Sunday, 29 March 2009

Hikmah Bencana

Innalillahi wa inna lillayhi rojiun,

Sedih rasanya mengikuti berita tragedi Situ Gintung. Tsunami kecil (compare kejadian beberapa tahun yang lalu di Aceh) kata orang-orang yang selamat dari musibah itu. Sudah 3 hari berlalu, angka korban yang meninggal mulai mendekati angka 100 orang sementara orang yang masih hilang tercatat lebih dari 100 orang juga. Umur, Rezeki dan Jodoh memang hanya menjadi rahasia Allah semata. Namun kewajiban semua manusia adalah berusaha sekuat mungkin berbuat yang terbaik.

Di balik cerita sedih ada juga cerita yang membuat hati ini senang ketika melihat orang-orang yang bahu membahu membantu materil dan moril di lokasi kejadian. Mudah2an mereka semua mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Satu yang tidak pernah berubah dari bangsa kita yakni....saling menyalahkan. Pihak Pemkot menyalahkan pihak pemerintah pusat. Pihak pemerintah pusat tidak terima disalahkan langsung menuding ke masyarakat. Selanjutnya kita semua tahu semua pihak ramai-ramai menunjuk siapa saja yang dapat di tunjuk agar lepas dari tudingan kesalahan.

Tidak ada sebuah institusi yang menyatakan kejadian kemarin merupakan kesalahannya, hanya satu yang saya baca yakni dari pihak pemkab yang secara eksplisit menyatakan kesalahannya namun ujung2nya menyalahkan ke pemprov.
Tidak heran selama hampir 64 tahun merdeka bisanya menyalahkan pemerintah sebelumnya tanpa membuat solusi ke depan.

Apa tidak sebaiknya, mereka duduk bersama dan kemudian mengundang wartawan untuk membuat konferensi pers tentang rencana ke depan dari Situ Gintung? Buat rencana untuk tahun 2009, mau dilakukan apa? kemudian di tahun 2010 mau ada apa? Bukankah hal ini jauh lebih baik dibandingkan saling menyalahkan??

Seorang leader seharusnya cepat tanggap untuk hal ini (memang ada pernyataan dari petinggi republik untuk merevitalisasi situ tersebut). Cepat tanggap yang dimaksud adalah bukan sekedar janji pepesan kosong semata tapi sebuah rencana dan implementasi yang langsung direalisasikan dengan segera. Jangan kejadian lumpur lapindo berulang di Situ Gintung.

Marilah kita bantu korban dari bencana tersebut melalui lembaga yang amanah baik berupa materi maupun tenaga. Turut berduka yang mendalam kepada semua korban dan keluarga.

Jakarta, 30 Maret 2009

No comments: