Friday, 21 March 2014

Undangan Pernikahan

Tulisan om enha tentnag amplop pernikahan jadi menginspirasi saya untuk bahas undangan pernikahan. Semakin kesini...banyak sekali ragam bentuk undangan pernikahan yang pernah saya terima. Dari yang konvensional amplop biasa yang isinya kertas atau karton dengan tulisan standard hingga tabung atau selongsong kayak undangan eh pengumuman raja2 seperti yang di film2 silat cina...

Ada undangan untuk resepsi saja...ada pula yang beserta akad nikah. Kalau sudah dekat banget undangannya bisa dari pengajian segala, siraman, hingga resepsi. Semenjak saya pindah ke daerah Ciputat (tempat tinggal saat ini) ada sesuatu hal yang jarang saya temukan sebelumnya yakni ada kolom "Turut Mengundang"

Saya pernah mendapat undangan pernikahan sebelumnya yang ada kolom tersebut namun biasanya cukup satu hingga dua nama saja. Tapi kalau sekarang ini di kolom tersebut bisa tercantum hingga 8-10 nama. Katakanlah namanya si A (Ketua RT), B (Ketua RW), C (Tokoh Masyarakat), D (Lurah XX), E (SekKel), F (Paman), dan sebagainya. Tadinya saya sedikit kaget...namun akhirnya memahami juga kenapa nama-nama tersebut ada di undangan. Tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang berada di kolom turut mengundang..

Mungkin ini budaya yang berkembang di daerah saya ini, apakah di tempat rekans ada budaya yang unik terkait dengan  undangan pernikahan?? Lain Lubuk Lain Belalang, Lain Daerah Lain pula adat istiadatnya. Benar-benar negara yang sangat kaya dengan budaya.....negeri yang sangat maknyusss...namun sayang masih belum bisa mandiri....masih banyak import euy.....

NE




5 comments:

dey said...

Di tempat saya masih banyak yang pakai turut mengundang, kadang iseng ngitung ada yang sampai 20 orang, hehehe.

nh18 said...

"Turut Mengundang"

Ya ... di tempat saya ... khususnya di lingkungan perumahan seputar rumah saya ... di masyarakat Betawi ... masih ada tradisi yang mencantumkan turut mengundang ... dengan daftar yang panjang ... dan banyak ...
Biasanya yang dicantumkan adalah tokoh masyarakat ...

Dan saya sependapat dengan Pak Neck ... ini adalah untuk menghormati tokoh tersebut ...

Salam saya Pak Neck

(22/3 : 8)

NECKY said...

mbak dey...hehehe jadi jumlah list yg ada ditempat saya masih kalah banyak yah???? :-)

NECKY said...

om enha...bener banget tuh karena lingkungan rumah adalah non kompleks. Jadi masih banyak penduduk 'asli' (baca betawi) nah sepertinya itu merupakan tradisi mereka ya om. Inilah namanya budaya yg mesti kita lestarikan (boleh khan??)

pipit said...

gara" turut mengundang jadi inget pas nikahan kemaren sampe buat 2 versi undangan...versi 1, yg ada turut mengundang u/ keluarga orang tua dan yang dituakan...versi 2, yg muda" gak pake turut mengundang :D