Thursday, 11 October 2012

Negosiasi Tidak Selalu Harga

Alhamdulillah, selama dua hari  saya mendapatkan training dengan materi "Negotiation Skills" Awalnya sempat kurang banget passion untuk hadir karena terakhir training isinya cuma teori-teori aja. Dalam hati mah kalau cuma teori, saya juga bisa baca bukunya sendiri aja....hehehehe. Beruntung kali ini trainer adalah seorang praktisi, jadi ga cuma ngomong teori aja.

Pelajaran pertama dari sisi penjual apabila terjadi sebuah negosiasi maka sang penjual dapat kita bilang sudah gagal karena sang penjual tidak bisa memberikan kebutuhan yang diinginkan atas produk kita miliki. Artinya kalau kita bisa menawarkan suatu produk atau service kepada orang yang memang sangat membutuhkannya maka tidak akan ada negosiasi. Jadi, kita harus memiliki banyak info tentang kebutuhan sang pembeli sebelum menawarkan sesuatu kepadanya.Pelajaran
Pelajaran kedua adalah dalam bernegosiasi jangan terpaku hanya berkutat soal harga. Banyak hal2 lain yang masih dapat kita negosiasi. Sebagai contoh apabila kita membeli ayam di restoran cepat saji apakah kita bisa negosiasi dengan sang pelayan??? Pasti banyak bahkan hampir semua orang sepakat bahwa sebagai pembeli kita tidak dapat melakukan negosiasi....Apabila kita diberikan potongan ayam paha namun kita menginginkan potongan ayam dada. Apakah kita mau bernegosiasi untuk minta potongan ayam dada? Kalau anda minta sesuatu yang anda inginkan dan anda mendapatkannya dapat dikatakan bahwa anda sudah melakukan sebuah proses negosiasi dengan baik.

Pelajaran ketiganya adalah kita sudah harus menentukan sebuah tujuan akhir (goal/objective) dalam proses negosiasi. Setiap kita akan mulai bernegosiasi, sebelum bertemu dengan pihak yang akan ditemui, tentukan  tujuan yang jelas dan sasaran realistis sangat menentukan berhasil atau tidaknya proses negosiasi ini. Sebagai contoh: tujuan akhir membeli harga sebuah rumah 200jt. Saat kita dapat menemukan sebuah rumah yang sudah sesuai dengan spesifikasi pastikan anda melakukan perbandingan harga dengan harga rumah disekitarnya. Harga yang ditawarkan ternyata hampir sama dengan tujuan awal. Saat proses negosiasi  berlangsung sang penjual sudah memberikan harga dibawah budget anda. Langsung buat kesepakatan agar tidak segera berubah pikiran dan merubah harganya.

Pelajaran keempat dalam negosiasi adalah tipe bernegosiasi. Ada dua tipe yang masing2 memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tipe Merah ini punya tujuan jangka pendek dan sangat kompetitif. Contohnya dalam tender untuk menentukan pemenang. Seorang kepala tim tender mengambil tipe merah karena dia yakin bahwa untuk mendapatkan proyek, semua peserta tender akan mengikuti apa yang semua persyaratkan. Namun situasi bisa berbalik tatkala seorang pembeli yang mencari sebuah barang dimana tempat yang menjual di kota tersebut hanya cuma ada satu tempat maka posisi seorang penjual menjadi lebih jual mahal dan menggunakan strategi merah. Prinsipnya kita harus mengetahui posisi kita sebelum menlakukan negosiasi.

Pada tipe Biru, biasanya seseorang memilih tipe ini untuk long time relationship. Sebagai penjual mau memberikan sebagian besar permintaan sang pembeli karena berharap si pembeli akan datang kembali kepadanya saat membutuhkan barang yang sama bahkan akan membeli barang yang berbeda. Di tipe ini, seseorang bersikap cooperative dan selalu mendukung si pembeli sepenuhnya karena ingin hubungan bisnisnya berlangsung lama dan berulang-ulang.

*disarikan dari training Negotiation Skills*
NE

9 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

sebagai penjual memang sebaiknya memilih type jangka panjang ya pak dmei kelangsungan usahanya juga. kadang ada yang mau untung didepan saja tanpa memperhatikan jangka panjang biasanya penjual nakal

Arilex Shop said...

super sekali..
negosiasi memang tidak selalu mengenai harga..
banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari kemampuan bernegosiasi dengan baik :D

applausr said...

betul negosiasi tidak cuma harga... banyak hal yang bisa di negosiasikan... tapi yang paling penting bagaimana posisi kita pada saat negosiasi perlu dipertimbangkan.

nh18 said...

Betul banget pak Neck
Trainer yang baik itu sebaiknya juga seorang praktisi ...

jadi dia tidak hanya tau teorinya ... tetapi yang lebih penting ... dia sendiri sering melakukannya ...
jadi lebih banyak in-sightnya

tidak sekedar ... Salam Zuper doang
hahahaha

salam saya Pak Neck

NECKY said...

setuju banget om enha...kalau bukan praktisi kita sama sekali ga dapat in sight malah bikin ngantuk doank dan buang waktu aja....hehehe

nicamperenique said...

klo di resto cepat saji, pas dikasih paha, langsung nego, minta sayap, alesan anaknya sukanya sayap hehehe ... atau sebaliknya. trus minta minumannya yg dikasi es batu 1 cup aja, yg lain jangan hahaha ini nego apa ngakalin ya

kegiatan bernegosiasi itu menyenangkan, asalkan kedua belah pihak menggunakan nalar saja. kalau sudah sak-sak'e wew ... males deh :D

NECKY said...

mbak lidya...tahu donk...banyak penjual di indonesia yg monopoli seperti pln atau kereta. Apa mereka bertindak sebagai pihak yg mau mendegarkan konsumen nya???

NECKY said...

nique...itu mah sah2 aja karena sbg pembeli kita berhak minta hak kita selama dalam koridornya mereka. Kalau udah ga sesuai misal elo beli satu minta sextra 1 nah...itu yg kelwatan....hahahahahaha

obat jantung koroner said...

betul gan negoisasi tidak selalu harga, bisa dengan pelayanan lebih dan memberikan kenyamanan kepada calon pembeli agar merasa aman dan nyaman