Monday, 1 June 2009

Melayani Kebutuhan Masyarakat

Sudah beberapa hari ini saya baru menyadari betapa sulit mendapatkan uang kertas pecahan seribu rupiah dengan kondisi baik. Baik di Pintu Pembayaran Tol, Supermarket, Mini Market, maupun di Loket Kereta Api. Frekuensi yang sering adalah uang kembalian dalam uang logam pecahan lima ratus rupiah.

Mudah-mudahan hal ini tidak akan berlangsung lama sebab apabila nantinya uang kertas pecahan seribu makin langka, maka bersiaplah kantong kita berisi uang recehan. Kalau cuma satu atau dua keping mungkin tidak menjadi masalah tapi kalau kembalian empat ribu dalam bentuk 8 keping uang lima ratus....nah ini jadi ramai deh bunyi kantong kita.

Saya menduga apabila memang ongkos cetak uang kertas jadi lebih mahal dari pada nominalnya, bukankah lebih baik bagi Pemegang Kebijakan (baca: Pemerintah) menyiapkan sistem dan perangkat untuk transaksi non-tunai. Selain lebih praktis, sistem transaksi non-tunai dapat mengurangi resiko keamanan dan lebih efisien dalam biaya pembuatannya.

Saya berkhayal seandainya punya KTP (baca: kartu identitas) yang dapat digunakan untuk setiap transaksi, minimal bayar tiket kereta, bus transjakarta, atau pelayanan publik lainnya hingga pembayaran tagihan pribadi. Penghematan pasti akan banyak terjadi yakni biaya pencetakan uang menurun, biaya distribusi uang kertas, hingga Pemerintah dapat lebih mudah mengatur jumlah uang nominal beredar. Mudah-mudahan khayalan ini dapat terealisasi dalam waktu dekat...dan Pemerintah menyiapkan infrastrukturnya

http://www.sentilan.blogspot.com

Jakarta, 2 Juni 2009

No comments: