Tuesday, 8 October 2013

Circle Of Life

In the circle of life, It's the wheel of fortune
It's the leap of faith, It's the band of hope
Till we find our place, On the path unwinding
In the circle, the circle of life

Tiba-tiba aja lagu tersebut mengiang di kepala sepanjang perjalanan dari rumah menuju kantor. Makna lingkaran kehidupan begitu menancap di benak saya tatkala melihat tayangan acara Kick Andy beberapa waktu yang lalu. Saat episode  tanggal 20 September 2013 tentang perjalanan dua orang ibu yang ditinggal suami karena meninggal dunia dan memutuskan untuk tidak menikah lagi. Mereka berdua membesarkan anak-anaknya sebagai single parent, persis seperti artikel yang pernah saya buat beberapa tahun yang lalu di sini. Meskipun tidak sama persis kondisinya namun saya pribadi merasakan pernah ada di situasi yang hampir sama, dibesarkan oleh seorang ibu dengan banyak saudara.

Bagaimana perjuangan seorang ibu, demi anak-anaknya tetap melanjutkan pendidikan agar dapat hidup mandiri dan memeiliki tingkat ekonomi yang lebih baik. Saya selalu miris apabila mendengar berita meninggalnya seorang kepala keluarga (ayah/bapak) sedangkan sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa (bukan seorang pekerja). Terkadang kita suka menilai bahkan berpikir bagaimana anak2nya bisa melanjutkan pendidikan. Namun urusan rizqi sepenuhnya adalah urusan Yang Maha Pemberi...sehingga ada aja rizqi yang diperoleh oleh janda-janda tersebut.
Saya sangat ingat kehidupan perekonomian sebuah keluarga. Pada waktu saya masih kecil, mereka sangat prihatin. Ngga usah bicara rekreasi atau liburan, hidup normal saja sudah baik. Namun seiring dengan waktu, perekonomian mereka berangsur membaik bahkan untuk liburan bersama ke luar negeri hingga pergi haji bersama sudah dilakukan. Tidak pernah ada yang menyangka hal ini bisa terjadi namun itulah namanya kehidupan. Roda berputar seperti kata lirik di atas, Like a Wheel of Fortune....

Seorang pimpinan itu tidak selamanya menjabat seumur hidup, lha wong mantan Presiden RI Soekarno dan Soeharto aja bisa tumbang dan lengser apalagi seorang manager ataupun direksi perusahaan. Sebuah kebijakan yang dibuat dan berdampak menindas atau membelenggu bahkan menghilangkan hak anak buahnya (baca karyawan) sering kita dengar demi kepentingan pemilik perusahaan. Apakah mereka tidak berpikir kebijakan itu akan berdampak kepadanya saat mereka tidak lagi menjadi pimpinan??

Seperti halnya orang-orang yang saat ini bergelimang dengan kelebihan ekonomi, berlomba-lomba beraktualisasi dengan barang-barang super mewah. (jadi inget 11 mobil super mewah yang ada di dalam garasi). Tidak ada yang bisa melarang menggunakan harta kita sendiri. Namun ada sebuah nurani di dalam semua orang yang bisa digunakan tentang 'kepantasan.'

Dalm roda kehidupan yang berputar...tidak ada yang abadi. Uang atau harta, jabatan hingga umur itu sifatnya fana. Hari ini kita punya rumah besar, namun bisa aja besok tiba2 tidak memiliki rumah karena bencana alam, atau kebakaran dan sebagainya. Hari ini kita tidak punya uang, namun bisa aja tiba2 besok ada yang mengantarkan uang di dalam satu koper buat kita....Who Knows?

So...wajar-wajar sajalah...kalau memang saat ini punya kelebihan harta. Jangan lupa dengan orang-orang disekeliling kita. Bantu sebisa kita dengan kelebihan yang kita miliki. Kalau saat ini kita mendapat amanah menjadi pimpinan perusahaan, jangan lupa memberikan kesejahteraan lebih kepada karyawan kita (bukannya malah mengurangi kesejahteraan mereka secara diam-diam). Saya percaya kalau setiap perbuatan kita itu akan berdampak langsung kepada diri kita (tinggal masalah waktu saja sih).

Selamat berkarya...terus semangat....dan tetap bermanfaat kepada sekeliling kita....

NE





9 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Selamt sore , selamat bekerja Pak NEcky lama baru bisa mampir kesini

nh18 said...

Episode dua orang Janda tersebut saya menonton pak Neck ...

Saya kagum dengan mereka.

Naik turun kehidupan ...

Semoga kita semua siap dan Bijak menghadapinya

salam saya Pak Neck

Idah Ceris said...

Saya tidak nonton acara tersebut. Saya selalu bangga kepada ibu2 (tanpa Bapak) yang dengan gigihnya, semangatnya berjuang untuk keluarga.

NECKY said...

mbak lidya...alhamdulillah sudah kembali berselancar di dumay. Udah sembuh? katanya sakit yah?

NECKY said...

om nh...iya nih koq saya jadi teringat sama orang tua... jadi mau ziarah kubur aah this weekend

NECKY said...

mbak Idah....perempuan itu merupakan manusia tangguh dan kuat. Jadi kalau ada pameo yg mengatakan perempuabn itu wanita lemah sebenarnya salah menurut saya....

tian said...

setuju pak, jangann berlebihan..

semua orang sama, tinggal nunggu waktu saja :)

NECKY said...

tian...tapi sebagian besar orang suka lupa saat menjabat yah...

niee said...

Memang para ibu ditayangan itu hrbat ya mas.. dan yang terpenting dr membesarkan itu adalah pendidikan menurut aku seh