, masing-masing pasangan dapat menerima segala kekurangannya, Insya Allah, keduanya akan saling mengerti dan memahami dengan baik. Seiring dengan waktu, ego masing-masing dengan sendirinya akan menyesuaikan mengikuti kata hatinya.


Alangkah indahnya sebuah perkawinan apabila ego masing-masing dapat dikendalikan dengan baik. Orang tua dulu pernah bilang, "Jangan Pernah Membahas Masalah kalau emosi yang masih berbicara karena hal tersebut tidak akan pernah memberikan Solusi. Dan Jangan Pernah Marah pada saat yang sama karena tidak ada yang mau mendengarkan" Percaya atau tidak coba anda renungkan baik-baik

Terakhir, "Jangan Pernah adu argumentasi di depan anak karena si anak menjadi bingung harus membela ayah atau ibunya" Anak-anak akan selalu menjadi korban dari sebuah perceraian dan sebagai orang tua semestinya sudah memahami betul dampaknya bagi anak-anak mereka. Sebuah perceraian yang baik-baik saja dapat melukai perasaan mereka, apalagi kalau ayah dan ibu mereka saling menjelek-jelekan satu dengan yang lainnya di muka publik. Berpikirlah dengan jernih setiap ucapan dan perbuatan sebelum dilaksanakan

Ciputat, 10 Desember 2009
http://sentilan.blogspot.com

No comments: