Hari Kamis minggu lalu (11 Maret 2011), saya ditugaskan kantor untuk mengikuti seminar setengah hari tentang Knowledge Management di Financial Hall Graha Niaga. Ada tiga pembicara di acara tersebut, hanya satu pembicara utama yakni Hengky S Chahyadi, seorang Coach yang bekerja di PT Smart Tbk.
Secara singkat, beliau menuturkan dalam membangun dan membentuk seorang leader membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Meskipun banyak teori dan pelatihan tentang leadership namun setiap perusahaan tidak dapat serta merta mengimplementasikan karena memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga tidak semua teori-teori tersebut dapat diimplementasikan dengan baik.
Dalam pengalaman selama 12 tahun menjadi coach ditempatnya kerja sekarang ini, beliau menekankan bahwa untuk membuat seseorang menjadi leader yang baik dibutuhkan
role model atau
keteladanan sebagai panutan untuk menularkan prinsip-prinsip menjadi leader. Selain itu, teori-teori leadership yang telah diberikan harus diterapkan secara
bertahap tergantung dengan individu dan budaya perusahaan itu sendiri.
Sambil mendengarkan penuturan beliau, pikiran saya langung mengingat tausyiah ustad saya tentang leadership. Menurutnya seorang pemimpin haruslah memiliki ciri yakni:
- Seorang pemimpin harus sehati dengan rakyatnya.
- Pemimpin itu harus memiliki perhatian tinggi terhadap rakyatnya.
- Pemimpin menjalankan kepemimpinan dengan kelembutan.
- Terakhir seorang pemimpin itu wajib memiliki sifat empati dan kasih sayang.
Cita-cita rakyat mesti berbanding lurus dengan cita-cita presiden atau rajanya. Rakyat ingin hidup damai, makmur dan sejahtera, seorang pemimpin harus merealisasikan bagaimanapun caranya. Apabila mengendalikan pemerintahan dengan kekerasan tanpa memberikan perhatian terhadap kebutuhan rakyatnya, waktu akan berbicara seperti yang terjadi di Timur Tengah baru-baru ini.
Dalam lingkup lebih kecil yakni perusahaan, tidak ada seorangpun karyawan yang ingin perusahaan tempatnya bekerja menjadi rugi, seorang pimpinan perusahaan yang sehati dengan karyawannya akan berusaha juga untuk memberi keuntungan dan kesejahteraan bagi karyawan-karyawannya. Apabila ada pimpinan anda tidak memiliki ciri-ciri seperti diatas dapatkan dipastikan dia tidak dapat menjad panutan.
Hari ini (18 Maret 2011) saya membaca artikel di harian Republika yang menulis tentang ibu Tri Mumpuni. Tanpa gembar gembor, beliau telah membantu menularkan ilmunya dan telah menerapkan di 60 desa terpencil dengan memberikan listrik melalui Pembangkit Tenaga Listrik Mikrohidro(PLTM). Beliau memiliki ciri-ciri sebagai leader yakni memiliki perhatian yang tinggi kepada masyarakat banyak, memiliki empati terhadap kesulitan dengan membangun PLTM, ikut merasakan kebutuhan mereka, dan sebagai pemimpin perusahaannya saya percaya beliau penuh dengan kelembutan dan memberi keteladanan kepada anak buah serta sebagai ibu kepada anak-anaknya.
Saya lantas bermimpi seandainya semua pemimpin yang ada di negara kita, memiliki ciri-ciri di atas maka Indonesia akan menjadi sebuah negara Besar...(bukan besar hutang maupun besar korupsi yah). Mudah-mudahan saya masih bisa menyaksikan Mimpi menjadi Kenyataan....
NE