Sunday, 22 March 2009

Marketing Tricks

Tadi sore, pas lagi lihat berita-berita di beberapa stasiun Teve, saya agak sedikit terkejut dengan berita tentang sebuah Restoran di Amerika Serikat yang membebaskan pelanggan dalam membayar makanan yang telah dipesan dan dimakan.

Konsepnya cukup sederhana, Bon akan datang sesuai dengan harga standar resoran pada umumnya tapi ada lembaran khusus mengenai jumlah yang akan dibayarkan. Pelanggan bebas menentukan jumlah yang akan dibayar tanpa ada minimum pembayaran.

Ternyata setelah di survey secara acak pada pengunjung atau pelanggan restoran tersebut, banyak juga yang membayar justru lebih dari tagihannya. Misal: tagihan hanya $40, akan tetapi pelanggan tersebut malah membayar $50. Setelah ditanya kenapa dia membayar lebih padahal dia bisa membayar lebih murah? Jawaban si pelanggan adalah dia merasa harus membayar lebih karena kualitas rasa masakan yang sangat baik serta pelayanan yang sangat baik kepadanya. Aneh kah orang tersebut??

Dapatkah kita memahami jalan pikiran orang-orang seperti itu? Tidak sedikit juga orang yang membayar di bawah jumlah tagihan tapi itupun hanya 10-20 persen dati total tagihannya. Saya langsung teringat dengan program 'warung kejujuran' yang dicanangkan di teve-teve. Program tersebut berjalan di sekolah-sekolah dengan tujuan melatih kejujuran para siswa.

Pemilik restoran berpendapat pada saat krisis seperti sekarang ini, orang-orang mulai menahan diri untuk makan di restoran. Dia ingin agar orang-orang mulai mendatangi kembali restoran dan bersantap disana. Sungguh, sebuah terobosan yang sangat unik dan menjadikan pembicaraan orang banyak. Sebuah Iklan yang tepat sasaran

Ciputat, 22 Maret 2009

No comments: