Sunday, 24 November 2013

Pengalaman Jadi Panitia Pernikahan

Ngga terasa lebih dari 2 minggu, saya absen posting artikel. Padahal kalau sudah pulang kantor banyak sekali yang ingin ditulis. Namun apa daya stamina tidak seperti dulu lagi. Niat yang menggebu saja ternyata ga cukup....dibutuhkan keseriusan lebih untuk konsisten menulis. Alhamdulillah, lagi pengen nulis lagi membaca artikel om enha tentang panitia pernikahan. Saya jadi terinspirasi menulis hal yang serupa tapi tidak sama.

Pertama kali saya terlibat menjadi panitia pernikahan saat masih duduk di bangku SMP. Saya sebenarnya agak bingung sewaktu diberi amanah itu sebab banyak orang2 yang lebih tua tapi kenapa sohibul bait memilih saya. Alhamdulillah tugas pertama menjadi seksi dokumentasi dan penerima kado dapat dijalankan dengan baik. Pengalaman pertama itu menjadi modal selanjutnya saya menjadi panitia di berbagai pesta pernikahan.
Dari sejumlah pengalaman menjadi panitia, yang paling berkesan sama saya yakni sewaktu anak kakak (keponakan saya menikah). Kejadiannya 9 tahun yang lalu (udh lama juga ya ternyata) tapi sangat berkesan karena...saya memarahi sohibul bait....hahahaahaaha.

Saat itu saya bertugas sebagai time keeper jalannya setiap prosesi (minute to minute). Jarak waktu dari akad nikah (bada' ashar) dengan resepsi hanya sedikit. Pada awalnya disaat pertemuan2 sebelum jelang akad sudah mengingatkan kepada semua pihak agar bisa mengikuti jalannya rencana. Kelancaran dan kesuksesan acara haruslah datang dari semua pihak.

Nah...selesai acara akad nikah waktu sudah menunjukkan jam 5 kurang sedikit. Saya jadi khawatir semuanya akan tidak sesuai dengan rencana. Kedua mempelai dan keluarga masih asiik melakukan foto bersama di studio mini yang sengaja dibuat...sedangkan saya justru semakin pusing karena semuanya sudah behind schedulle. Kesepakatan awal kalau sudah behind schedulle beberapa rencana akan di skip agar resepsi bisa berjalan sesuai rencana. Jam menunjukkan angka 6 lewat 25 menit...tapi mereka tetap tidak beranjak dari studio mini. Entah kenapa...saya memarahi semua orang yang ada di studio mini tersebut hehehehehe....saya benar2 tidak menyadari sama sekali. Namun setelah acara selesai, saya meminta maaf kepada semua orang yang saya marahi tadi...untungnya mereka mengerti kenapa saya marah2...semuanya itu agar semua acara berlangsung dengan lancar.....

Lain halnya waktu anak kakak yang lainya (adik pengantin acara diatas) menikah. Saat rapat terakhir pihak perempuan sudah konfirmasi pada pihak pria agar mengirimkan wakilnya di bagian penerima tamu. Hingga detik2 terakhirtidak konfirmasi dari pihak pria mau mengirimkan wakilnya untuk ditempatkan di bagian penerimaan tamu. Waktu pas hari H, tiba-tiba anak2 yang ditugaskan di penerimaan tamu 'diusir' oleh beberapa orang yang katanya dari pihak pria. Wah...langsung sedikit 'panas' karena koq main usir gitu aja nih. Setelah cross check kepada keluarga pria ternyata memang ada wakil yang dialokasikan namun tidak ada komunikasi kepada pihak panitia penyelenggara. Hampir saja terjadi salah paham antara dua pihak yang tidak perlu. Jangan pernah remehkan Komunikasi deh....

Sebenarnya amasih ada cerita lainnya...namun untuk sementara ini aja dulu deh

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

karena kurang komunikasi ya pak

Bibi Titi Teliti said...

baaang..
jadi panitia pernikahan ternyata rada bikin stres gituh yah, secara tanggung jawabnya gede...

Kita berusaha semua tepat waktu,..tapi yang lagi poto poto malahan gak ngerti...hihihi...

PErnah juga salah satu saudaraku hampir ribut di pernikahan hanya karena gak dapet jatah nyayi di pangguh...
waduuuuh...sempat rada ribut karena katanya panggung dikuasai pihak lagi laki lah..blablabla...
duuuh, bener deh bang, harus banyak komunikasi :)

NECKY said...

mbak lidya dan erry...2 keluarga yang disatukan dengan pernikahan itu menjadi sangat unik dan bagus kalau komunikasi dari awal pembicaraan panitia...berjalan lancar. Biasanya banyak yang menganggap sepi dan enteng pertemuan2 yang diadakan saat membicarakan rencana2 Hari H. Semoga kita semua tetap menjunjung tinggi yg namanya komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kedua belah pihak.

Zippy said...

Komunikasi itu emang penting, sekecil atau sebesar apapun sebuah event :D
Ah, untungnya masih bisa diatasin ya, kalo nggak kan pasti bakalan berabe tu acaranya :D

niee said...

Kalau aku pas nikahan krmaren walopun bentuk panitia tetep aja kerja langsung sendiri mas.. rasanya kurang sreg aja kalau menyerahkan sepenuhnya sama orang..

imelda said...

untung waktu aku nikah ngga perlu bikin panitis segala.... cuma aku sendiri dan petugas hotel + papa mertua yang tanda tangan kartu kredit hahaha

SiapaSayaSiapaAnda said...

hihihi...jd ketawa baca yg urusan nyanyi jd masalah :p :p
itu kalo jd ajang Konser Abadi mending ga usah sewa penyanyi deh...gajibuta.
hahaha