Saturday, 18 July 2009

Pasca Peristiwa 16 Juli 2009

Kita semua sedih, sakit hati, kecewa, dan marah atas peristiwa peledakan di dua hotel ternama yang mengakibatkan jatuh korban meninggal dan luka-luka. Namun yang paling penting adalah sikap kita pasca peristiwa peledakan tersebut.

Kita sedih atas jatuhnya korban, tetapi kita bisa menghibur keluarga korban yang meninggal atau korban yang luka-luka dengan beragam aktifitas. Memberikan rasa simpati mendalam adalah salah satu diantaranya.

Bagi penggemar sepak bola khususnya fans super klub Manchester United (MU), mereka sangat kecewa karena kesempatan menonton langsung bintang kesebelasannya menjadi sirna. Belum lagi pihak-pihak yang telah mengeluarkan kocek dalam rangka acara tersebut.

Untuk penggiat ekonomi, mereka marah dan sakit hati karena dengan meledaknya bom semua rencana dan agenda menjadi berantakan. Namun hidup mesti berjalan terus apapun alasannya. Rencana kerja mulai ditata kembali, agenda dijadual ulang karena tidak ada alasan berdiam diri.

Marilah kita bersama-sama membangun citra bangsa dan negara, menciptakan rasa aman dan nyaman hidup di Indonesia. Lupakan semua perseteruan diantara kita semua, jangan malah mencoba saling mencurigai satu dengan yang lain. Tanpa adanya bukti, semua menjadi fitnah. Apabila memang punya bukti, segera TANGKAP orangnya.

Mengutip dari teman, untuk membangun dan membuat maju sebuah perusahaan dibutuhkan tenaga dan energi seluruh karyawan. Namun untuk membuat perusahaan bangkrut, cukup dibutuhkan satu orang saja. Hal ini juga dapat kita cerminkan kepada negara ini. Seluruh komponen bangsa sangat kita butuhkan, apakah dia seorang pemulung ataupun profesor, untuk memajukan Indonesia. Mudah2an siapapun nanti presiden yang terpilih insya Allah dapat memimpin lebih dari 200 juta dengan bijak dan visioner.

Ciputat, 19 Juli 2009

No comments: